Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Mengambil Sisi Positif Saat Menjalani Long Distance Marriage. Nggak Selamanya Menderita, kok

Istiqomah oleh Istiqomah
5 Juni 2021
A A
Mengambil Sisi Positif Saat Menjalani Long Distance Marriage. Nggak Selamanya Menderita, kok terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Setiap pasangan yang sudah memutuskan untuk menikah pasti ingin selalu bersama dengan pasangannya setiap hari dan tinggal satu atap. Akan tetapi, yang namanya sudah berkeluarga pasti ada saja ceritanya, apakah itu suka maupun duka. Sebelum dua insan bersatu dalam indahnya mahligai pernikahan, alangkah lebih baiknya tahu bagaimana sifat pasangan, latar belakang keluarga masing-masing, dan lain-lain. Kalau istilah Jawanya harus tahu bibit, bobot, dan bebetnya.

Salah satu syarat agar suatu pernikahan berjalan dengan baik adalah kesiapan mental. Siap mental jika dalam kenyataannya pasangan atau suami kita kerja di tempat yang jauh, baik di luar kota atau bahkan di luar negeri. Pulangnya ada yang seminggu sekali, sebulan sekali, bahkan ada yang bertahun-tahun baru bisa pulang. Kepinginnya, sih, bisa menatap wajah pasangan dan merajut cinta setiap hari. Namun apa daya, jauhnya jarak menjadi dinding pemisah dua insan yang sedang kasmaran. Istilah kerennya biasa disebut dengan Long Distance Marriage atau LDM.

Tapi, apakah menjalani LDM itu isinya hanya sedih-sedih atau penderitaan karena tinggal jauh dari pasangan? Kenyataannya, nggak selamanya loh pernikahan dengan LDM ini selalu dihiasi dengan tangis sedih doang. Berikut ini akan saya jabarkan sisi positif yang bisa diambil ketika menjalani Long Distance Marriage.

#1 Komunikasi masih hangat seperti waktu pacaran

Hal pertama yang bisa diambil ketika menjalani Long Distance Marriage adalah komunikasi yang nggak berubah dari sebelum menikah dengan setelah menikah. Bagi pasangan yang nggak menjalani Long Distance Marriage, komunikasi lewat HP ataupun media sosial pasti mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia pernikahan. Kenapa bisa begitu? Karena setiap hari pasti bertemu dan ngobrol dengan pasangan. Entah di pagi hari, siang hari, atau malam hari.

Jelas berbeda cerita dong ya dengan pasangan yang menjalani LDM. Setiap pagi ditelepon untuk bangun pagi dan sarapan. Siangnya diingatkan untuk jangan lupa istirahat dan makan siang. Malamnya lebih intens lagi untuk saling menghubungi. Video call pun nggak pernah absen. Rasanya nggak ada perbedaan dengan waktu masih dekat atau masih pacaran. Ada manis-manisnya gitu.

#2 Ada waktu untuk me time

Dibalik cerita sedih akibat jauh dari pasangan, sisi positif yang bisa diambil adalah adanya waktu untuk mencintai diri sendiri atau me time. Melakukan hobi-hobi yang bisa membuat mood jadi baik sangat penting dilakukan agar pikiran tetap waras. Nggak perlu jauh-jauh pergi keluar rumah, kok. Nonton acara TV favorit atau sekadar nonton video-video lucu bisa membantu bikin suasana hati jadi gembira.

#3 Lebih mesra ketika berjumpa

Sisi positif yang bisa diambil selanjutnya saat menjalani Long Distance Marriage adalah perasaan yang excited ketika berjumpa dengan pasangan. Ada rasa deg-degan saat tiba-tiba pasangan mengetuk pintu rumah. Perjumpaan yang ditunggu-tunggu menjadi momen untuk saling bermesraan dengan pasangan. Rasanya seperti pengantin baru setiap kali berjumpa. Uwuw~

#4 Punya waktu untuk berkunjung ke orang tua

Ketika sudah menikah, waktu kita seluruhnya diberikan kepada keluarga kecil yang baru saja dibangun. Kadang kala, karena terlalu sibuk mengurus keperluan rumah tangga, waktu untuk menengok orang tua hampir nggak ada. Saat menjalani Long Distance Marriage, waktu yang digunakan untuk mengurus rumah tangga terasa lebih longgar. Banyak waktu senggang yang tersisa dan bisa kita manfaatkan untuk berkunjung ke rumah orang tua. Tapi, harus izin suami dulu, ya. Berbakti kepada orang tua itu nggak ada habisnya, namun tetap prioritas utama adalah keluarga. Apalagi bagi seorang istri. Izin suami adalah izin Tuhan.

