Mie Balap vs Mie Gomak, Manakah Sarapan Mie yang Worth It di Kota Medan? – Terminal Mojok

Mie Balap vs Mie Gomak, Manakah Sarapan Mie yang Worth It di Kota Medan?

Artikel

Kristiani

Apakah sarapan khas terenak di daerahmu? Setiap daerah pasti memiliki sarapan khas terenak, termasuk kota Medan yang merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia. Seperti kota lainnya, Medan juga menyimpan banyak sekali kuliner yang enak. Entah makanan ringan hingga berat, semua tersedia di sini. Rasanya? Begitu nagih karena makanan di sini kaya akan rempah dan pastinya memiliki rasa pedas. Karena hal tersebut, Medan memiliki beberapa ikon makanan yang begitu melegenda sampai dikenal hingga tingkat internasional. Dari bolu meranti hingga bika ambon, bisa ditemukan di sini. Tidak hanya kedua kue tersebut, jenis sarapan di kota Medan tidak kalah ikonik. Kamu pasti bakal ketagihan bila menikmati sarapan di sini. Suer, deh! Pengin nambah lagi~

Jenis-jenis sarapan di kota Medan begitu beragam. Dari olahan nasi hingga mie tersedia di sini. Harganya bersahabat dan mudah dibeli di sekitaran rumah. Dari sekian produk sarapan yang worth it, nggak mungkin saya bahas semuanya. Dan yang akan saya bahas di sini adalah produk sarapan mie, yakni mie balap dan mie gomak khas Medan. Kedua mie ini jadi menu sarapan langganan di kota Medan dan memiliki ciri khas tersendiri bagi penikmatnya.

Mie Balap sendiri sejatinya mie goreng yang sering kamu temukan di jalanan bahkan uwak-uwak (paman-paman) yang jual makanan keliling. Beda mie balap dengan mie goreng lainnya adalah cara masak dan varian mienya. Bila mie goreng lain dimasak secara alon-alon, mie balap justru sebaliknya. Mie ini dimasak dalam tempo cepat dalam porsi yang banyak. Awalnya, mie balap berasal dari Jalan Serdang Gang Sado, menurut penelusuran internet (nggak tahu itu di mana, hehehe). Karena kepopuleran mie tersebut, hampir semua sudut di kota Medan menjual mie balap. Supaya lebih berasa dan matangnya lebih merata, mie balap dimasak dengan tungku arang. Ada juga sih yang memakai kompor, namun lebih afdal bila menggunakan tungku tersebut. Untuk varian mie sendiri, biasanya menggunakan mie hun ataupun mie tiauw dan itu bisa dicampur. Namun akhir-akhir ini, mie balap bisa menggunakan mie lidi dan ifu mie. Ya tergantung jenis mie mana saja yang enak menurutmu.

Yang menjadi keunggulan mie ini adalah bisa tahan lama hingga malam hari. Bila malas gerak dan sedang gabut, mie balap ini bisa kamu rekomendasikan sebagai pengganjal perut di malam hari, asal disimpan di tempat yang aman, yah. Soal matangnya? Tenang saja. Walau dimasak cepat, mie ini aman kok dikonsumsi. Toh dimasak merata, kan? Tidak hanya itu, mie ini begitu praktis dibawa ke mana saja, tanpa perlu takut basi di jalan.

Sedangkan mie gomak sendiri hanya terdiri dari satu bahan mie utama, yakni mie lidi. Kata gomak sendiri berasal dari bahasa Batak yang artinya digenggam dengan menggunakan tangan. Jadi bisa disimpulkan, cara penyajian makanan ini dengan menggunakan tangan. Sebenarnya, beberapa daerah Sumatera Utara banyak menjual mie gomak, namun yang paling banyak dikenal berasal dari Medan. Walaupun begitu, sudah banyak yang meninggalkan cara tersebut dan memilih sendok untuk mengambil mienya. Selain itu, mie gomak juga dikenal sebagai spageti Batak karena bentuk mienya.

Mie gomak sendiri biasa dimasak dengan dua cara, yakni kuah dan goreng. Akan tetapi, cara masak lebih populer adalah mie kuah. Ciri khas mie ini adalah bumbu andaliman yang terasa begitu kuat dan pedas. Makanya tak heran, kebanyakan penikmat mie gomak adalah kaum berlidah tebal. Khusus yang kuah, mie ini jangan lama-lama dimakan supaya tidak basi. Meskipun begitu, mie gomak kuah sangat cocok dijadikan pengganti sayuran atau dimakan dalam cuaca dingin.

Dari kedua mie asal kota Medan ini, manakah yang paling worth it? Semuanya tergantung diri kalian masing-masing. Jika suka olahan mie goreng, bisa membeli mie balap. Sedangkan jika suka olahan mie kuah ataupun pedas, bisa membeli mie gomak. Toh rasanya sama saja, kan? Yang penting sesuai dengan selera masing-masing~

Sumber Gambar: Travelingyuk.com

BACA JUGA Rebu: Adat Suku Karo untuk Menjaga Hubungan Keluarga dan tulisan Kristiani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
3


Komentar

Comments are closed.