Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

5 Alasan Saya Menyesal Tidak “Hijrah” Jadi Pelanggan SPBU Shell sejak Dahulu

Rachelia Methasary oleh Rachelia Methasary
10 Oktober 2025
A A
5 Alasan Saya Menyesal Tidak “Hijrah” Jadi Pelanggan SPBU Shell sejak Dahulu Mojok.co

5 Alasan Saya Menyesal Tidak “Hijrah” Jadi Pelanggan SPBU Shell sejak Dahulu (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah beberapa minggu terakhir SPBU Shell di berbagai daerah di Indonesia kehabisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM). Habisnya stok BBM berkaitan dengan keputusan pemerintah menutup keran impor bagi perusahaan SPBU milik swasta. Terlepas dari pro kontra terkait keputusan itu, saya merasa sangat kecewa karena tidak bisa membeli bahan bakar dengan kualitas yang saya mau. 

Sebenarnya, saya termasuk pelanggan baru Shell. Sebelumnya, saya berlangganan SPBU pelat merah karena harganya lebih ramah di kantong. Dahulu, saya enggan menggunakan Shell karena  mahal dan terlihat lebih mewah. Kaum biasa saja dan mendang-mending seperti saya sudah minder duluan melihat antrean kendaraan di Shell. 

Akan tetapi, semenjak kabar “oplosan BBM” tersiar di awal tahun ini, saya membulatkan tekad untuk beralih ke SPBU Shell. Walau harganya memang lebih mahal, kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, ada banyak alasan lain yang membuat saya menyesal kenapa baru-baru ini jadi pelanggan Shell. 

#1 Antrean panjang, tapi petugas SPBU Shell tetap sat-set melayani

Masyarakat sudah banyak yang menyadari keunggulan SPBU Shell, salah satu yang jadi favorit adalah Shell Super. Antrean panjang pun tidak bisa dihindari. Kendati begitu, barisannya tidak sampai keluar area pom, ya. Tidak seperti SPBU “sebelah”. 

Satu hal lagi yang patut diapresiasi, jalur motor tidak didiskriminasi. Kami diberikan ruang yang cukup lebar untuk mengisi bahan bakar. Mereka tidak hanya memerhatikan pengisian BBM untuk mobil atau kendaraan besar lainnya. 

Tidak hanya itu, SPBU Shell memiliki petugas berseragam merah kuning yang pelayanannya sat-set plus ramah. Kami para konsumen tidak dibiarkan menunggu terlalu lama untuk mendapatkan bensin. Tidak lupa memberikan senyuman terbaik walaupun saya tahu mereka sudah lelah dan gerah. Gimana mau pindah ke lain hati kalau pelanggan dilayani secara prima seperti ini?

#2 Bisa cashless dan bayar di kasir, benar-benar tertib

Zaman serba digital kayak gini, sistem cashless pun menjadi kewajiban. Apalagi anak muda sekarang malas pegang banyak uang fisik, saya juga gitu sih. Nah, SPBU Shell sudah mengikuti tren masa kini dengan menerapkan pembayaran nontunai di kasir khusus. Ada sih yang masih memberikan uang ke petugas, tapi sangat jarang. Hal ini sangat memudahkan kami para pemuja QRIS.

Antrean di kasir pun tidak begitu mengular dan tertib. Layanan pembayaran juga cepat. Saya merasa terbantu dengan cara bayar ini. Pelanggan tidak perlu ngantri kelamaan karena menunggu uang kembalian dari petugas. Tapi, kalau kamu mau pakai uang cash ya nggak masalah asal pas jumlahnya agar tidak merepotkan operator.

Baca Juga:

Peristiwa Motor Brebet karena Bensin Plat Merah: Rakyat yang Kena Musibah, Rakyat Juga yang Diminta Repot Mencari Solusi

3 Alasan Toilet Indomaret Jadi Pilihan Saya Pas Kebelet Saat Berkendara daripada Toilet SPBU

#3 Kualitas bensin oke, irit, dan mesin motor saya tetap sehat

Semua orang tahu kalau kualitas bensin SPBU Shell nggak kaleng-kaleng. Sebagai pengguna, saya merasakan hal serupa. Saya selalu mengisi Beat mungil saya dengan Shell Super beroktan RON 92. Dari segi penggunaan, motor ini lebih irit ketimbang Pertamax dari Pertamina misalnya. Isi full tank Shell bisa sampai 2 minggu, tapi kalau Pertamina palingan seminggu lebih dikit (dengan jarak tempuh sama).

Saya sih nggak terlalu paham tentang permesinan, tapi selama berlangganan Shell, tarikan motor saya lebih ringan dan jarang ngeden. Mau diajak ngebut atau jalan santai juga oke banget. Kalau soal harga per liter, perbedaannya nggak terlalu jauh dengan Pertamax ya. Hanya saja kualitas Shell juara dan saya sudah nyaman dengan keunggulan yang diberikan.

