Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Orang Kini Lebih Pilih Minimarket Buat Nongkrong dan Ngopi, Kafe Harus Waspada

Muhammad Fariz Akbar oleh Muhammad Fariz Akbar
20 April 2025
A A
Orang Kini Lebih Pilih Minimarket Buat Nongkrong dan Ngopi, Kafe Harus Waspada

Orang Kini Lebih Pilih Minimarket Buat Nongkrong dan Ngopi, Kafe Harus Waspada (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sekarang orang nggak harus pergi ke kafe buat nongkrong dan ngopi soalnya di minimarket dekat rumah juga udah bisa~

Meski sudah hampir satu bulan buka, FamilyMart di dekat rumah saya masih penuh orang. Kalau ramai di awal-awal mereka buka, saya masih wajar. Orang masih termakan suasana hebohnya. Saya tahu itu dan saya pilih untuk ke sana beberapa waktu setelah kehebohan mulai menurun. Ekspektasi saya, paling nggak dalam seminggu. Ternyata saya salah. FamilyMart di dekat rumah saya ramai dan penuh terus parkirannya.

Kita semua sekarang tahu bahwa minimarket mulai merambah ke pasar lainnya. Mereka nggak lagi cuma jualan kebutuhan sehari-hari, tapi juga sudah mulai jadi tempat nongkrong. Mereka menjual kopi, makanan ringan, sampai makanan berat. Padahal di tempat saya tinggal, di Tambun Bekasi, Jawa Barat, masih banyak pilihan tempat lain untuk nongkrong. Bicara harga, semuanya bersaing. 

Perkiraan saya, minimarket yang juga bermodel kafe, nggak cuma berusaha menyaingi kafe, tapi memang orang-orang sudah mulai meninggalkan kafe. Sebagai tempat ngopi, tempat nongkrong, atau ruang publik pada umumnya lah. Kalau begini caranya, saya rasa orang akan pilih minimarket ketimbang kafe. Apalagi kalau kafe nggak coba menawarkan sesuatu yang baru. 

Kafe nggak jualan sabun

Selain jadi ruang publik, orang ngapain sih di kafe? Paling yang ditawarkan cuma live music. Mentok-mentok, ada juga yang punya booth foto atau lokasi yang sedikit estetik. Selebihnya, ya sama saja dengan minimarket yang juga jualan kopi. Tapi, apa mereka punya kebutuhan sehari-hari seperti sikat gigi, sabun mandi, atau obat-obatan? 

Saya kira, itu lebih baik daripada live music. Saya kira juga, lebih banyak orang yang berniat beli sabun lalu bersantai sejenak sambil ngopi di minimarket daripada orang yang niat ngopi ke kafe sambil menikmati live music. Itu adalah hal-hal yang nggak bisa kita mungkiri dan nggak pernah kita duga tapi terjadi dan minimarket sudah punya itu. 

Andaikan mereka betulan niat ngopi juga nggak masalah. Toh, mereka memang punya ruang publik khusus. Pulangnya, saat melewati rak barang-barang kebutuhan sehari, nggak bisa dipungkiri juga mereka akan beli. Tapi bicara live music, saya juga pernah datang ke Point Coffee, anak perusahaan Indomaret Group yang ada live music-nya. Memang nggak semewah di kafe konvensional, tapi nggak ada yang tahu suatu hari mereka bisa punya live music yang baik. 

Kafe terasa kurang napak bumi

Saya kalau ke kafe itu bawaannya berbeda. Rasanya harus merias diri dulu. Walaupun nggak wajib, entah kenapa kalau saya ke sana nggak bisa berkelakuan sebebas-bebasnya. Mungkin karena harganya cenderung lebih mahal atau tempatnya yang agak jauh dari rumah, jadi saya nggak boleh sembarangan. Saya yakin, nggak cuma saya yang punya pikiran seperti itu. 

Baca Juga:

4 Alasan Orang Lebih Memilih Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe

Kursi Besi FamilyMart: Obat Pengurang Stres Pekerja Jakarta selain Kursi Indomaret

Nah, kalau ke minimarket, saya lebih lepas dan cuek. Pertama, minimarket lebih dekat rumah. Kedua, walaupun saya nongkrong, saya merasa seperti ke minimarket untuk beli kebutuhan sehari-hari. Nggak ada bedanya sama ke warung kelontong. Baju apa yang dipakai saat itu, baju itu juga yang kita pakai kalau nongkrong di minimarket. Kita juga tahu, ngopi di kursi minimarket sambil memandangi jalanan yang sibuk itu nikmat banget. 

