Mengulik Sosok Robert Davis Chaniago, Chef Misterius di Film Warkop DKI – Terminal Mojok

Mengulik Sosok Robert Davis Chaniago, Chef Misterius di Film Warkop DKI

Artikel

Avatar

Kemunculan Chef selebriti di layar kaca, seperti Chef Renatta dan Chef Juna, tentu saja bukan hal yang baru di Indonesia. Masih terngiang dalam ingatan ketika tahun 90an, saya banyak menghabiskan akhir pekan dengan dua kegiatan. Nonton film warkop DKI dan menikmati acara memasaknya Chef Rudy Choirudin maupun Sisca Soewitomo. Sungguh masa-masa yang tiada beban. Waktu itu ada juga salah satu film warkop DKI yang bertema kuliner. Film yang tanpa disadari ternyata masih mengganggu pikiran saya sampai sekarang karena memunculkan nama Robert Davis Chaniago. 

Judulnya Pokoknya Beres. Film berdurasi 87 menit ini bercerita tentang Dono yang pandai memasak dan sudah melamar kerja ke berbagai restoran namun selalu ditolak. Ya bukan Dono namanya kalau nggak kebagian peran apes dalam film-film warkop.

Nah, pada akhirnya ada satu restoran yang mau mempekerjakan Dono sebagai chef. Dono diterima bukan karena kepiawaiannya dalam memasak, tapi karena kesalahpahaman pemilik restoran yang mengira Dono sebagai Robert Davis Chaniago. Hingga akhir film, sosok Robert Davis Chaniago tidak dimunculkan dan masih menjadi misteri.

Sebenarnya siapa sih Robert Davis Chaniago?

Pertanyaan ini selalu muncul di kepala saya selama lebih dari 20 tahun. Sebab saya tidak punya akses atau privilese buat tanya langsung ke Deddy Armand dan Raam Punjabi selaku penulis naskah film tersebut, berikut beberapa hipotesis saya tentang sosok Robert Davis Chaniago.

#1 Bukan nama asli

Mochtar Naim, antropolog dan sosiolog yang dikenal sebagai ahli Minangkabau pernah menerbitkan buku berjudul Merantau. Dalam bukunya, beliau menjelaskan bahwa usai peristiwa PRRI-Permesta di Sumatra Barat pada1960an, banyak warga Minang yang memutuskan meninggalkan tanah kelahirannya untuk merantau. Dalam perantauannya, mereka juga mengganti nama aslinya dengan nama lain untuk menyamarkan kekhasan Minangnya demi keamanan.

Nah hal ini bisa saja berlaku pada Robert Davis Chaniago. Ada beberapa teori terkait ide atau inspirasi pemilihan nama tersebut sebagai nama samaran. Mungkin terinspirasi dari aktor dan penulis Amerika pemenang Academy Award 1961, Robert P. Davis. Atau bisa juga terinspirasi dari Robert B. Davis, gitaris Mud, grup musik rock dari dataran Inggris. Entahlah, sudah saya cek di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil juga nggak nemu.

#2 Cerdas, kreatif, dan ulet

Sebagai ahli masakan padang keluaran Prancis, ilmu tersebut tentu saja tidak diperoleh secara cuma-cuma. Ada usaha, keringat, dan kecerdasan yang ditempa seiring berjalannya waktu. Robert Davis Chaniago menurut saya adalah orang yang cerdas. Pada 1980-an lho beliau sudah berhasil merantau ke Eropa untuk menimba ilmu tentang masak memasak.

Bayangan saja, beliau dulu bersekolah di salah satu sekolah masak terbaik di Prancis, yaitu Le Cordon Bleu di kota Paris. Jika benar seperti itu, maka sanad keilmuan Robert Davis Chaniago tidak perlu diragukan lagi. Sekolah masak yang berdiri sejak tahun 1895 tersebut sudah menghasilkan ratusan chef terkenal kelas dunia, termasuk chef Renatta. Jadi chef Renatta tidak lain dan tidak bukan adalah adik kelasnya chef misterius ini.

Selain cerdas, tokoh ini juga dicertakan sebagai sosok yang kreatif dan ulet. Meskipun lulusan Eropa, beliau tetap mempertahankan nasionalismenya sebagai warga Indonesia. Hal tersebut beliau tunjukkan melalui kreativitas masakannya yang menggabungkan kearifan lokal Indonesia dengan gaya Prancis.

Masakan andalan Chef Robert Davis Chaniago adalah balado ala français, gulai otak ala Napoléon, dan rendang jengkol ala Charles de Gaulle. Masakan yang membuat pemilik restoran sangat yakin akan meraih keuntungan finansial yang banyak. Luar biasa kan, saya jadi makin penasaran ingin mencicipi salah satu hasil masakannya.

#3 Gaji per bulannya 2 digit

Pemilik restoran mengakui bahwa ahli masakan padang keluaran Prancis adalah suatu kombinasi yang tidak ada duanya. Oleh karena itu, upah chef Robert Davis Chaniago yang ditawarkan oleh pemilik restoran adalah gaji pokok plus bonus 10% dari omset.

Jika saya ambil contoh perhitungan pada tahun 2019, gaji Robert Davis Chaniago minimal adalah Rp 147.458.852 per tahun. Dibagi 12 bulan ya kira-kira dapat Rp 12.288.237 per bulannya. Belum ditambah 10% omset dari restoran kelas menengah yang berkisar 40-60 juta per bulan.

Ini itung-itungane kasar banget lho ya, tapi bisa dibayangkan lah penghasilan dari chef Robert Davis Chaniago. Belum kalau diminta mengisi pelatihan PKK atau Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI).

***

Tapi, bagaimanapun kerasnya saya berusaha mencari jawaban siapa sebenarnya Robert Davis Chaniago, kok yo selalu kuldesak alias buntu. Saya jadi mikir, jangan-jangan beliau ini sesungguhnya adalah agen intelijen? Atau memang cuma bisa-bisanya Deddy Armand dan Raam Punjabi aja? Hash mbuh…!

BACA JUGA Film Warkop dalam Infografik: 10 Data yang Bisa Anda Temukan jika Menonton Semuanya dan tulisan Bachtiar Mutaqin lainnya.

Baca Juga:  Melucu Itu Tidak Mudah, Hargailah dengan Tertawa
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
25


Komentar

Comments are closed.