#4 Fasilitas SPBU Shell lengkap, mulai dari minimarket sampai bengkel

Salah satu hal yang bikin SPBU Shell menjadi semakin menarik adalah tersedianya fasilitas yang cukup lengkap. Jika kamu habis perjalanan jauh lalu mampir isi bensin, jangan lupa ngopi atau ngemil di gerai Shell Select. Di sana terdapat bermacam menu, mulai dari pastry sampai cemilan gurih atau makanan siap santap. Kopinya pun nggak kalah mantap dengan harga yang ramah di kantong, nama mereknya deli2go.

Tidak hanya soal bensin atau kopi, SPBU Shell pun siap membantu jika kendaraanmu lagi rewel minta diservis. Di sini terdapat bengkel dengan berbagai layanan, seperti ganti oli, penambahan nitrogen, servis mesin, dan spooring. Saya pernah servis dan ganti oli motor di Shell dan biayanya masih terjangkau, nggak sampai bikin kantong menangis.

#5 Warna dan logo kerang kuning yang mudah diingat

SPBU yang berasal dari Inggris ini memiliki ciri khas tersendiri dan mudah diingat, yaitu logo kerang kuningnya. Setelah membaca berbagai sumber, saya mendapat informasi bahwa ikon ini berasal dari bisnis pertama Marcus Samuel, pendiri Shell, yaitu eksportir kerang. Hal ini yang membuat SPBU Shell mudah diingat, kerang kuning dengan garis merah di pinggirnya.

Kerang kan identik dengan pantai atau seafood, lha ini pom bensin, menarik kan. Selain itu, SPBU ini didominasi oleh warna kuning gonjreng yang memudahkan kita menemukannya. Segala sesuatu yang unik dan nyentrik memang gampang diingat dan selalu terkenang. Makanya, saya galau melihat kondisi Shell sekarang yang nggak punya stok bensin. Hiks..

Itulah 5 alasan kenapa saya akhirnya jatuh hati pada SPBU Shell. Entah sampai kapan pasokan bensinnya nol kayak gini. Semoga apapun solusinya disegerakan ya karena masih ada banyak pelanggan lain yang seperti saya. 

Penulis: Rachelia Methasary
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 3 Hal yang Saya Benci Ketika Mengisi Bahan Bakar di SPBU Pertamina.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2025 oleh

Tags: bbmbbm bensinbensinpertaminaShellspbuSPBU Shell
Rachelia Methasary

Rachelia Methasary

Pustakawan di ibu kota yang senang ngopi, traveling, dan baca buku. Lebih memilih tempat yang sepi dan tenang karena introvert.

ArtikelTerkait

4 Kesalahan Layout SPBU yang Bikin Pelanggan Nggak Nyaman

4 Kesalahan Layout SPBU yang Bikin Pelanggan Nggak Nyaman

22 Maret 2023
Honda Brio Boros? Bukannya Paling Irit, ya? Kelas Menengah Ngehe Tak Usah Bimbang Pilih Brio Baru Atau BMW Seken

Honda Brio Boros? Bukannya Paling Irit, ya?

26 Mei 2020
3 Hal yang Saya Takutkan Saat Isi Bensin di SPBU Self Service sebagai Introvert isi bensin

Cara Isi Bensin yang Jelas Lebih Masuk Akal Menghindari Kecurangan Oknum SPBU daripada Pakai Angka Ganjil yang Ribet dan Kocak

23 November 2024
Nyatanya, Beralih dari Kendaraan Konvensional ke Kendaraan Listrik Tak Semudah Itu mobil listrik jember

Nyatanya, Beralih dari Kendaraan Konvensional ke Kendaraan Listrik Tak Semudah Itu

5 Agustus 2022
Dosa SPBU Pertamina Lebih Dikit Ketimbang SPBU Shell (Unsplash)

SPBU Pertamina Memang Punya Dosa, tapi Masih Mendingan Dibanding SPBU Shell

7 Juli 2023
Pertamina Foundation Bagikan 50 Laptop ke 32 SD untuk Muluskan PJJ terminal mojok.co (1)

Pertamina Foundation Bagikan 50 Laptop ke 32 SD untuk Muluskan PJJ

3 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja Kombinasi Bunuh Diri Upah Rendah dan Kesepian

Memutuskan Merantau ke Jogja Adalah Langkah “Bunuh Diri Upah”: Terpaksa karena Keadaan dan Berakhir Menderita karena Kesepian

11 Januari 2026
Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

8 Januari 2026
Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

9 Januari 2026
3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal Mojok.co

Bukannya Upgrade Diri, Malah Nyalahin dan Bilang LinkedIn Aplikasi Toksik, Aneh!

5 Januari 2026
5 Hal yang Tidak Orang Katakan Soal Beasiswa LPDP Mojok.co

5 Hal yang Orang-orang Jarang Katakan Soal Beasiswa LPDP

10 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

Anggapan Solo Serba Murah Mulai Terasa Seperti Dongeng, Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.