Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mengenang 3 Pesugihan yang Trending pada Zamannya

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
29 April 2021
A A
perdunu pesugihan dewandaru dukun pemilu pesugihan tulungagung mojok.co

Menebak Alasan Mitos Pesugihan Tumbuh Subur di Tulungagung (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dan terjadi lagi, klenik diberi panggung dan porsi besar di banyak media. Ada babi yang tengah tenar, lebih tepatnya babi ngepet, salah satu pesugihan yang banyak orang kenal. Sebenarnya, masalah babi ngepet sempat ngehits di tahun ‘80-an dan 2000-an awal. Saya ikut memeriahkan tren babi ngepet di tahun 2000an awal. Saya baca beritanya di koran, nonton FTV-nya, sampai beli komiknya di tukang jualan mainan.

Babi ngepet dipercaya sebagai salah satu pesugihan yang rasanya tak masuk akal, tapi banyak yang percaya. Seonggok manusia berubah jadi babi dan mencuri duit di rumah-rumah orang. Kalau di daerah saya, mau menangkap babi ngepet tak perlu bugil. Yang penting sedia bambu hitam yang dijadikan bambu runcing dan ditancapkan di depan rumah. Dijamin si babi nggak bisa masuk.

Penangkapan babi ngepet terjadi di mana-mana, menurut berita di televisi dan koran. Saat itu, si babi diwartakan di banyak media dan diceritakan dari mulut ke mulut. Sayang babi ngepet harus turun pamornya karena muncul Mister Gepeng, hantu yang mati kejepit lift, tapi gentayangan di kamar mandi, hadeh, wagu banget.

Kemudian ada jenis pesugihan lain yang merengkuh perhatian banyak media. Kolor ijo adalah si artis baru itu. Dikenal sebagai semacam makhluk jadi-jadian atau siluman. Kerjanya? mencari perawan dan mencuri perhiasan. Di FTV yang dulu saya tonton, kolor ijo memang berwarna hijau. Selain itu cawatnya juga hijau. Kayak Hulk, tapi bantet dan badannya kurang jadi, seperti kebanyakan makan gorengan. Mukanya kalau menurut saya jelek, tapi itu berdasar penilaian saya pribadi, siapa tahu ada yang bilang ganteng.

Ada beberapa versi soal tujuan si kolor ijo melakukan perbuatan bejatnya. Ada yang bilang buat syarat mencari ilmu hitam, dan ada yang bilang untuk mencari kekayaan.

Nah, untuk menangkal si kolor ijo, kita harus menancapkan bambu kuning dan kain merah di depan rumah. Ini di daerah saya, kalau di daerah lain tentu beda. Ada juga yang menanam tebu hitam di pekarangan. Mungkin beda daerah beda juga fakultas pesugihannya. Atau mungkin organisasinya yang beda. Pokoknya saya nggak ngerti.

Tak berbeda dengan babi ngepet, si kolor ijo juga kebanjiran panggilan syuting. Mulai dari sinema misteri, sampai serial FTV komedi di hari minggu. Tak lupa kartu kwartet seri demit menampilkan kolor ijo sebagai bintang utama, bersama kolong wewe dan kuntilanak. Pengakuan para korban dan saksi mata, saya saksikan bersama teman di televisi.

Lalu ada tren pesugihan pocong. Entah dengan yang ini, membingungkan. Saya nggak begitu ngerti saat itu. Yang saya ingat beritanya ada di mana-mana. Bahkan lagi-lagi dijadikan tontonan di televisi. Namun, ketenarannya meredup manakala kisah Gaby dengan lagu “Tinggal Kenangan” muncul di handphone Nokia dan dibagikan lewat bluetooth.

Baca Juga:

Miskin Dihina, Kaya Dituduh Pesugihan: Dilema Hidup di Desa

Setelah 3 Bulan Tinggal di Depok, Saya Sadar Ternyata Depok Itu Indah Jika Bisa Menikmatinya

Sebenarnya fenomena tersebut nyebelin sih, kayak begituan dipercaya. Tapi, rumah jadi rimbun, penuh bambu dan tebu. Ambil saja sisi positifnya. Sebenarnya masih banyak, namun tak akan selesai jika semua jenis pesugihan diceritakan. Setidaknya pesugihan-pesugihan itu pernah mewarnai kehidupan anak ’90-an dan pemuda pemudi ’80-an. Apalagi saat nonton FTV dan dengar cerita misteri di radio, sangat menghibur kami, para bocil di zaman itu.

Masa itu belum ada medsos apalagi Netflix. Televisi, radio, dan media cetak memegang peranan penting dan utama dalam penyebaran tren dan informasi demit. Sehingga saya tak ada pilihan lain selain menonton segala tetek bengek pesugihan yang tengah viral itu. Ditambah saya masih kecil, segala hal terlihat menyenangkan dan bagus. Bahkan DVD bajakan FTV-nya pun laris manis. Entah sudah berapa ratus kali saya dan kawan-kawan nonton babi ngepet, kolor ijo, kalong wewe, genderuwo yang ada Wulan Guritno-nya, sampai keajaiban dunia alias manusia campuran anjing dan manusia yang dikutuk jadi ikan pari, hadeh.

Begitulah adanya masyarakat kita, tak mengapa juga. Lucunya, sampai hari ini masih ada yang senang menggembar-gemborkan Silicon Valley Indonesia itu. Melihat pemenggalan babi ngepet dan mereka menunggu keluarga si babi untuk menjemput, sampai kita yang masih disuruh fotokopi KTP dan KK, saya nggak yakin kita siap hidup di era 4.0 ini.

BACA JUGA Kasus Babi Ngepet di Depok Adalah Contoh Sahih Ngerinya Mulut Tetangga atau tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 April 2021 oleh

Tags: babi ngepetkolor ijopesugihanpocong
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

kasus babi ngepet di depok mojok

Kasus Babi Ngepet di Depok Adalah Contoh Sahih Ngerinya Mulut Tetangga

28 April 2021
Hidup di Desa Terkadang Tak Lebih Baik ketimbang Hidup di Kota, Bahkan Bisa Jadi Lebih Buruk

Miskin Dihina, Kaya Dituduh Pesugihan: Dilema Hidup di Desa

22 Oktober 2025
Rekomendasi 7 Film Pocong Paling Seram. Jangan Nonton Sendirian! Terminal Mojok

Rekomendasi 7 Film Pocong Paling Seram. Jangan Nonton Sendirian!

5 Agustus 2023
Persatuan Dukun Nusantara yang Bikin Bingung Cuma dari Namanya terminal mojok.co

Berbeda-beda tapi Tetap Hantu Juga

11 Februari 2020
pocong

Kok Bisa Sih Takut Sama Pocong? Dia Kan Cuma Hantu yang Pengin Dibukain Talinya Doang

12 Desember 2019
Tulungagung Dianggap Jadi "Pusat" Pesugihan di Jawa Timur, Kenapa?

Tulungagung Dianggap Jadi “Pusat” Pesugihan di Jawa Timur, Kenapa?

30 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.