Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menghitung Penghasilan David Pannick, Pengacara Kondang Manchester City

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
16 Juli 2020
A A
manchester united manchester city liga inggris FFP david pannick MOJOK.CO

manchester united manchester city liga inggris FFP david pannick MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Dunia sepakbola memang memiliki sosok satir yang diberi gelar “Lord” bernama Nicklas Bendtner. Gelar ini merupakan sebuah ejekan terselubung kepada sosok ini. Walau penampilan yang jauh dari kalimat mengundang decak kagum, namun ada hal yang membuat pecinta bola susah untuk membenci sosok yang satu ini. Kini, muncul satu sosok “Lord” lagi yang benar-benar Lord.

Sosok Lord ini adalah sosok yang membuat jagad sepakbola terbagi menjadi dua, antara cinta dan benci, antara benci namun menyimpan perasaan kagum atas betapa ndakiknya ia memerangi perkara maha luar biasa dalam sepakbola bernama financial fair play.

David Pannick namanya. Sosok yang tidak pernah panik ketika membela para pengguna jasanya, termasuk tim kaya yang dibilang oleh Sir Alex sebagai tetangga yang berisik, yakni Manchester City. Atas dugaan pelanggaran financial fair play, mulai dari gejolak dana 60 juta antara City dan Etihad sebagai sokongan dana memboyong Riyad Mahrez hingga dana dari perusahaan Aabar hanya 3 juta paun sedangkan sisanya, 12 juta, berasal dari kantung sang pemilik City, Sheikh Mansour.

Memang, financial fair play ini adalah sebuah tujuan menyeimbangkan neraca keuangan dari sebuah tim dan meminimalisasi dari campur tangan berlebih pemilik klub. Contohnya adalah Parma yang hampir menemui ajal lantaran medio 90an, ia terus berkubang dalam ketika sang pemilik, Parmalat. Dan ketika ada tim yang melanggar aturan ini, biasanya (biasanya lho, ya) tim-tim tersebut akan tergelincir dalam lembah bernama sanksi.

Sebut saja AC Milan yang didiskualifikasi dalam ajang Liga Europa dan Malaga pada tahun 2013 yang dilarang tampil di kompetisi UEFA. Bukannya tebang pilih, namun sosok David Pannick adalah koentji. Andai kata Milan dan Malaga meminang servis Pannick mungkin hasilnya…sama saja, sih. Jika pemilik Milan dan Malaga adalah Seikh Mansour dan pengacara mereka David Pannick, nah baru bisa mereka terlepas dari jerat financial fair play.

Tapi, jika mau membedah semuanya secara berimbang, sosok Pannick memang luar biasa. Dalam jagad sepakbola moderen, usaha Pannick memenangkan laga yang jarang bisa dimenangkan oleh tim mana pun. City tak mungkin menaruh panji berupa kedigdayaan mereka pada sosok biasa lantaran bisa mengagalkan upaya Theresa May, Perdana Menteri Inggris, dalam perkara Brexit yang menggaung pada tahun 2016 silam.

Sebenarnya, City dan Pannick sudah lama berkawin dalam kebersamaan. Misalkan pada kasus Joe Royle, mantan pelatih City medio 1998-2001 yang harus angkat kaki dari Maine Road dengan membawa denda 467 ribu paun. Ketika banyak orang menganggap Sheikh Mansour sebagai peletak dasar pondasi revolusi trofi, kemudian pergantian filosofi Kevin Keegan menuju era Stuart Pearce, banyak yang berpendapat bahwa peletak pondasi ini adalah Joe Royle.

Tidak sepenuhnya salah semisal kita mengatakan City menang karena uang. Menyewa sosok ulung yang satu ini, agaknya City harus merogok kocek yang amat dalam. Walau City sudah menggunakan jasanya selama belasan tahun, saya tidak akan memperkirakan bahwa ada kata-kata semisal “ayolah, Nick, harga temen,”. Nggak, nggak bakal ada. Jangankan menyewa jasa pengacara, beli gedungnya pun saya rasa City mampu.

