Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Menerka Alasan Klaten Nggak Punya Bioskop

Farahiah Almas Madarina oleh Farahiah Almas Madarina
8 Juni 2022
A A
Menerka Alasan Klaten Nggak Punya Bioskop

Menerka Alasan Klaten Nggak Punya Bioskop (Ika Hilal via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah 26 tahun lamanya saya tinggal dan tumbuh di Klaten. Selama itu pula, saya nggak pernah sekalipun menemukan adanya gedung bioskop yang aktif di kota tercinta saya ini. Jangankan gedung bioskop, mal saja Klaten nggak punya. Satu-satunya aset perbelanjaan yang agak menyerupai mal hanyalah Matahari Plaza, itu pun sudah hidup segan mati tak mau.

Saya nggak benar-benar tahu apa alasan yang menyebabkan Klaten absen memiliki bioskop selama puluhan tahun. Padahal, konon katanya pernah ada tiga gedung bioskop (Dewi, Gajahmada, dan Elita) di Kecamatan Pedan yang berjaya di era 1980-an. Sayang, semenjak televisi banyak bermunculan, orang-orang mulai beralih hiburan dan gedung-gedung bioskop gulung tikar.

ADVERTISEMENT

T-tapi kan, bioskop sama televisi itu beda jenis hiburannya kaaan 🙁

Setelah bertahun-tahun denial dengan kondisi Klaten yang tidak kunjung membuka bioskop, akhirnya saya mulai pasrah dan ikhlas. Sembari mencoba berbaik sangka bahwa, yah… mungkin saja pembangunan bioskop bukanlah hal yang urgen, atau barangkali kehadiran gedung ini tidak sepenting Grha Megawati, hehehe. Oleh sebab itu, saya berusaha merangkum beberapa dugaan yang mungkin saja menjadi penyebab Klaten Bersinar tidak lagi memiliki bioskop.

#1 Kota tetangga sudah punya bioskop

Wahai Jogja dan Solo, saya mau berterima kasih karena kalian sudah membangun banyak bioskop. Bagaimanapun, kehadiran bioskop di kota kalian telah membuat kami warga Klaten merasa terbantu dalam mengejar film-film yang sedang in. Saya nggak tahu deh, apa jadinya kalau di Jogja dan Solo juga nggak ada bioskop. Mungkin referensi tontonan kami masih stuck di Film Mr. Bean (1990).

Meski begitu, keberadaan bioskop di Jogja dan Solo ini lantas seperti menjadi alasan bagi Klaten untuk tidak segera menyelenggarakan pembangunan gedung bioskop. Terlebih jarak Klaten dengan Jogja maupun Solo tidak begitu jauh, hanya sekitar 30 menit hingga satu jam-an. Keadaan ini tentunya memaksa muda-mudi kota ini rajin bepergian ke luar kota demi bisa nonton bioskop bareng ayang.

#2 Bioskop bukan ciri khas

Baca Juga:

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

Pengalaman mengecewakan saat nonton di XXI Central City Semarang, niatnya cari hiburan, malah dapat kekesalan

Selama ini, Klaten lebih sering dicitrakan sebagai daerah dengan objek-objek wisata alami dan hasil buminya yang tersohor. Meski begitu, ketika datang ke pusat kota, suasananya sama saja kok seperti kota-kota tetangga. Ada coffee shop, ada restoran waralaba seperti KFC dan Pizza Hut, ada pula alun-alun yang tiap pagi dan sorenya digunakan sebagai track jogging warga lokal.

Melihat karakteristik pusat kota yang sebetulnya nggak hijau-hijau amat, saya rasa pembangunan sebuah gedung bioskop di lahan-lahan yang tidak terpakai tidak akan mengganggu sistem pertanian di Klaten, kok. Toh, area pertanian juga letaknya di daerah khusus seperti Delanggu, Pedan, Trucuk, Cawas dan Bayat. Nggak mungkin kan, membangun bioskop di tengah sawah?

Yah, tapi saya juga tetap memahami bahwa pemerintah pasti telah mempertimbangkan kebijakan pembangunan dan mengalokasikan anggarannya untuk hal-hal yang lebih penting daripada pembukaan bioskop. Misalnya saja, perbaikan jalan di desa-desa pelosok, bantuan bagi warga kurang mampu, atau pemasangan baliho-baliho super besar itu tuh.

