Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Merayakan Tahun Baru Emang Nggak Perlu Pakai Terompet dan Kembang Api, Berisik!

Iqbal AR oleh Iqbal AR
31 Desember 2019
A A
Starterpack Muda-mudi Bantul di Malam Tahun Baru terminal mojok.co gondes mendes

Starterpack Muda-mudi Bantul di Malam Tahun Baru terminal mojok.co gondes mendes

Share on FacebookShare on Twitter

Terompet dan kembang api memang sudah menjadi tradisi ketika merayakan tahun baru masehi di berbagai belahan dunia. Orang-orang berlomba-lomba untuk menjadi yang paling meriah dalam perayaan tahun baru, dengan meniup terompet dan menyalakan kembang api. Entah siapa yang memulainya, tapi yang pasti ini bukan lah sebuah tradisi yang baru. Tidak terkecuali di Indonesia, yang juga menjadikan terompet dan kembang api sebagai tradisi perayaan tahun baru. Bedanya, masyarakat Indonesia tidak hanya meniup terompet dan menyalakan kembang api, tetapi juga memperdebatkannya.

Dalam sejarah Indonesia modern, perdebatan mengenai boleh tidaknya atau halal haramnya meniup terompet dan menyalakan kembang api sudah mendarah daging dalam masyarakat Indonesia. Ada yang bilang kalau meniup terompet itu budaya orang yahudi, dan menyalakan kembang api itu budaya orang majusi. Ya meskipun tidak begitu nyambung, tetapi banyak orang yang termakan juga dengan propaganda semacam ini. Bahkan di beberapa daerah, pemerintah setempat juga menghimbau untuk tidak meniup terompet dan menyalakan kembang api ketika perayaan tahun baru.

Propaganda mengenai meniup terompet itu budaya orang yahudi dan menyalakan kembang api itu budaya orang majusi tentu bukan propaganda baru di Indonesia. Propaganda ini sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. Tidak ada yang tahu pasti siapa yang memulai dan membuat propaganda ini. Namun yang pasti, siapa pun yang membuat propaganda semacam ini, saya hanya mau bilang bahwa propaganda ini adalah propaganda yang sangat buruk dan usang.

Saya memang tidak suka dengan meniup terompet atau menyalakan kembang api ketika tahun baru. Namun bukan berarti saya sepakat dengan propaganda dan alasan orang-orang yang menganggap bahwa meniup terompet itu budaya yahudi atau menyalakan kembang api itu budaya majusi. Saya tidak suka dengan tiupan terompet dan ledakan kembang api ya karena berisik. Itu saja.

Bertahun-tahun saya tidak bisa lepas dari kebisingan suara terompet dan kembang api setiap perayaan tahun baru. Kemana pun saya pergi ketika tahun baru, selalu saja ada suara bising terompet dan kembang api. Suara itu kadang susah ditebak dari mana datangnya, yang berujung dengan keterkejutan. Iya, saya sering sekali terkejut dengan suara terompet atau kembang api. Bahkan ada juga orang yang satu atau dua hari sebelum tahun baru sudah menyalakan kembang api yang bessar dan keras itu. Jujur saja, saya tidak suka dengan suaranya. Bahkan dengan bentuk kembang api di langit saja saya sudah tidak suka.

Memang dulu ketika saya kecil, saya suka sekali dengan meniup terompet atau menyalakan kembang api. Rasanya menyenangkan saat itu. Tapi semenjak saya dewasa, tradisi seperti itu menjadi tradisi yang sangat membosankan. Sudah membosankan, bikin berisik lagi. Coba lah bikin perayaan yang baru. Bikin secret party, gigs musik, atau minum-minum santai sambil bakar-bakar jagung di rooftop rumah kan juga lebih menarik untuk menikmati tahun baru. Daripada membuat kebisingan dengan tiupan terompet atau ledakan kembang api lho ya.

Setidaknya alasan penolakan saya terhadap terompet dan kembang api dalam perayaan tahun baru lebih logis, lebih masuk akal, dan harusnya lebih mudah diterima. Saya yakin, banyak juga orang seumuran saya atau bahkan di atas saya, yang juga risih dengan suara bising terompet dan kembang api, dan juga risih dengan suara bising propaganda busuk dan usang di atas. Jadi, seharusnya siapa pun yang menolak suara terompet dan ledakan kembang api di tahun baru, harusnya dengan alasan risih dengan suara bisingnya, bukan dengan alasan budaya orang ini orang itu.

BACA JUGA Bukan Mantra Kunto Aji, Lagu Korea ini Bisa Menyemangati Kamu di Tahun Baru atau tulisan Iqbal AR lainnya.

Baca Juga:

6 Rekomendasi Tontonan Netflix untuk Kamu yang Mager Keluar Rumah Saat Liburan Tahun Baru

5 Tips Agar Kantong Nggak Jebol Dikeroyok Diskon Natal dan Tahun Baru

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2022 oleh

Tags: merayakan tahun barutahun baruterompet dan kembang api
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Orang yang Bilang 'Nggak Terasa Udah Desember 2020' Itu Sampah!

Tidur Lebih Awal di Malam Pergantian Tahun Baru Itu Nggak Dosa!

23 Desember 2019
4 Peluang Usaha yang Menjanjikan untuk Sambut Natal dan Tahun Baru: Modal Minimal, Cuan Maksimal

4 Peluang Usaha yang Menjanjikan untuk Sambut Natal dan Tahun Baru: Modal Minimal, Cuan Maksimal

11 November 2025
Jalan Berlubang yang Abadi, jalan di desa

Tahun Baru itu Fana, Jalan Berlubang yang Abadi

2 Januari 2020
Lahir di Bulan Desember pas Mau Tahun Baru itu Nggak Enak! (Unsplash)

Lahir di Bulan Desember pas Mau Tahun Baru itu Nggak Enak!

24 Desember 2023
Kok Bisa Ada Orang Bahagia di Jogja, padahal Hidup Mereka Susah?  

Sebaiknya Jogja Ditutup Saja Saat Tahun Baru

27 Desember 2022
7 Makanan Khas Imlek yang Punya Makna dan Harapan Baik Terminal Mojok

7 Makanan Khas Imlek yang Punya Makna dan Harapan Baik

15 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026
8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”
  • Saya Setuju Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?
  • Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi
  • Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.