Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menebak Pikiran Orang yang Suka Nyolong Buku Perpustakaan

Munawir Mandjo oleh Munawir Mandjo
22 November 2020
A A
Buku RPUL Adalah Google Zaman Old yang Dirindukan terminal mojok.co

Buku RPUL Adalah Google Zaman Old yang Dirindukan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Hari itu grup WhatsApp klub menulis yang hanya terdiri dari beberapa orang sedang ramai-ramainya. Perbincangannya bermula saat salah seorang anggota grup bertanya buku apa yang baiknya dipelajari bagi pemula yang ingin nulis cerpen atau minimal membuat dia tertarik dengan cerpen. Anggota grup yang merupakan salah satu guru di sekolah dasar ini kemudian mengirim gambar semua koleksi buku perpustakaan milik sekolahnya.

Sontak salah seorang anggota lain dari klub menulis ini langsung menanggapinya dengan kalimat kurang lebih seperti ini, “Seadainya saya yang berada di posisimu, saya sudah ‘eksekusi’ semua buku itu.”  Seorang anggota lain pun ikut mengiyakan.

Entah itu hanya kelakar atau memang serius, terlepas dari itu, nyatanya kalimat tersebut menarik ingatan saya mundur ke lima tahun silam saat masih berstatus seorang mahasiswa.

Saya masih ingat, banyak kawan di circle pergerakan saya waktu itu menjadikan perpustakaan sebagai lahan uji nyali untuk memiliki tambahan koleksi buku. beberapa alasan pun mereka lontarkan dan bikin dalih macam-macam guna membenarkan tindakannya.

Misal, sebagian dari mereka menganggap mencuri buku perpustakaan itu sah-sah saja selama bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Mungkin manfaat yang mereka maksud adalah setelah bukunya mereka baca dan pahami. Mereka kemudian punya banyak bahan untuk didiskusikan atau disampaikan kepada orang lain agar bisa jadi sebuah pencerahan.

Namun, seperti yang kita ketahui, perpustakaan memang hadir untuk mengakomodasi minat mereka yang pengin membaca, tapi tak memiliki buku. Namun, dengan syarat-syarat tertentu seperti, terlebih dahulu harus mendaftarkan diri menjadi anggota perpustakaan, lalu kemudian boleh meminjam buku dalam rentan waktu tertentu. Biasanya sih, paling lama seminggu.

Akan tetapi, entah mengapa syarat-syarat semacam itu tak lantas menarik minat kawan-kawan saya ini. Malah, mereka lebih suka nyolong buku perpustakaan ketimbang meminjamnya.

Oleh sebab itu, dari pengalaman saya memiliki teman sepergaulan yang beberapa kali melakukan aktivitas ini, saya pun akan mencoba menebak beberapa alasan yang membuat mereka suka nyolong buku di perpustakaan.

Baca Juga:

Perpustakaan di Indonesia Memang Nggak Bisa Buka Sampai Malam, apalagi Sampai 24 Jam

Derita Jadi Pustakawan: Dianggap Bergaji Besar dan Kerjanya Menata Buku Aja

Pertama, tidak punya duit untuk membeli buku. Sebenarnya ini termasuk alasan klasik. Namun, kenyataanya memang demikian. Kebanyakan mereka berasal dari kampung, kuliah di kota, dan bertahan hidup dari kiriman makanan serta uang setiap bulannya.

Kendati demikian uang kiriman ini biasanya tak cukup karena harus bayar banyak keperluan ini dan itu, belum lagi membantu teman yang kadang numpang di kos-an seperti parasit.

Tentu dengan uang yang sangat terbatas, mereka tak punya lagi kesempatan untuk membeli buku. Apalagi jika mereka termasuk pembaca rakus yang bisa menghabiskan satu buku hanya dalam rentan waktu singkat, tentu mereka butuh lebih banyak duit untuk membeli buku.

