Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Saya Berani Bertaruh, kalau Tahun Depan Menteri Pendidikan Diganti, Kurikulumnya Bakal Ganti Lagi

Agung Anugraha Pambudhi oleh Agung Anugraha Pambudhi
5 November 2023
A A
Saya Berani Bertaruh, kalau Tahun Depan Menteri Pendidikan Diganti, Kurikulumnya Bakal Ganti Lagi

Saya Berani Bertaruh, kalau Tahun Depan Menteri Pendidikan Diganti, Kurikulumnya Bakal Ganti Lagi (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya berani bertaruh, tahun depan, andai ganti menteri pendidikan,  yang akan pertama dilakukan adalah ganti kurikulum

Tahun politik sudah mulai bergulir, seluruh masyarakat Indonesia bergemuruh menjagokan pasangan Capres dan Cawapres pilihannya. Berbagai polemik perpolitikan di Indonesia juga mulai terlihat baik dan busuknya, mulai dari sistem hingga proses pemilihan. Tapi yang membuat saya tergelitik bukanlah proses pemilihan Capres dan Cawapres, tetapi pengangkatan menteri di kabinet pemerintahan yang baru nantinya. Khususnya menteri pendidikan.

Kenapa mesti menteri pendidikan? Ya, karena menteri ini yang kemudian memiliki tanggung jawab besar dalam mengemban amanahnya untuk mensejahterakan anak-anak bangsa. Katanya kan pendidikan merupakan tonggak kemajuan suatu bangsa.

Sebenarnya saya masih kurang yakin atau bahkan tidak yakin sama sekali dengan pendidikan di Indonesia. Mutu pendidikan kita tidak pernah ada peningkatan yang signifikan. Buktinya masih ada saja anak-anak yang tinggal di daerah 3T yang tidak dapat merasakan bangku sekolah. Masih banyak pihak-pihak dengan ekonomi menengah kebawah yang megeluhkan biaya pendidikan yang tinggi.

Permasalahan itu saja tidak pernah selesai dari dulu. Tapi anehnya kurikulum baru terus bergulir dan berganti sejalan dengan pergantian menteri pendidikan yang baru. Sebenarnya yang mau diganti apanya sih?

Perubahan kurikulum jadi rutinitas

Sejarah pergantian kurikulum oleh menteri pendidikan yang telah menjabat, saya yakin, bisa jadi satu artikel sendiri. Lihatlah betapa kompleksnya dan masifnya perubahan yang ada, dan lihat lagi efeknya apa.

Benar, hampir nggak ada.

Tapi ya itu terus dilakukan. Kesannya, ganti kurikulum itu tanda kalau menterinya kerja. Benar, kurikulum memang perlu diperbarui seiring zaman. Tapi, apakah tidak bisa membuat kurikulum yang benar-benar bisa bertahan lama?

Baca Juga:

Apa pun Kurikulumnya, Guru Tetaplah Pihak yang Selalu Disalahkan

Lebak dan Tangerang: Masih Satu Provinsi, tapi Perbedaan Kualitas Pendidikannya bagai Bumi dan Langit

Stigma “ganti menteri, ganti kurikulum” melekat di masyarakat

Rasanya tidak berlebihan kalau ada stigma ganti menteri pendidikan, ganti kurikulum. Dan tentu saja itu tindakan yang gegabah. Misalkan menteri menjabat paling lama lima tahun, artinya, kurikulum tersebut bertahan cuman lima tahun. Setelah itu, guru dan murid harus beradaptasi pada hal baru, lagi. Urus administrasi, urus urusan baru yang sama tak pentingnya lagi. Apa-apaan ini?

Setiap kurikulum yang berganti belum ada terobosan. Lantas yang ingin diubah dari segi apa? Yang ada hanya memberikan beban tersendiri kepada masyarakat yang bernaung dalam proses pendidikan.

