Mengenal Scabies, Penyakit Kulit yang Kerap Menyerang Santri – Terminal Mojok

Mengenal Scabies, Penyakit Kulit yang Kerap Menyerang Santri

Artikel

Kalian pernah kena scabies? Kalau belum, sebisa mungkin jangan sampai. Minta ampun rasanya kena penyakit ini, bukan karena mematikan atau merogoh kocek uwauw, gatalnya itu lhooo. Scabies adalah penyakit yang disebabkan karena ada parasit jenis tungau di kulit kita. Yang bikin gatal bukan cuma tungaunya tapi telur-telurnya juga kotorannya. Karena sebagai reaksi alergi tubuh terhadap keberadaan tungau. Di Jawa, orang-orang biasa menyebut penyakit ini ‘gudik’ sedangkan orang yang terinfeksi penyakit ini disebut ‘gudikan’.

American Academy of Dermatology melaporkan ada jutaan orang yang terkena penyakit ini di seluruh dunia setiap tahunnya. Mudah-mudahan saja kamu bukan salah satunya. Penyakit ini bisa menyerang siapapun, mau si jorok ataupun si bersih, anak konglomerat atau anak orang biasa, kalo sudah bersentuhan dengan tungau ya bakalan kena scabies. Biasanya tungau bersarang di bagian tubuh yang lembab, seperti: ketiak, antar jari, siku dan lutut bagian dalam, sekitar kelamin, sekitar payudara, pantat, dan lain-lain.

Untuk berpindah ke kulit orang lain tungau membutuhkan waktu yang sangat lama, jadi tenang saja kamu tidak akan tertular hanya dengan berjabat tangan atau bertemu dengan pengidap penyakit ini. Kamu perlu waspada jika kerabat atau orang lain yang punya hubungan intens denganmu mengidap penyakit ini. Karena penularannya bisa lewat handuk atau pakaian yang dipakai bergantian dan tidur bersama orang terinfeksi parasit ini.

Baca Juga:  Mengerjakan Skripsi di Coffee Shop Itu 100 Persen Gaya-gayaan, Nol Persen Ngerjain Beneran

Gejala tertular penyakit ini yaitu timbul rasa gatal dan bintik merah di kulit, ada juga yang muncul ruam. Orang yang terkena scabies ini umumnya memiliki 15-20 tungau di kulit. Pada kasus tertentu bisa sampe seribu-an tungau di kulit. Kalau sudah begini akan keluar nanah dan muncul kerak tebal di kulit, sehingga perlu penanganan khusus oleh dokter.

Orang yang rawan terkena penyakit ini adalah mereka yang tinggal di keramaian, seperti di asrama, penjara atau pondok pesantren. Lebih parahnya lagi, sudah menjadi hal wajar jika santri mengidap penyakit ini. Bisa dibilang belom santri kalau belom kena scabies.

Walaupun belom ada tanda-tanda, proteksi dini perlu dilakukan. Karena untuk orang yang pertama kali tertular penyakit ini gejala timbul 4-6 minggu setelah terinfeksi.Untuk yang sudah pernah biasanya 1-4 hari gejala sudah muncul.

Tapi andai udah terlanjur, jangan panik. Yang namanya sakit, itu lumrahnya diobati. Udah tau kudu ngapain kan? Yak, yang perlu kamu lakukan adalah pengobatan. Kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter. Biasanya dokter akan memberikan salep yang mengandung permethrin 5%. Walaupun salep tersebut sangat ampuh membunuh tungau, menjaga kebersihan juga perlu dilakukan.

Kalau sudah terkena scabies, perhatikan langkah-langkah yang akan saya bagikan ini. Serius, ini penting, terutama bagi yang nganggep ini penting.

Ganti sprei sebelum menggunakan salep

Kenapa kita harus ganti sprei sebelum pakai salep? Karena biar bersih. Mengganti sprei, sarung bantal, dan guling itu penting untuk mencegah penyakit kulit dan timbulnya jerawat. Salep efektif digunakan malam hari karena kita tidak akan bersentuhan dengan air sehingga salep bisa terserap ke dalam kulit.

Baca Juga:  Jangan Salah, Lawakan Bapak-bapak Itu Butuh Strategi Tinggi!

Simpan barang-barang yang sering digunakan ke dalam box atau plastik selama 3 hari

Cara ini bertujuan untuk membunuh tungau-tungau yang ada di benda-benda sekitar kita. Umur tungau hanya 3 hari jika di luar kulit manusia. Langkah ini juga membuat penyebaran tungau bisa dihambat.

Ya kayak menghambat rantai penyebaran covid itu, dengan kita di rumah gitu. Paham nggak? Nggak? Ya Allah…

Gunakan juga salep di bagian tubuh yang tidak terkena tungau

Langkah ini bertujuan agar tungau tidak menyerang bagian lain yang belum terkena. Serius, satu tempat aja gatelnya yamero-yamero, apalagi kalau banyak. Ulangi tiga langkah diatas selama seminggu sekali sampai rasa gatal hilang.

Sebaiknya jangan menggaruk bagian kulit yang gatal karena bisa menyebabkan luka. Kalau sudah terlanjur ya sudah. Tapi sebaiknya menggosok lembut atau mengkompres bagian yang gatal dengan air dingin saja.

Sedikit tips, sebaiknya jangan mandi menggunakan air panas karena menyebabkan rasa gatal yang menggebu-gebu. Maka mandilah menggunakan air sejuk karena lebih nyaman, aseli. Atau bisa juga dengan menambahkan antiseptik ke dalam air yang akan digunakan untuk mandi dan menggunakan sabun yang mengandung antiseptik.

Untuk menghilangkan bekasnya kamu bisa menggunakan lotion setiap harinya. Asal telaten, bekasnya ilang. Pokoknya telaten adalah kunci, karena nganggur yang ditelateni pun bakal memberi hasil.

Itu saja serba-serbi scabies yang bisa saya kasih tahu. Mulai sekarang, sering-sering ganti baju dan sempak ya kawan-kawan.

Baca Juga:  Rekomendasi Manga Isekai yang Underrated tapi Nggak Klise, apalagi Monoton!

BACA JUGA ‘Bekal untuk Suami’ Nggak Akan Diprotes kalau Menghilangkan Kata ‘Suami’.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.