Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Mengukur Ekonomi Anak Kos dari Sabun Mandi yang Dipakainya

Desi Murniati oleh Desi Murniati
15 April 2020
A A
sabun mandi

Mengukur Ekonomi Anak Kos dari Sabun Mandi yang Dipakainya

Share on FacebookShare on Twitter

Saya resmi menjadi anak kos sejak 6 tahun yang lalu bersamaan dengan saya yang resmi menyandang status mahasiswa. Menjadi anak kos bukan sesuatu yang mudah, tapi juga tidak sulit. Menjadi anak kos membuat saya bisa bebas mengatur kehidupan saya sendiri. Namun nggak enaknya ketika uang bulanan lagi seret dan mau minta kiriman ke orang rumah rasanya nggak enak. Baru minta awal bulan, kok minta lagi. Alhasil, banyak anak kos yang awalnya karnivora menjadi mie instanvora (istilah untuk orang yang hanya makan mie instan).

Banyak anak kos yang akhirnya diidentikan dengan mie instan. Entah sudah ada berapa banyak konten kreator yang memparodikan kehidupan anak kos serta hubungannya dengan mie instan. Namun saya merasa tidak ada dalam bagian itu. Saya bebas mau makan mie kapan pun dan saat maag sedang kambuh saya bisa sebulan nggak makan mie. Meski kemisqueenan saya saat kos tidak bisa diibaratkan dengan mie instan, namun ada satu benda yang ternyata berubah sesuai dengan keadaan perekonomian saya. Benda itu adalah sabun mandi.

Saat awal ngekos, saya memakai sabun merk Lifebuoy. Bisa dibilang merk ini merk langganan keluarga saya. Mulai dari yang warna merah, putih, kuning, sampai varian baru yang ada bintik-bintik berwarna biru sudah kami pakai. Mungkin alasan keluarga saya memakai merk ini karena gambar pada bungkus sabun Lifebuoy yang selalu menampilkan keluarga bahagia. Keluarga saya ingin menjadi mereka sebagai figur family goals.

Namun saat saya kos, ternyata tidak mudah mempertahankan kebiasaan keluarga saya dalam memilih sabun mandi, apalagi ketika saya membelinya di supermarket berjajar sabun mandi dengan berbagai merk. Sesuatu yang tidak ditemui keluarga saya saat membeli sabun mandi di warung dekat rumah. Pada akhirnya saya beralih menggunakan sabun Shinzui yang harganya lebih mahal dari sabun Lifebuoy.

Saat saya membeli sabun Shinzui biasanya ekonomi saya sedang tidak buruk-buruk amat. Masih ada uang lebih meski hanya satu lembar lima ribu rupiah. Tentu saja saya tidak merasa rugi beralih dari sabun Lifebuoy ke sabun Shinzui karena dengan menggunakan sabun Shinzui saya merasa lebih perempuan. Selain karena adanya gambar perempuan cantik pada bungkusnya, sabun Shinzui juga merupakan sabun kecantikan yang berbeda dengan sabun Lifebuoy yang merupakan sabun kesehatan.

Pada tahun 2017 saat saya semester 6, saya naik derajat dengan meninggalkan sabun Shinzui dan beralih ke Biore Sabun Cair. Saat itu ekonomi saya memang sedang stabil-stabilnya, karena selain masih mendapatkan cost living yang diberikan oleh Bidikmisi, saat itu juga saya mendapatkan hibah PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang nominalnya sangat besar bagi mahasiswa seperti saya sehingga cost living dari Bidikmisi bisa saya gunakan untuk hedon (pakai sabun Biore).

Sensasi menggunakan sabun Biore tidak bisa dikalahkan oleh sabun apa pun yang pernah saya pakai. Selain karena sabun Biore ini sabun cair, aroma khas buah-buahan dan wangi bunga-bunga juga berbeda dengan sabun Lifebuoy dan sabun Shinzui yang pernah saya pakai. Entah kenapa sabun Biore ini juga begitu nempel di kulit, apalagi jika memakainya dengan dituangkan ke spons mandi kemudian diremas-remas sampai berbusa. Saya yang sering malas mandi mendadak punya alasan mandi 2 kali sehari.

Mungkin bagi sebagian orang ini terkesan lebay. Ya apa hebatnya sabun cair Biore yang harganya masih di bawah Rp 20.000 untuk ukuran 250 ml dan di bawah Rp 10.000 untuk ukuran 100 ml, masih banyak merk sabun cair yang lebih mahal dari Biore bahkan Dettol Sabun Cair masih lebih mahal dari Biore. Namun bagi saya Biore Sabun Cair sudah dapat menggambarkan betapa ekonomi saya pada saat itu sedang berada di puncak. Karena 2 tahun setelah itu, saya tidak sanggup membeli sabun Biore dan hanya bisa memandang rindu ketika berada di supermarket.

Baca Juga:

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

Tahun 2019 setelah gagal lulus tepat waktu dan kehilangan beasiswa Bidikmisi, saya mengganti sabun mandi saya yang tadinya Biore ke sabun batang Citra. Buat yang sering belanja ke supermarket pasti tahu harga sabun batang Citra lebih murah dari sabun cair Biore. Bahkan sabun Citra ini masih lebih murah dibandingkan dengan sabun Lifebuoy. Ya, saat itu ekonomi saya memang sedang terjun bebas: bayar UKT, tidak ada beasiswa dan biaya-biaya lainnya. Jadi saya tidak punya pilihan lain selain mengganti sabun mandi untuk lebih berhemat.