#3 Bukan hiburan yang merakyat

Seperti yang kita tahu, isi Kota Klaten bukanlah anak muda saja. Masih banyak lansia, orang tua, serta balita yang kalau mencari hiburan lebih suka ke pasar malam atau naik kereta mini sambil keliling alun-alun. Selain anak muda, sepertinya nggak terlalu banyak yang mendambakan kehadiran bioskop.

Apalagi ketika anak-anak muda ini mulai merantau ke luar kota. Persoalan tentang tidak adanya bioskop lantas berubah menjadi angin lalu yang nggak penting-penting amat untuk dipikirkan. Namun lucunya, tiap kali mereka pulang kampung dan reuni dengan teman-teman lama, pasti ada saja rasan-rasan terselubung seperti, “Lha yo to, neng Klaten ndadak ra enek bioskop (artinya semacam: iya kan, di Klaten nggak ada bioskop, sih).”

Tapi, meskipun nggak punya bioskop selama berpuluh-puluh tahun, nyatanya warga Klaten tetap hepi-hepi saja. Warga Klaten kan terkenal ramah-ramah dan suka mengobrol ya, jadi saya rasa selama masih ada pasar, pedagang kaki lima dan alun-alun, orang-orang masih punya alternatif hiburan dari mengobrol dan mendengarkan musik dangdut bersama.

Ditambah lagi, harga tiket masuk bioskop terbilang lumayan pricey bagi warga Klaten. Coba bayangkan, seandainya Klaten punya bioskop, bagaimana nasib para pelajar yang uang sakunya hanya sekitar lima hingga sepuluh ribu rupiah? Sementara di hari biasa saja, HTM-nya bisa mencapai Rp40.000.

Kira-kira tiga alasan itulah yang menjadi dugaan saya mengenai ketiadaan bioskop di Klaten. Namun, terlepas dari ada atau tidak adanya bioskop kelak, sepertinya kami tetap akan adem ayem saja. Kan, orang Klaten karakternya memang kalem dan nggak banyak nuntut. Buktinya, sudah dua periode bupatinya masih sama, kan? Hehehe… mantap!

Penulis: Farahiah Almas Madarina
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Klaten, Kota Indah yang (Sialnya) Terjepit Jogja dan Solo

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2022 oleh

Tags: Bioskopklaten
Farahiah Almas Madarina

Farahiah Almas Madarina

Magister Sosiologi yang banting setir ke dunia digital marketing. Menulis di Terminal Mojok sejak 2021 dan saat ini aktif menjadi remote worker di sebuah business architecture studio.

ArtikelTerkait

Sensasi Menikmati Film di Bioskop Jepang, Beda Banget dengan Indonesia

Sensasi Menikmati Film di Bioskop Jepang, Beda Banget dengan Indonesia

17 April 2022
Logika Aneh di Balik Es Teh Solo yang Bikin Kaget (Unsplash)

Logika Ekonomi yang Aneh di Balik Es Teh Solo, Membuat Pendatang dari Klaten Heran Sekaligus Bahagia

30 November 2025
Saya Yakin Nggak Akan Ada Razia Mi Ayam Wonogiri, sebab Kami Cinta Damai dan Memilih Fokus Mengejar Rezeki kabupaten wonogiri mie ayam wonogiri

4 Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Orang Jogja kepada Perantau Asal Kabupaten Wonogiri

28 Januari 2025
4 Pengalaman Kurang Menyenangkan di Bioskop XXI, dari Kursi Bau Apek Hingga Bau Nasi Padang

4 Pengalaman Kurang Menyenangkan di Bioskop XXI, dari Kursi Bau Apek hingga Bau Nasi Padang

10 Juli 2023
3 Rekomendasi Kafe di Klaten yang Ramah Introvert, Cocok untuk Menyendiri Mojok.co

3 Rekomendasi Kafe di Klaten yang Ramah Introvert, Cocok untuk Menyendiri

12 Januari 2024
Nonton Film di Bioskop XXI Premiere Nggak Lebih Eksklusif dan Nyaman dari IMAX

Nonton Film di Bioskop XXI Premiere Nggak Lebih Eksklusif dan Nyaman dari IMAX

15 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026
Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer Mojok.co

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

20 Juli 2026
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga Mojok.co

4 alasan Alun-alun Tegal jadi tempat jogging favorit warga

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.