Jika melihat dari sisi yuridis, hal ini dapat terjadi karena menteri pendidikan bekerja dalam menjalankan amanah dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang termuat dalam peraturan presiden pada setiap periode. Setiap Presiden dan Menteri saja biasanya memiliki pemikiran, visi, misi, dan filosofi yang berbeda dalam menilai pendidikan. Payahnya, sering kali apa yang dibawa tidak mendasar dan belum tentu efektif jika diterapkan. Jadi, para tenaga pendidik dan siswa dijadikan kelinci percobaan kah setiap pergantian kurikulum?

Padahal masih ada PR yang lebih penting untuk diselesaikan ketimbang kurikulum. Misalnya, gaji guru. Memperbaiki gaji guru itu bisa dianggap kalau menteri pendidikan beneran kerja lho. Nggak tertarik?

Tenaga pendidik kaget, apalagi siswanya

Adanya perubahan kurikulum oleh menteri pendidikan ini sebenarnya memiliki maksud yang baik. Tetapi, maksud yang baik tentunya akan dihadapkan oleh tantangan yang sama beratnya pula. Contohnya ya seperti yang saya sebutkan tadi. Tiap lima tahun, murid dan guru dipaksa beradaptasi lagi.

Guru terus-terusan dituntut untuk beradaptasi secara cepat. Padahal mereka telah menghabiskan waktu dan energi untuk memahami kurikulum lama dan mengembangkan metode pengajaran yang sesuai. Ketika kurikulum berubah, mereka harus mulai dari awal lagi.

Kalau menteri pendidikan yang selanjutnya hanya punya tawaran kurikulum baru, ya artinya nggak usah berharap apa-apa. Pendidikan tetap tak berdampak apa-apa. Guru tak akan meningkat kualitasnya. Murid cuman jadi sapi perah ekonomi sekolah. Dan negara, ya akan tetap jalan di tempat, nyenyak dalam mimpi jadi negara yang maju.

Penulis: Agung Anugraha Pambudhi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Hasil Pemilihan Rektor UNS Dibatalkan, Nadiem Makarim Dinilai Gagal Paham Mengeluarkan Produk Hukum

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 November 2023 oleh

Tags: kualitas pendidikankurikulum pendidikanmenteri pendidikan
Agung Anugraha Pambudhi

Agung Anugraha Pambudhi

Mahasiswa Ilmu Politik yang malas berpolitik.

ArtikelTerkait

Orang Tua Lebih Memilih Sekolah Swasta meskipun Biayanya Mahal karena Memang Sebagus Itu, Sekolah Negeri Perlu Ngaca sekolah swasta gratis

Sekolah Swasta Gratis, Ide Gila yang Bisa Bikin Pendidikan Makin Miris

19 Juni 2025
sekolah tiga hari

Halo Kak Seto, Ide Anak Sekolah Cukup Tiga Hari itu Sungguh Ramashook

11 Desember 2019
Dosen Pembimbing yang Nggak Becus Tak Bisa Jadi Pembenaran Jasa Joki Skripsi. Mahasiswa kok Mentalnya Pengecut? Aneh! joki tugas

Joki Tugas: Penjokinya Tak Bermoral, yang Dijoki Sudah Bodoh, Tak Bermoral Pula

4 November 2024
Ranking PISA Indonesia Naik, tapi Skornya Turun, Artinya Apa? Yak Betul, Kualitas Pendidikannya Jalan di Tempat

Ranking PISA Indonesia Naik, tapi Skornya Turun, Artinya Apa? Yak Betul, Kualitas Pendidikannya Jalan di Tempat

8 Desember 2023
sisi lain nadiem makarim

Sisi Lain Nadiem Makarim

25 Oktober 2019
Selama Gaji Guru Tidak Naik, Universitas Pendidikan macam UNY Hanya Akan Jadi Pencetak Orang Miskin Baru

Kenapa (Bisa) Orang-orang Menolak Kenaikan Gaji Guru?

3 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang  Mojok.co

Ulukutek Leunca, Makanan Sunda Paling Nggak Normal dan Rasanya Bikin Pusing Pendatang 

13 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Bisnis Mobil Rental: Keuntungannya Selangit, Risikonya Juga Selangit rental mobil

Rental Mobil demi Gengsi Saat Pulang Kampung Lebaran Adalah Keputusan yang Goblok

12 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.