Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

Elyatul Muawanah oleh Elyatul Muawanah
18 Februari 2026
A A
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Share on FacebookShare on Twitter

Lulus S2 bukan jaminan jalan menuju mimpi besar bisa terbuka

Dulu saya berpikir, setelah lulus S2 semuanya akan lebih baik. Saya akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar. Nyatanya, mendapatkan pekerjaan dengan gaji setara UMR tidak segampang yang saya bayangkan. Ijazah S2 tidak menjamin hidup kita lebih baik.

Setiap hari, pikiran saya terasa berkecamuk, penuh dengan kecemasan dan ketakutan tentang masa depan. Bagaimana jika saya tidak kunjung mendapat pekerjaan dengan gaji yang lebih baik? Apakah saya bisa tetap waras di Jakarta? Semua keresahan itu terasa sangat nyata.

Di sisi lain, saya juga tidak punya gambaran pekerjaan yang jelas jika harus pulang kampung. Saya takut menjadi pengangguran, sebab peluang kerja di kampung halaman jauh lebih sempit. 

Jika saya pulang kampung, penghakiman itu pasti jatuh. Orang kampung pasti berpikir, percuma sekolah tinggi sampai S2, kerja di Jakarta, tapi nggak jadi siapa-siapa.

Drakor membuat hidup tampak lebih waras di Jakarta

Di tengah rasa takut dan tekanan memegang ijazah S2, nonton drakor menjadi cara sederhana yang membantu saya tetap waras di Jakarta. Lewat satu atau dua episode setiap malam, saya menemukan jeda. Setiap kisah membawa saya ke dalam dunia lain (fiktif) yang sejenak membuat saya melupakan kerasnya hidup.

Terkadang, kalau sedang meratapi nasib sebagai lulusan S2 tanpa pekerjaan besar, saya memilih menonton drakor bergenre romcom dan psikologi. Dua genre yang berbeda, tetapi sama-sama memberi ruang untuk mengurai emosi. 

Setelah semua perasaan tumpah, entah melalui tawa atau tangisan, perasaan saya jadi agak lega. Drakor memberi saya kesempatan menangis tanpa merasa lemah, tertawa tanpa merasa bersalah, dan berharap tanpa merasa naif.

Baca juga: Mahasiswa S3 Tertawa di Koridor Kampus Bukan karena Bahagia, tapi Menertawakan Nasibnya Sebagai Pabrik Akademik dan Nasib Jurnal Ditolak 5 Kali

Baca Juga:

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Tinggal di Rusunawa Rp800 Ribu di Jakarta Ternyata Nggak Buruk-Buruk Amat, Lebih Layak Dibanding Hidup di Kos-kosan dengan Sewa Jutaan

Berani untuk bertahan hidup

Saat stres sedang memuncak, saya bisa menghabiskan satu drakor dalam semalaman di akhir pekan. Saya sadar tidak bisa membanggakan pencapaian seperti itu. Namun, itulah cara paling sederhana yang bisa saya lakukan untuk refreshing dan healing tanpa harus menguras isi dompet.

Di kamar kos yang sempit, dengan layar laptop 14 inci atau layar ponsel sederhana, saya belajar bahwa bertahan juga bentuk dari keberanian. Hidup tidak harus selalu progresif dan mengagumkan. Terkadang, hidup tetap stabil dan waras saja sudah menjadi pencapaian luar biasa.

Dan kalau hari ini saya masih waras dan bisa bangun, bekerja, dan memilih untuk tidak menyerah, mungkin itu juga karena drakor yang setia menemani saya setiap malam. Seorang pemegang ijazah S2 yang hidup dengan segala tekanan di Jakarta.

Penulis: Elyatul Muawanah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Jakarta Itu Menyebalkan dan Toxic, tapi Perantau Sulit Meninggalkannya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2026 oleh

Tags: gaji jakartaijazah S2Jakartajakarta keraskerja di jakartakota jakartalowongan kerja jakartamerantau ke jakartaS2UMR jakarta 2024umr jakarta 2025umr jakarta 2026
Elyatul Muawanah

Elyatul Muawanah

Perempuan Madura yang enggan menyebut diri penulis paruh waktu, karena menulis adalah undangan momentum. Hanya menulis di waktu-waktu tertentu—saat isi kepala sudah terlalu penuh dan jemari butuh ruang untuk bicara.

ArtikelTerkait

Sleeper Bus Juragan 99 Trayek Malang Jakarta, Bus "Angkuh" yang Bikin KA Eksekutif Jadi Nggak Worth It bus malang-jakarta kereta api eksekutif

6 Rekomendasi PO Bus Rute Malang-Jakarta, dari Anti Lapar sampai Super Nyaman!

9 Agustus 2024
Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan Mojok.co

Pengalaman Sehari-hari Lewat Tol Jakarta-Tangerang yang Bikin Tua di Jalan

18 Oktober 2025
Jogja Punya 4 Hal Tak Terlupakan bagi Orang Jakarta (Unsplash)

4 Hal Tak Terlupakan bagi Orang Jakarta Saat Pertama Kali Berkunjung ke Jogja

21 Mei 2024
Alasan Orang Bekasi Lebih Ngefans Persija Jakarta daripada Persipasi dan Persikasi Mojok.co

Alasan Orang Bekasi Lebih Ngefans Persija Jakarta daripada Persipasi dan Persikasi

5 April 2025
Warung Madura Mending Buka di Bondowoso, Dijamin Lebih Cuan dari Jakarta

Warung Madura Mending Buka di Bondowoso, Dijamin Lebih Cuan dari Jakarta

20 Mei 2025
4 Stereotip Jakarta yang Diamini Banyak Orang, padahal Keliru

4 Stereotip Jakarta yang Diamini Banyak Orang, padahal Keliru

21 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Menunggu Mati (Pixabay)

Merindukan Pasar Wilis Malang, Surga Buku Bekas yang Kini Sepi Menunggu Mati

10 Mei 2026
Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026
Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

Ternyata Bus Trans Jatim Nggak Ada Bedanya dengan Angkot, Ngebut dan Ugal-ugalan!

4 Mei 2026
Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes Mojok.co

Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes

4 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah
  • Joki UTBK SNBT Bisa Raup Rp700 Juta: Buat Kebutuhan Hidup karena Keterbatasan, Cuan Gede dari Jurusan Kedokteran
  • Membaca Peluang Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Transaksi Digital, AstraPay Berkomitmen Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM
  • Menyusutnya Populasi Burung Migran Jadi Alarm Tanda Bahaya bagi Bumi
  • Jejak Digital Kekerasan Seksual Bikin Trauma Anak Berkepanjangan, Pemulihan Korban Tak Cukup Hapus Konten
  • Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.