Mari Bersepakat Sirup Kurnia Adalah Sirup Paling Terkenal di Medan – Terminal Mojok

Mari Bersepakat Sirup Kurnia Adalah Sirup Paling Terkenal di Medan

Artikel

Kristiani

Pada bulan puasa, kuliner manis banyak dijajakan. Ini membuat penjual musiman ketiban rezeki. Kamu bisa menemukan mereka di jalan-jalan dekat rumahmu terlebih lagi awal-awal bulan puasa. Saking gegap gempitanya, bahkan ada penjual kuliner manis yang berjualan sebelahan bikin bingung pembeli mau beli yang mana. Hehehe. Habisnya menarik kali melihat jualan mereka. Silap dikit, langsung lenyap. Nggak dapat deh tuh takjil.

Kuliner manis itu pun berdampak pada naiknya penjualan sirup yang kerap digunakan mereka untuk berjualan. Maka nggak heran sebelum puasa, baik pasar tradisional ataupun modern begitu jor-joran menjual sirup. Harganya begitu bervariasi sesuai merek, rasa, dan warna. Tinggal kamu pilih. Paling utama lihat tanggal kedaluwarsanya, ya, biar nggak kecewa membelinya.

Di Medan sendiri sangat mudah menemukan varian sirup seperti itu. Mudah banget malah, sampai bingung sirup mana yang cocok dibeli. Belum lagi produsen sirup banyak berada di kota ini. Hal ini pun berdampak dengan harga penjualan sirupnya yang ramah kantong namun kualitasnya nggak mengecewakan. Tak lupa, banyak inovasi sirup tercipta di kota ini. Salah satunya sirup markisa yang berasal dari Medan. Makanya beberapa sirup di kota Medan banyak dikenal seluruh Nusantara, bahkan orang asing dari negara lain ada yang pernah mencicipi sirup markisa ini.

Dari sekian banyak sirup yang beredar, sirup Kurnia yang paling banyak disukai orang-orang, termasuk saya. Sirup Kurnia ini hanya punya satu rasa, yakni raspberry. Meski hanya satu rasa, sirup ini nggak ngebosenin dan cocok diminum di segala kegiatan. Bagi kamu yang mencoba sirup ini sekali, dijamin bakal ketagihan. Kok bisa? Ya bisa, dong!

Baca Juga:  Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok!

Sirup Kurnia terbuat dari gula pasir asli. Botolnya sendiri sudah menjelaskan bahwa sirup ini benar-benar dari gula sehingga setelah kamu meminumnya nggak bakal merasa pahit. Ini benar, loh! Sensasi gulanya benar-benar terasa hingga tegukan sirup terakhir. Warnanya gimana, kan merah pekat gitu? Meski memakai pewarna buatan raspberry, namun masih aman dikonsumsi dan rasanya nggak jauh berbeda dengan raspberry asli. Sehingga kualitas sirupnya tetap terjaga dan masih layak dikonsumsi berbulan-bulan bila disimpan di tempat yang aman.

Karena hal tersebut, wajar saja orang Medan sangat menyukai sirup Kurnia. Anak-anak ataupun orang dewasa, nggak bakal melewatkan untuk minum sirup ini ketika dibeli atau dijamu sama orang lain. Selain rasanya yang sedap, harganya pun masih sesuai kocek. Jangan heran beberapa penjual kaki lima lebih suka menggunakan sirup Kurnia untuk jualan. Bukan soal murah atau mahal harganya, melainkan kualitas rasanya. Memang ada sirup lain yang lebih murah, namun nggak ada yang menandingi sirup Kurnia. Bahkan, keluarga saya tiap merayakan akhir tahun selalu memasukkan sirup Kurnia sebagai daftar minuman wajib. Kami sengaja membelinya supaya tamu yang datang merasa senang dengan sajian kami. Kan banyak yang suka sirup ini, apalagi dari daerah lain. Saya mengetahuinya dari penuturan beberapa teman yang merantau ke daerah lain.

Gimana caranya membeli sirup Kurnia? Kalau di kotamu ada sirup ini, syukur banget. Bisa beli sebebasmu. Kalau nggak ada, bisa dibeli di marketplace dengan promo gratis ongkir dan dibeli partai besar biar nggak sia-sia membelinya.

Baca Juga:  Bagi Takjil Hunter, Pandemi adalah Penderitaan yang Abadi. #TakjilanTerminal17

Jadi, dari semua sirup yang beredar, pilih yang mana? Aku sih pilih sirup Kurnia yang nggak diragukan lagi. Kalian juga pasti banyak yang menjawab sirup ini. Tapi, minumnya secukupnya saja, yah!

Sumber Gambar: YouTube Ivyday

BACA JUGA Rekomendasi Sirup untuk Melengkapi Manisnya Berbuka Puasa dan tulisan Kristiani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
1


Komentar

Comments are closed.