Baca Juga:

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

#5 Bisa menjadi sosok yang mandiri

Memang, sih, yang namanya pasangan itu butuh kerja sama dalam berbagai hal. Salah satunya dalam hal mengurus kebutuhan rumah tangga. Misalnya mencuci, memasak, mengepel, membersihkan genteng yang bocor, dll. Nah, untuk yang menjalani Long Distance Marriage, keadaan apa pun harus bisa diatasi sendiri. Misalnya saja nih saat kita sedang memasak, eh, tiba-tiba gasnya habis. Yang tadinya nggak bisa pasang gas sendiri dan selalu mengandalkan suami untuk melakukannya, dengan terpaksa harus belajar pasang gas. Pada akhirnya, Long Distance Marriage bisa membuat seseorang menjadi sosok yang mandiri daripada sebelumnya tanpa harus bergantung dengan orang lain.

Nah, itulah sisi-sisi positif yang bisa diambil ketika menjalani Long Distance Marriage atau LDM. Bagaimanapun, nggak ada yang mau jika harus hidup berjauhan dengan pasangan. Sikap saling percaya dan komunikasi yang baik menjadi faktor yang penting untuk menghindari konflik dalam rumah tangga. Jadi, untuk pejuang LDM, tetap berpikiran positif, ya. Semangat!

BACA JUGA LDR Itu Nggak Menyenangkan dan Stop Romantisisasi Hal Tersebut dan tulisan Istiqomah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2022 oleh

Tags: Hubungan TerminalLong Distance MarriagePernikahansuami istri
Istiqomah

Istiqomah

Ibu-ibu yang suka ngemil tapi takut gendut.

ArtikelTerkait

Nikah sama Orang Korea yang Jadi Anak Laki-laki Pertama Itu Boleh Nggak, sih Terminal Mojok

Nikah sama Orang Korea yang Jadi Anak Laki-laki Pertama Itu Boleh Nggak, sih?

23 Januari 2021
Gelar Hajatan Itu Nggak Wajib, Buat Apa Dipaksakan_ terminal mojok

Gelar Hajatan Itu Nggak Wajib, Buat Apa Dipaksakan?

21 Mei 2021
Saran Poin Tambahan untuk Perjanjian Pranikah Lesti-Billar terminal mojok

Saran Poin Tambahan untuk Perjanjian Pranikah Lesti-Billar biar Makin Sweet

14 Agustus 2021
Bridesmaid di Pernikahan Nggak Wajib-wajib Amat, Kenapa Masih Drama Soal Seragam sih Terminal Mojok pager ayu

Bridesmaid di Pernikahan Nggak Wajib-wajib Amat, Kenapa Masih Drama Soal Seragam sih?

4 Januari 2023
Hukum Menikahi Sepupu: Kalian Nggak Bisa Nyari ya, Sampai Sepupu Sendiri Mau Diembat?

Hukum Menikahi Sepupu: Kalian Nggak Bisa Nyari ya, Sampai Sepupu Sendiri Mau Diembat?

16 April 2023
Cewek Indonesia Impiannya Menikah dengan Bule Apa Nggak Pernah Pikir Panjang? terminal mojok.co

Cewek Indonesia yang Impiannya Menikah dengan Bule Apa Nggak Pernah Pikir Panjang?

24 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

27 Februari 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Sisi Gelap KA Feeder Whoosh, Fasilitas Gratis yang Bikin Penumpang Whoosh Merasa Miris

1 Maret 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026
Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

22 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.