Faktor kemudahan dan efisiensi juga minimarket jauh lebih baik di atas kafe. Terutama urusan pelayanan. Mau beli untuk dinikmati di tempat atau dibawa pulang sama saja. Beli kopi di Point Coffee atau BeanSpot rasanya seperti mampir ke minimarket untuk beli cemilan saat dalam perjalanan ke kantor. Kalau urusan kecepatan pelayanan, itu tergantung sepi dan ramainya pengunjung pada saat itu atau kecekatan pegawai. 

Belum lagi, beberapa minimarket sudah melayani lantatur atau drive thru. Nggak perlu turun dari kendaraan, sekadar mampir beli kopi, bisa langsung bergegas lagi. Kalau di kafe, perlu parkir dulu. Apalagi nggak semua punya parkiran luas dan nyaman. Kadang masih ada pungli parkirnya pula. 

Minimarket bisa menjual kepercayaan

Inilah faktor kunci dari semuanya. Kepercayaan orang. Kalau jualan kopi, ya semua orang bisa percaya dan yakin kalau rasa kopinya enak. Setelah rasa kopinya enak ditambah cabangnya banyak dan aksesnya mudah, orang akan jauh lebih bahagia.

Itu yang sedang dilakukan minimarket sekarang. Menjual kopi yang baik dan lantas orang percaya. Di mana pun mereka berada, pasti minimarket itulah yang dicari. Mereka tahu bahwa minimarket tersebut jual kopi yang enak dan punya akses yang mudah. 

Saya sendiri peminum sekaligus pencinta kopi decaf. Ada beberapa kafe yang saya temukan menjual kopi decaf. Tapi kebanyakan yang saya temukan nggak jual. Jadi saya agak sulit mencarinya. Sampai saya tahu bahwa Point Coffee jual kopi decaf. Ah, senangnya. Saya jadi nggak perlu pikir panjang kalau mau cari kopi decaf sekarang. 

Saya yakin saya bukan satu-satunya orang yang mengalami pergeseran ini. Banyak yang mengalami tapi nggak menyadari. Orang nggak akan terus-terusan cari live music atau segala hal estetik yang ada di kafe. Yang sederhana, tapi nyaman dan bisa melengkapi ternyata lebih menggiurkan. Dua-duanya punya pasar, tapi menurut saya, selain minimarket membentuk pasarnya sendiri, minimarket juga sedikit banyak menarik orang-orang yang tadinya ngopi di kafe untuk beralih.

Penulis: Muhammad Fariz Akbar
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Tipe Orang Goblok yang Ada di Minimarket, Bikin Jengkel Kasir dan Pelanggan Lain!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2025 oleh

Tags: cafekafeminimarket
Muhammad Fariz Akbar

Muhammad Fariz Akbar

ArtikelTerkait

Saya Ikut Sedih Saat Kafe Dixie Jogja Akan Tutup, Meski Saya Belum Pernah ke Sana

6 Mei 2021
4 Camilan Minimarket yang Menyimpan Bahaya bagi Ibu Hamil

4 Camilan Minimarket yang Menyimpan Bahaya bagi Ibu Hamil

3 November 2024
Kafe di Malang Udah Terlalu Banyak, Jangan Ikut-ikutan Bikin Kafe Lagi di Sini!

Kafe di Malang Sudah Terlalu Banyak, Jangan Ikut-ikutan Bikin Kafe Lagi di Sini!

30 Agustus 2023
Ja~di, Kopi Alfamidi yang Siap Unjuk Gigi. Kopi Minimarket Lain Minggir Dulu

Ja~di, Kopi Alfamidi yang Siap Unjuk Gigi. Kopi Minimarket Lain Minggir Dulu

24 April 2025
Jalan Udayana Mataram, Pernah Jadi Tempat Nongkrong Favorit Sebelum Tergeser Coffee Shop Mojok.co

Jalan Udayana Mataram, Pernah Jadi Tempat Nongkrong Favorit Sebelum Tergeser Coffee Shop

10 November 2023
scan barcodetukang parkir sinis pekerjaan mojok

Suka Duka Jadi Tukang Parkir Selama 6 Bulan

17 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.