Setiap orang punya cara sendiri-sendiri untuk mengatur keuangan, termasuk saya. Sebagai anak kos, tidak mungkin saya mengutamakan sabun mandi yang membuat saya mandi berjam-jam namun setelahnya saya kelaparan. Namun jika saya rindu dengan sabun Biore, saya biasanya akan menabung dan sesekali membelinya untuk reward kepada diri sendiri. Jangan tanya saya pakai merk sabun mandi apa saat ini, sebagai pengangguran saya nggak neko-neko. Sabun Giv dari hajatan tetangga sudah Alhamdulillah.

BACA JUGA Buat Kamu yang Suka Mampir Indekos Teman Seenaknya! atau tulisan Desi Murniati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 April 2020 oleh

Tags: Anak Kosekonomi anak kossabun mandi
Desi Murniati

Desi Murniati

Content writer dan blogger yang s seringnya nulis SEO dan menulis konten opini. Sekarang sibuk belajar jadi content creator.

ArtikelTerkait

Gultik Enak, tapi Nggak Cocok buat Anak Kos

Gultik Enak, tapi Nggak Cocok buat Anak Kos

2 Juli 2024
Lebaran Tahun Ini: Meski Raga Tak Bersama, Silaturahmi Tetap Harus Terjaga Berlutut dan Pakai Bahasa Jawa Kromo Adalah The Real Sungkeman saat Lebaran Selain Hati, Alam Juga Harus Kembali Fitrah di Hari yang Fitri Nanti Starter Pack Kue dan Jajanan saat Lebaran di Meja Tamu Mengenang Keseruan Silaturahmi Lebaran demi Mendapat Selembar Uang Baru Pasta Gigi Siwak: Antara Sunnah Nabi Atau Komoditas Agama (Lagi) Dilema Perempuan Ketika Menentukan Target Khataman Alquran di Bulan Ramadan Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini Melewati Ramadan dengan Jadi Anak Satu-satunya di Rumah Saat Pandemi Memang Berat Belajar Gaya Hidup Eco-Ramadan dan Menghitung Pengeluaran yang Dibutuhkan Anak-anak yang Rame di Masjid Saat Tarawih Itu Nggak Nakal, Cuma Lagi Perform Aja Fenomena Pindah-pindah Masjid Saat Buka Puasa dan Salat Tarawih Berjamaah 5 Aktivitas yang Bisa Jadi Ramadan Goals Kamu (Selain Tidur) Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini Sejak Kapan sih Istilah Ngabuburit Jadi Tren Ketika Ramadan? Kata Siapa Nggak Ada Pasar Ramadan Tahun Ini? Buat yang Ngotot Tarawih Rame-rame di Masjid, Apa Susahnya sih Salat di Rumah? Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa Buat Apa Sahur on the Road kalau Malah Nyusahin Orang? Bagi-bagi Takjil tapi Minim Plastik? Bisa Banget, kok! Nikah di Usia 12 Tahun demi Cegah Zina Itu Ramashok! Mending Puasa Aja! Mengenang Kembali Teror Komik Siksa Neraka yang Bikin Trauma Keluh Kesah Siklus Menstruasi “Buka Tutup” Ketika Ramadan Angsle: Menu Takjil yang Nggak Kalah Enak dari Kolak Nanjak Ambeng: Tradisi Buka Bersama ala Desa Pesisir Utara Lamongan

Sahur: Penyebab Kegalauan Hakiki Anak Kos di Bulan Ramadan

24 April 2020
Dear Maba, Jangan Sewa Kos Tahunan Kalau Nggak Mau Menderita kayak Saya

Dear Maba, Jangan Langsung Sewa Kos Tahunan Kalau Nggak Mau Menderita kayak Saya

24 April 2024
Menelaah Karakter Anak Kos dari Cara Memperlakukan Pintu Kamar Terminal Mojok

Menelaah Karakter Anak Kos dari Cara Memperlakukan Pintu Kamar

8 Januari 2021
Buat Kamu yang Suka Mampir Indekos Teman Seenaknya!

Buat Kamu yang Suka Mampir Indekos Teman Seenaknya!

29 November 2019
5 Varian Indomie yang Layak Dipertimbangkan Jadi Menu Buka Puasa Anak Kos

5 Varian Indomie yang Layak Dipertimbangkan Jadi Menu Buka Puasa Anak Kos

9 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkot Bekasi Bikin Kapok, Udah Bener Naik Motor Aja (Unsplash)

Sekali Naik Angkot Bekasi, Saya Paham Kenapa Orang Jakarta Lebih Pilih Motor

12 Juni 2026
Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih? Mojok.co

Menggugat para Pengendara yang Hobi Menyalakan Lampu Hazard Pas Hujan Deras: Anda Mau Aman atau Mau Bikin Pengendara Lain Masuk Jurang?

13 Juni 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Sebelum KKN, Pahami bahwa Hal-Hal Menyebalkan dalam KKN yang Kebanyakan Datang dari Teman Satu Posko

14 Juni 2026
Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online Mojok.co

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

9 Juni 2026
Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Jadi Penyelamat di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas Mojok.co

Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Menyelamatkan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas

13 Juni 2026
All New Honda Vario 125 eSP 2018: Motor Matik Kencang, Nyaman, dan Paling Enak Dipakai Harian motor honda blade 110 honda vario 160 supra x 125 vario street suzuki burgman

Vario Street Harus Diakui Lebih Jelek ketimbang Suzuki Burgman, Jika Bisa Beli Salah Satunya, Mending Beli Suzuki Burgman Saja  

14 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.