Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Fesyen

Menjadi Dewasa Itu Menyadari Bahwa Harga Pakaian Dalam Ternyata Mahal Sekali  

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
30 April 2025
A A
Menjadi Dewasa Itu Menyadari Bahwa Harga Pakaian Dalam Ternyata Mahal Sekali  

Menjadi Dewasa Itu Menyadari Bahwa Harga Pakaian Dalam Ternyata Mahal Sekali  

Share on FacebookShare on Twitter

Kenapa nggak ada yang bilang sih kalau harga pakaian dalam itu mahal? Dewasa kok menyedihkan gini yha

Dulu, dalam benak saya, jadi dewasa itu berarti boleh tidur larut malam tanpa dimarahi ibu. Jadi dewasa juga berarti dibolehin nyetir motor sendiri dan nginep di rumah temen. Termasuk, dibolehin pakai bedak dan lipstik.

Tapi siapa sangka, menjadi dewasa ternyata lebih dari itu semua. Ketika seseorang beranjak dewasa, bukan hanya tanggung jawabnya yang bertambah, tapi culture shock-nya juga nambah. Salah satunya adalah menyadari bahwa harga pakaian dalam itu mahal sekali.

Zaman kecil dulu, mana paham kita kalau harga pakaian dalam ternyata mahal begini. Tahu-tahu, barang mungil itu sudah ada di lemari. Bapak dan ibu yang selama ini beli. Barulah ketika dewasa, ketika beli pakaian dalam dari kantong sendiri, kagetnya sampai ke ulu hati. Mahal, euy!

Pakaian dalam adalah kebutuhan pokok

Dipikir-pikir, harga pakaian dalam yang mahal ini lucu juga, ya? Maksud saya, pakaian dalam itu kan bagian dari kebutuhan dasar, bukan kemewahan. Kurang lebih sama lah seperti makan, tidur nyenyak, atau punya akses ke air bersih. Tapi, kenapa ya pakaian dalam yang layak dan nyaman terasa seperti barang mewah? Akhirnya, baru bisa dibeli kalau kita punya penghasilan tetap, dapat bonusan dari kantor, atau pas yang punya merek lagi diskon gede-gedean.

Di pasar, toko grosiran, ataupun di lapak dadakan pas car free day, kita mungkin bisa menemukan sempak seharga 10 ribu dapat 3 pcs dan bra seharga 25 ribuan saja. Tapi, kita semua pasti tahu betul bahwa itu semua datang dengan risiko. Mulai dari bahan yang kasar, karet yang mencekik, dipake terasa panas, serta keluhan-keluhan lain.

Soal ketahanan pun, pakaian dalam murahan sudah jelas tidak akan awet. Baru kena cuci beberapa kali saja, karetnya mulai kendor, jahitan lepas, serta bolong kecil di mana-mana.

Risiko kesehatan

Bukan hanya itu saja. Dilihat dari kacamata kesehatan, pakaian dalam murahan ini jelas berisiko. Bahan sintetis seperti poliester, nilon, atau campuran plastik yang biasanya digunakan untuk memproduksi pakaian dalam versi murah, membuat area genital jadi jadi lembap terus. Padahal, tempat lembap sama dengan surga bagi jamur dan bakteri. Say hello deh sama infeksi jamur, keputihan, ruam dan gatal.

Baca Juga:

Laundry Pakaian Dalam Itu Sebenarnya Boleh atau Nggak, sih?

Ketahui Jenis-jenis Bra dan Beragam Fungsinya biar Nggak Asal Pakai!

Ditambah lagi, pakaian dalam murah umumnya juga dicelup menggunakan pewarna tekstil kualitas rendah yang mengandung zat beracun seperti azo dye. Pewarna ini bisa menyebabkan iritasi kulit, alergi, bahkan dalam jangka panjang memicu risiko kanker jika terus-menerus bersentuhan dengan kulit sensitif.

Bayang-bayang eksploitasi di lembaran pakaian dalam murah

Parahnya lagi, pakaian dalam murah ini termasuk dalam kategori fast fashion. Nah, seperti yang kita tahu, fast fashion ini bekerja karena ada rantai pasok yang eksploitatif. Kita –sebagai konsumen –bukannya tidak tahu ada bayang-bayang eksploitasi tenaga kerja dalam industri fast fashion. Tapi, ya, mau bagaimana lagi? Nggak ada pilihan. Mau beli brand lokal yang bahannya nyaman dan pekerjanya dibayar dengan manusiawi, ehhh, harganya yang nggak manusiawi.

Ya gimana nggak mahal? Rata-rata brand lokal ini tidak disokong negara. Tidak ada subsidi bahan baku, tidak ada insentif produksi, tidak ada proteksi pasar. Mereka berjuang sendiri di tengah pasar yang dibanjiri barang impor murah.

Wah, endingnya menyalahkan pemerintah nih untuk urusan harga pakaian dalam yang mahal?

Ya, menurut kalian, siapa lagi coba yang harus disalahkan? Pemerintah itu punya kapasitas loh untuk mengatur regulasi, dsb. Tapi nyatanya? Harga pakaian dalam yang nyaman tetap saja mahal. Gimana, dong?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Celana Dalam Wanita Indomaret, Celana Dalam Puluhan Ribu Rasa Ratusan Ribu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 April 2025 oleh

Tags: harga pakaian dalampakaian dalampoliester
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

laundry pakaian dalam

Laundry Pakaian Dalam Itu Sebenarnya Boleh atau Nggak, sih?

14 November 2021
Ketahui Jenis-jenis Bra dengan Beragam Fungsi Berikut biar Nggak Salah Pakai! terminal mojok

Ketahui Jenis-jenis Bra dan Beragam Fungsinya biar Nggak Asal Pakai!

15 April 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga Mojok.co

Kebumen Perlahan “Naik Kelas” dari Kabupaten Termiskin Jadi Daerah Wisata, Warlok yang Tadinya Malu Berubah Bangga

9 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga
  • Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang
  • KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”
  • Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
  • Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.