Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Merek Cap Lang, Produk Asal Jerman yang Dikira Brand Lokal

Anik Sajawi oleh Anik Sajawi
6 Juli 2023
A A
Merek Cap Lang, Produk Asal Jerman yang Dikira Brand Lokal

Merek Cap Lang, Produk Asal Jerman yang Dikira Brand Lokal (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kemarin, kita sudah membahas Lifebuoy Clear Skin, produk Unilever pionir sabun batang untuk atasi jerawat yang nyatanya gagal. Nah, kali ini, kita akan bahas produk lain yang sukses di pasaran hingga dikira brand lokal tapi nyatanya ini adalah produk asal Jerman. Yak benar, Merek Tjap Lang jawabannya, atau kita lebih mengenalnya sebagai Cap Lang.

Seperti Unilever, merek Tjap Lang juga memiliki banyak produk yang beredar di pasaran Indonesia. Mulai dari Minyak Kayu Putih Cap Lang, Green Oil Cap Lang, VFresh, Balsem Otot Geliga, Minyak Urut GPU, Geliga Krim, Norit, dan masih banyak yang lainnya.

Berawal dari ahli Kimia Jerman, Wilhelm Hauffman

Merek Tjap Lang, yang banyak dikira sebagai brand lokal di Indonesia, sebenarnya tidak berasal dari Indonesia. Sejarahnya bermula pada 1916, ketika seorang ahli kimia berkebangsaan Jerman bernama Wilhelm Hauffman menemukan minyak angin yang kemudian diberi nama Eagle Brand medicated oil.

Seiring berjalannya waktu brand ini didistribusikan ke beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Singapura. Nah, barulah pada masa pasca-Perang Dunia II, penggunaan merek Eagle Brand semakin populer di Singapura. Hal tersebut membuat J Lea & Co, distributor merek Eagle Brand di Singapura, melihat peluang besar dalam pasar ini.

Sehingga pada 1950-an, mereka memutuskan untuk membeli formula, desain botol, dan logo Eagle Brand karena popularitasnya yang terus meningkat. Ketika merek Eagle Brand mulai dijual di Indonesia, merek tersebut diubah menjadi Tjap Lang (Cap Lang) dengan menggunakan logo yang sama seperti Eagle Brand.

Bangun pabrik di Indonesia

Meski awalnya, merek Cap Lang ini hanya didatangkan ke Indonesia dan belum diproduksi di pabrik lokal, serupa dengan awal kemunculannya di Singapura. Namun, seiring dengan berkembangnya permintaan di Indonesia meminta produksi merek Cap Lang harus dilakukan secara lokal.

Tepatnya pada 1973 terjadi perpindahan lokasi produksi minyak angin Tjap Lang sepenuhnya ke Indonesia. Hal tersebut terjadi sebagai hasil dari anjuran pemerintah Orde Baru yang mewajibkan agar semua obat-obatan yang dikonsumsi di dalam negeri diproduksi secara lokal.

Perpindahan produksi ini juga membawa perubahan pada merek tersebut. Kata “Jerman” dihapus dari merek tersebut, dan mulai 1973, minyak angin yang populer tersebut diberi nama Merek Tjap Lang (Cap Lang). Perubahan nama ini membuat produk ini terasa amat lokal.

Baca Juga:

7 Kasta Varian FreshCare dari yang Wanginya Estetik sampai yang Baunya Paling Kuno

4 Rekomendasi Tumbler Lokal Harga Murah Kualitas Juara, Nggak Kalah dari Tumbler Jutaan

Sejak itu, Merek Cap Lang telah menjadi salah satu merek minyak angin yang terkenal dan populer di Indonesia. Meski dengan produksi yang dilakukan secara lokal, minyak angin ini berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Tentunya, dalam hal ini, produk kesehatan dan kesejahteraan.