Baca Juga:

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

Persamaan Kontroversi Feodalisme Pondok Pesantren dan Liverpool yang Dibantu Wasit ketika Menjadi Juara Liga Inggris

Harga pengacara di daratan Britania tiap tahunnya akan terus meningkat. Juga, tingkat kasus pun sangat beragam. Tim Pannick juga menangani kasus-kasus kelas kakap, nama mereka melambung dan teorinya sih pasti harga jasa mereka terus mengalami peningkatan. Urgensi City sudah terlihat semenjak dibesut Guardiola yang terus menempel label Liga Champions di Barcelona. Dan dengan ancaman 2 tahun tidak mengikuti kompetisi Eropa, rasanya kasus ini menjadi urgensi yang amat besar bagi mereka.

20 ribu paun atau setara 360 juta rupiah bagi City adalah hal yang kecil. Dalam seminggu, Pannick dapat memperoleh gaji sebesar 140 ribu paun. Angka ini berada di atas para pemain City semisal Benjamin Mendy yang digaji 90 ribu paun per pekan, John Stones 100 ribu paun per pekan, Nicolas Otamendi dan Aymeric Laporte yang digaji 120 ribu paun per pekan. Dengan ini, Pannick adalah “pemain bertahan” termahal dalam squad Manchester City.

Kasus FFP yang dialami City bergejolak kurang lebih 5 bulan dan katakanlah 150 hari. Itu berarti, dalam kasus ini, City harus membayar Pannick sebesar 3 juta paun. Belum lagi ditambah bonus keberhasilan memenangkan perkara ini. David Pannick, yang jelas, bermandikan uang dalam jumlah tak masuk akal setelah membuat City keluar dari kubangan sanksi.

Dan setelah memenangkan dengan elegan, City harus berkeliling kota untuk merayakan kemenangan mereka melawan akal sehat. Tentunya, dengan David Pannick sebagai pemain terbaiknya.

BACA JUGA Menghitung Penghasilan Sandy Cheeks, Tupai Jenius di Bikini Bottom dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2020 oleh

Tags: david pannickFFPmanchester city
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

manchester united manchester city liga inggris FFP david pannick MOJOK.CO

Halu Bebas, tapi Bilang Manchester City Bakal Juara Premier League kok Nganu ya

15 September 2021
David Silva Gelandang Underrated Kelas Dunia Pamit dari Liga Inggris MOJOK.CO

David Silva: Gelandang Underrated Kelas Dunia Pamit dari Liga Inggris

27 Juli 2020
ole pemain underrated fans bola fans Manchester United MU jesse lingard manchester united liverpool Real Madrid #GlazersOut Gini doang nih grup neraka? MOJOK.CO

Liverpool Itu Norak? Mungkin Fans Manchester United Ada Benarnya

3 Juli 2020
Apakah Salah Jika Fans Manchester United Menyukai The Beatles dan Osis MOJOK.CO

Manchester United Mengidolakan Beatles dan Oasis: Ketika Musik Menembus Batas Rivalitas

28 Juli 2020
manchester united manchester city liga inggris FFP david pannick MOJOK.CO

Manchester United Ternyata Kalah Kelas dari Manchester City, Si Perusak Anus UEFA

14 Juli 2020
3 Fakta yang Seharusnya Membuat Arsenal Bahagia Meski Gagal Juara Liga Inggris (Unsplash)

3 Fakta yang Seharusnya Membuat Fans Arsenal Tetap Bahagia Meski Gagal Juara Liga Inggris

21 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tiga Jalan Menuju Revolusi: Tan Malaka, Soekarno, dan D.N. Aidit

Tiga Jalan Menuju Revolusi: Tan Malaka, Soekarno, dan D.N. Aidit

27 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor Mojok.co

Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

23 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026
5 Barang Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek-merek yang Sudah Besar Mojok.co

5 Produk Private Label Indomaret yang Ternyata Lebih Unggul Dibanding Merek yang Sudah Besar

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.