Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Nggak Semua Orang Cocok Makan Mie Ayam Pakde Wonogiri, Saya Salah Satunya

Arya Bagaskara Putra oleh Arya Bagaskara Putra
7 November 2025
A A
Nggak Semua Cocok Makan Mie Ayam Pakde Wonogiri, Salah Satunya Orang dengan Lidah Surabaya seperti Saya Mojok.co

Nggak Semua Cocok Makan Mie Ayam Pakde Wonogiri, Salah Satunya Orang dengan Lidah Surabaya seperti Saya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mie Ayam Pakde Wonogiri kurang nendang di lidah saya.

Saya merantau dari Surabaya ke Jogja sejak 2021. Bertahun-tahun merantau membuat saya cukup percaya diri kalau lidah ini sudah beradaptasi dengan makanan Jogja. Seperti yang kalian tahu, kota ini terkenal dengan cita rasa kulinernya yang manis. Sementara, lidah Surabaya seperti saya senang dengan rasa pedas. 

Memang, di banyak kesempatan, saya sudah bisa menikmati kuliner Jogja yang manis itu. Tapi, tetap ada saja waktu di mana saya sama sekali tidak menikmatinya. Biasanya saya kurang bisa menikmati kuliner yang  sedang viral. Entah mengapa ada saja yang kurang cocok dengan kuliner viral Jogja. Bisa dari harganya yang overprice, pelayanan yang kurang, hingga rasa yang biasa aja. 

Salah satu kuliner viral di Jogja yang ternyata nggak cocok di lidah Surabaya saya adalah Mie Ayam Pakde Wonogiri yang terletak di Wates, Wonogiri. Mie ayam yang populer sejak 2021 ini menawarkan porsi jumbo dan pengalaman menyeruput seporsi mie ayam di samping rel kereta api. 

Mencicipinya setelah viral 4 tahun lalu

Setelah bertahun-tahun viral, akhirnya saya berkesempatan mampir Mie Ayam Pakde Wonogiri di Wates, Kulon Progo. Siang itu bertepatan dengan saya harus ngantor ke Wates dan seorang teman mengajak ke sana saat makan siang. 

Setibanya di lokasi saya melihat tempat makan ini ramai pengunjung. Saya pun memasang ekspektasi lebih. Pasti ada yang spesial dengan kuliner sehingga masih bisa bertahan setelah viral sekitar 4 tahun lalu. Saya pun memutuskan untuk memesan mie ayam bakso kecil dan segelas es teh kampul.

Sekitar sepuluh menit menunggu pesanan saya tiba. Menurut saya makanan datang cukup cepat mengingat pada hari itu cukup ramai. Hingga seporsi mie ayam bakso kecil tiba di hadapan, saya cukup puas dengan semuanya. 

Ternyata Mie Ayam Pakde Wonogiri tidak cocok di lidah saya

Saya terbiasa untuk mencicipi makanan, khususnya yang berkuah, tanpa menambahkan apapun terlebih dahulu. Harapannya agar cita rasa asli dari resep pemilik tempat makan itu dapat benar ternikmati. Ketika pertama kali menyeruputnya, jujur saja saya kecewa. 

Baca Juga:

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

Mie Ayam Tengah Malam, Kuliner yang Akan Membuatmu Kecewa Setengah Mati, Berkali-kali

Mie ayam bakso kecil yang saya pesan terasa tidak medok seperti mie ayam Wonogiri yang biasa saya nikmati. Entah memang resep aslinya seperti itu atau lidah saya yang bermasalah. Sungguh rasanya hambar. Rasa manis gurih yang selalu muncul saat mencicipi mie ayam Wonogiri tidak ditemukan. 

Mie ayam yang saya cicipi saat itu tidak akan nikmat jika tidak menambahkan sambal, saus atau kecap. Pengalaman kecewa karena rasa yang biasa saja itu kembali muncul di dalam batin. Kenapa setiap kuliner viral yang saya coba selalu berakhir dengan kekecewaan ya. Kembali aku coba menginstropeksi diri. Ini yang salah lidah saya atau memang saya tidak cocok dengan kuliner yang viral-viral itu.

Terlepas dari rasa yang mengecewakan, bagi saya yang lebih suka mie ayam polos tanpa tambahan apapun, Mie Ayam Pakde Wonogiri tetap patut untuk dicoba. Mampu bertahan hingga lebih dari dua tahun dengan keramaian pengunjung seperti itu tentu banyak orang yang merasa cocok dengan rasanya.

Kembali saya tekankan mungkin memang saya saja yang tidak cocok dengan kuliner viral. Rasa memang harus dikembalikan kepada individu masing-masing. Kekecewaan yang selalu saya rasakan di kuliner viral mungkin mewakili sebagian orang namun saya rasa tidak dengan sebagian besar orang. Toh pada akhirnya konsumen yang akan menilai apakah kuliner-kuliner viral itu layak atau tidak untuk dikunjungi kembali.

Penulis: Arya Bagaskara Putra
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Mi Ayam Wonogiri Memang Tidak Bisa Dibungkus, Sebaiknya Jangan Dibungkus, dan Jangan Pernah Minta Dibungkus.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 7 November 2025 oleh

Tags: kulon progoMie AyamMie Ayam PakdeMie Ayam Pakde Wonogirimie ayam wonogiriMie Wonogiriwates
Arya Bagaskara Putra

Arya Bagaskara Putra

Karyawan swasta asli Surabaya yg merantau ke Jogja Tertarik dengan dunia kuliner dan suka jalan-jalan

ArtikelTerkait

Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Kulon Progo Sepi, tapi Punya Pesona Tersendiri

Kulon Progo Sepi, tapi Punya Pesona Tersendiri

25 September 2025

Pemburu Mie Ayam Sejati Tidak Akan Pilih-pilih Soal Mie Ayam

27 April 2020
4 Cara Mudah Menikmati Mie Ayam untuk Sarapan ala Warga Lokal Jakarta Mojok.co

Mie Ayam Tengah Malam, Kuliner yang Akan Membuatmu Kecewa Setengah Mati, Berkali-kali

28 Januari 2026
Tomira, Minimarket Milik Rakyat di Kulon Progo, Culture Shock di Tengah Perjalanan Kebumen-Jogja

Tomira, Minimarket Milik Rakyat di Kulon Progo, Culture Shock di Tengah Perjalanan Kebumen-Jogja

22 November 2024
5 Hal Aneh yang Bikin Kulon Progo Jadi Paling Beda dari Kabupaten Lainnya di Jogja

5 Hal Aneh yang Bikin Kulon Progo Jadi Paling Beda dari Kabupaten Lain di Jogja

3 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”
  • Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal
  • Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya
  • Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis
  • Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota
  • Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.