Lantas, mengapa mereka nggak daftarin diri jadi anggota perpustakaan lalu meminjam buku sepuas sebisa yang mereka habiskan untuk dibaca? Saya kira alasan mereka sederhana, membaca buku yang merupakan milik pribadi akan lebih menyenangkan ketimbang jika membaca buku dengan status milik perpustakaan.

Jika membaca buku yang sudah jadi milik pribadi maka tak ada tekanan untuk segera mengembalikan buku, mereka juga bebas melipat, mencoret-coret, ataupun memberikan catatan pinggir sesuai kebiasaan mereka saat membaca.

Coba Anda bayangkan jika buku itu masih berstatus milik perpustakaan maka hal-hal itu mungkin tak akan bisa mereka lakukan. Malahan, mereka akan diomelin sama petugas perpustakaan saat mengembalikan buku dalam kondisi yang nggak prima lagi. Lha bagus kalau masih diomelin, jika masuk ke dalam daftar hitam orang yang tak diperbolehkan lagi meminjam buku, kan repot.

Kedua, buku yang mereka curi masuk dalam kategori langka. Alasan kedua sehingga membuat mereka memutuskan nyolong buku di perpustakaan karena salah satu koleksi buku perpustakaan yang mereka curi termasuk ke dalam kategori langka.

Walaupun mereka punya duit untuk membeli buku, tentu mereka tak akan mampu memiliki koleksi langka itu. Sebab itu, dorongan memiliki hanya bisa terpenuhi dengan cara nyolong. Sebab, bagi sebagian orang buku tidak hanya tumpukan kertas yang memberi informasi dan pengetahuan, buku juga punya nilai estetis saat mejeng di rak. Ada kenikmatan serta kebanggan tersendiri saat membaca dan memiliki koleksi buku yang sudah termasuk kategori langka.

Perasaan-perasaan memiliki buku yang semacam ini jugalah yang mendorong mereka untuk nyolong buku perpustakaan.

Yah, apa pun alasannya hal seperti ini jelas-jelas tak patut dibenarkan. Soalnya, koleksi buku di perpustakaan adalah milik negara yang harus kita jaga dan nikmati bersama. Alih-alih memberi manfaat, nyolong buku perpustakaan justru membuat orang lain tidak punya kesempatan untuk membacanya.

BACA JUGA Juara 1 Orang Paling Menyebalkan Adalah yang Pinjam Helm Tanpa Izin dan tulisan Munawir Mandjo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 November 2020 oleh

Tags: koleksi bukuPerpustakaan
Munawir Mandjo

Munawir Mandjo

Aparatur Sipir Negara

ArtikelTerkait

Cara Saya Berdamai dengan Antrean Peminjam Buku iPusnas yang Tidak Masuk Akal Mojok.co

Cara Saya Berdamai dengan Antrean Peminjam Buku iPusnas yang Tidak Masuk Akal

24 November 2023
Begini Rasanya Menjaga Perpustakaan Sekolah sampai Tengah Malam

Begini Rasanya Menjaga Perpustakaan Sekolah sampai Tengah Malam

3 Mei 2020
Perpustakaan Batoe Api, Warung Pengetahuan Legendaris di Jatinangor terminal mojok

Perpustakaan Batoe Api, Warung Pengetahuan Legendaris di Jatinangor

17 Desember 2021
ipusnas aplikasi baca buku gratis legal ebook reader cara pakai mojok

iPusnas Adalah Aplikasi Andalan untuk Membaca E-Book Legal

11 Mei 2020
Pengguna iPusnas Harus Tabah seperti Fans Arsenal karena Aplikasi Perpustakaan Digital Ini Bikin Mengelus Dada padahal Sudah Lama Diluncurkan

Pengguna iPusnas Harus Tabah seperti Fans Arsenal karena Aplikasi Perpustakaan Digital Ini Bikin Mengelus Dada padahal Sudah Lama Diluncurkan

22 Mei 2024
Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya: Layanan Prima, Fasilitas Bintang Lima Mojok.co

Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya: Layanan Prima, Fasilitas Bintang Lima

14 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.