Kualitas Cap Lang yang terjaga 

Keberhasilan Merek Cap Lang dalam menjaga kualitas produk dan kepercayaan konsumen telah membuatnya tetap menjadi pilihan yang umum digunakan dalam perawatan kesehatan sehari-hari di Indonesia hingga saat ini.

Meskipun memiliki asal usul yang berasal dari Jerman dan Singapura, minyak angin Cap Lang telah menjadi sangat populer di Indonesia. Kepopulerannya di kalangan masyarakat membuatnya dianggap sebagai salah satu merek minyak angin yang dikira brand lokal.

Hingga kini, seiring berjalannya waktu, merek ini telah menjadi bagian yang akrab dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Kualitas dan ketangguhan produknya memperkuat posisinya sebagai salah satu merek yang dipercaya dan diandalkan warga.

Apa pun itu, setidaknya, merek Cap Lang masih selalu kita temukan dan gunakan di rumah hingga kini. Meski ada yang bilang cintailah produk-produk Indonesia, tapi, peduli setan. Yang penting kita tetap bisa pijitan dengan syahdu di rumah bersama pasangan, sambil mikir cicilan yang tak kunjung lunas. Ya kan?

Penulis: Anik Sajawi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Membandingkan 7 Merek Minyak Angin Roll On yang Ada di Pasaran, Mana Jagoanmu?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2023 oleh

Tags: Cap Langjermanminyak anginproduk lokalWilhelm Hauffman
Anik Sajawi

Anik Sajawi

Anak bungsu ideoligis Jean-Paul Sartre yang menulis untuk keabadian. Gemar menonton drama korea yang sesekali menulis untuk berbagi cerita.

ArtikelTerkait

3 Program Unggulan yang Bisa Mengantarmu Tinggal di Jerman. Bekerja dan Belajar di Negara Asing Bukan Hal Mustahil

Tidak Ada Sampah di Jerman: Tren Bagi-bagi Barang Bekas di Jerman, Upaya Paling Efektif untuk Sustainability

10 Oktober 2023
Pengalaman Kerja Menjadi Perawat Panti Jompo di Jerman, Belajar Menjadi Manusia dan Memahami Hal-hal yang Asing di Kepala

Pengalaman Kerja Menjadi Perawat Panti Jompo di Jerman, Belajar Menjadi Manusia dan Memahami Hal-hal yang Asing di Kepala

5 September 2023
Ironi Brand Ambassador Produk Kecantikan Lokal yang Nggak Lokal Sama Sekali terminal mojok

Ironi Brand Ambassador Produk Kecantikan Lokal yang Nggak Lokal Sama Sekali

24 September 2021
Hal-hal Nggak Biasa di Jerman yang Bikin Orang Indonesia Kaget: Mulai dari Selai Berry buat Cocolan Ayam sampai Anjing yang Jadi Penumpang di Metro

4 Hal yang Biasa di Jerman, tapi Luar Biasa di Indonesia

7 September 2023
7 Kasta Varian FreshCare dari yang Wanginya Estetik sampai yang Baunya Paling Kuno

7 Kasta Varian FreshCare dari yang Wanginya Estetik sampai yang Baunya Paling Kuno

24 Januari 2026
minyak angin rekomendasi mojok

Membandingkan 7 Merek Minyak Angin Roll On yang Ada di Pasaran, Mana Jagoanmu?

18 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Bisnis Mobil Rental: Keuntungannya Selangit, Risikonya Juga Selangit rental mobil

Rental Mobil demi Gengsi Saat Pulang Kampung Lebaran Adalah Keputusan yang Goblok

12 Maret 2026
motor Honda Stylo 160: Motor Matik Baru dari Honda tapi Sudah Disinisin karena Pakai Rangka eSAF, Bagusan Honda Giorno ISS Honda motor honda spacy

Honda Stylo Adalah Motor Paling Tidak Jelas: Mahal, tapi Value Nanggung. Motor Sok Retro, tapi Juga Modern, Maksudnya Gimana?

15 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.