Mengenang Kantin Kopma, Tempat Nongkrong Terbaik di UIN Walisongo

Mengenang Kantin Kopma, Tempat Nongkrong Terbaik di UIN Walisongo

Mengenang Kantin Kopma, Tempat Nongkrong Terbaik di UIN Walisongo (Pixabay.com)

Kantin Kopma UIN Walisongo sudah rata dengan tanah. Tapi, ceritanya tak akan ikut terkubur meski dibenamkan hingga pusat bumi

Kenapa sekolah/kampus selalu makin bagus setelah saya lulus adalah pertanyaan umum yang ada di benak para alumni setelah berkunjung kembali ke sekolah lamanya. Saya cukup relate dengan pertanyaan tersebut.

Ya, kampus saya menempuh sarjana, UIN Walisongo Semarang, sekarang makin bagus. Baik secara pembangunan maupun program studinya. Sehingga saya rasa bakal melahirkan alumni yang semakin berkualitas. Setidaknya lebih berkualitas ketimbang saya.

Di tengah gegap gempita pembangunan dan kemajuan UIN Walisongo, ada satu hal yang nggak bakal pernah dirasakan mahasiswa UIN era sekarang. Hal tersebut adalah Kantin Kopma Walisongo, tempat nongkrong terbaik di UIN Walisongo.

Dari mahasiswa, untuk mahasiswa, oleh mahasiswa

Seperti namanya, Kantin Kopma Walisongo, pengelola kantin ini tentu Kopma Walisongo, yang notabene anggotanya adalah mahasiswa aktif UIN Walisongo. Pengurus dan pegawai Kopma Walisongo pun mahasiswa dari UIN Walisongo.

Yang berjualan di kantin bukan hanya pengelolanya saja. Mahasiswa walisongo yang punya minat di bidang entrepreneur juga diperbolehkan menyewa tempat di kantin kopma. Ada dua penyewa tempat di kantin kopma yang saya kenal. Dua penyewa itu adalah senior dan teman angkatan saya.

Jika laba dari kantin kopma walisongo besar, uangnya masuk SHU (Sisa Hasil Usaha). SHU itu semacam pembagian laba dari koperasi untuk para anggotanya. Semacam dividen kalau di perusahaan. Oleh karena itu, saya bilang bahwa kantin kopma itu dari mahasiswa, untuk mahasiswa, oleh mahasiswa.

Lokasi strategis

Lulusan lama UIN Walisongo nggak mungkin kalau nggak tahu Kantin Kopma. Minimal pernah lewat. Atau, sekali-kali makan di sana. Mengingat lokasinya yang sangat strategis yaitu di dekat pintu gerbang kampus 3 UIN Walisongo.

Gerbang kampus 3 UIN Walisongo menjadi pintu keluar masuk mahasiswa yang berkuliah di sana. Khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dan Fakultas Dakwah.

Biasanya Kantin Kopma menjadi tempat sarapan mahasiswa sebelum masuk ke kelas. Kadang, ada juga mahasiswa yang setelah selesai kuliah baru ke sana untuk makan siang. Tapi, lebih banyak mahasiswa yang makan di sana untuk merapel sarapan dan makan siangnya.

Menu makanannya unik

Menu makanan di kampus kamu apa aja? Nasi goreng? Mi goreng? Atau ayam geprek? Ah itu biasa. Di kantin kopma punya menu yang nggak biasa. Bukan menu makanan standar kampus.

Menu makanan di kantin kopma unik-unik. Seperti nasi tempur, tempe kemul, dan mi ongklok. Buat yang belum tau, tempe kemul dan mi ongklok adalah makanan khas Wonosobo. Bayangkan bisa nemu makanan khas Wonosobo di kampus Semarang, unik banget kan?

Gimana nggak unik, lha wong nyari makanan khas Wonosobo di Semarang aja susah.

Harga makanan terjangkau

Menu makanan di kantin kopma bukan cuma unik saja. Selain unik, harga menu makanan di sana juga cukup terjangkau. Untuk ukuran makanan yang dijual di wilayah dalam kampus.

Seingat saya, cukup membawa uang sepuluh ribu rupiah, mahasiswa UIN Walisongo zaman dulu bisa menikmati seporsi makanan dan segelas es teh. Itu pun masih ada kembaliannya. Murah tenan toh?

Titik kumpul

Bagi saya, Kantin Kopma bukan sekadar tempat makan saja. Kantin Kopma itu titik kumpulnya mahasiswa. Mau itu mahasiswa laju, mahasiswa kupu-kupu atau mahasiswa aktivis, berkumpul semua di sana.

Bagi mahasiswa aktivis, Kantin Kopma dijadikan tempat bertukar pikiran. Merumuskan program kerja atau kegiatan ormawa ke depannya. Bahkan langkah strategis ormawa banyak yang digodok di sana. Entah sudah berapa banyak program atau kegiatan ormawa yang sukses lahir dari sana.

Kondisi Kantin Kopma hari ini

Setelah menyebutkan berbagai hal baik dari kantin kopma, saya mau menyampaikan kabar buruknya. Kantin kopma sekarang sudah tidak ada. Ya, kamu nggak salah baca. Kantin kopma hari ini sudah rata dengan tanah.

Konon katanya alasan Kantin Kopma dirobohkan karena mengganggu estetika kampus. Memang dulu saat masih ada, banyak motor yang parkir sembarangan di dekat kantin kopma. Sehingga agak mengusik keindahan kampus. Apalagi posisinya ada di dekat gerbang kampus 3 UIN Walisongo, yang notabene adalah wajah dari kampus itu sendiri.

Sebenarnya, solusi masalah tersebut bisa dengan menyediakan tempat parkir yang layak untuk motor para pelanggan kantin kopma. Jelas itu lebih baik ketimbang meratakan kantin. Tapi, yah, what’s done is done.

Yang jelas, meski tempatnya rata dengan tanah, tapi kenangannya terekam abadi dalam kepala. Kehidupan memang berjalan meninggalkan yang seharusnya.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bukan Undip atau Unnes, Kampus Paling Unggul di Semarang Adalah UIN Walisongo

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version