Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Menebak Karakter Mahasiswa dari Warna Jas Almamater

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
19 Desember 2021
A A
Menebak Karakter Mahasiswa dari Warna Jas Almamater terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Saya perhatikan akhir-akhir ini banyak kontributor Terminal Mojok saling nggrundel perihal nggak enaknya jadi mahasiswa di kampus A, B, C, hingga Z. Ada yang nggak suka lantaran kampusnya sering kebanjiran, ada yang sebel gara-gara dikira mahasiswa buangan dari kampus tetangga, sampai ada yang nggak suka gara-gara ekspektasi banyak orang terhadap kampus tersebut terlalu tinggi. Tapi, dari artikel nggak suka kampus tersebut, saya belum menemukan ada yang nggak suka dengan warna jas almamater di kampus masing-masing. Ehe.

Seperti yang kita tahu, tiap kampus di Indonesia punya logo dan maknanya masing-masing, termasuk soal jas almamater. Tiap kampus punya warna jas almamater masing-masing. Jas almamater UGM tentu beda dengan jas almamater UI, atau jas alamamater Untar tentu beda dengan jas alamamater UNY, dll.

Jika dilihat dari aspek semiotika abal-abalan, ternyata warna memiliki sejumlah arti. Ada penandanya dan ada petandanya. Misalnya warna merah. Kalau warna merah itu ditemui di persimpangan jalan dan menempel di lampu lalu lintas, maka artinya berhenti. Tapi, kalau warna merah itu kita lekatkan ke bendera pusaka, maka artinya bukan berhenti lagi, melainkan berani.

Hal ini juga bisa mashok ke karakter mahasiswa-mahasiswa di Indonesia. Ada kampus yang memilih jas almamater berwarna X supaya mahasiswanya berkarakter Y. Ada lagi yang pakai warna P, supaya mahasiswanya bisa bersikap Q, begitu seterusnya. Nah, agar kita nggak saling bingung, mari sama-sama menebak karakter mahasiswa dilihat dari warna jas almamaternya. Gasss!

#1 Warna kuning

Banyak kampus di Indonesia yang menggunakan warna kuning sebagai warna dasar jas almamater. Sebut saja Universitas Indonesia, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sriwijaya, hingga Universitas Terbuka. Warna kuning pada kenyataannya merupakan warna yang netral, makanya siapa pun yang melihat warna ini pasti akan bahagia. Bahkan, sebuah penelitian juga bilang, kalau nyamuk pun nggak akan berani mendekat jika kita pakai baju warna kuning.

Terlepas dari semua itu, warna kuning adalah simbol keceriaan. Bak mentari yang baru saja terbit, warna kuning menawarkan sikap optimistis. Nggak heran jika mahasiswa-mahasiswa yang punya jas almamater warna ini memiliki daya kreativitas yang tinggi dan juga bikin bahagia orang lain. Nggak percaya? Coba deh kalian pakai almamater UI terus bilang ke orang tua, “Buk, saya masuk UI.” Pasti orang tua kalian akan bahagia.

#2 Warna biru tua

Coba sebutkan apa saja yang berwarna biru! Sebagian menjawab air laut, sebagian lagi menjawab langit. Yup, warna yang berdasar biru menggambarkan sikap tenang, santuy, adem, ayem, solidaritas, dan melankolis. Kampus di Indonesia pun seabrek yang pakai warna ini untuk jas almamaternya. Bahkan kalau saya tafsir, warna biru tua adalah warna almamater terpopuler di kampus Indonesia. Ada Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Yogyakarta, hingga Universitas Jember dan lain sebagainya yang pakai warna ini untuk jas almamaternya.

Sebagaimana yang saya sebutkan tadi, warna biru tua ini seakan-akan bikin nyaman. Bukan hanya warna yang ada di almamaternya, tapi mengalir ke karakter mahasiswanya. Itulah mengapa Universitas Brawijaya menggunakan warna biru tua, soalnya di sana cuacanya adem, jadi pas deh dengan karakter mahasiswanya yang cool-cool.

Baca Juga:

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

Lainnya halnya di Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh November. Mereka memakai warna biru tua bukan menggambarkan cuacanya, tapi menggambarkan karakter mahasiswanya. Setelah saya wawancarai ketiga kampus tersebut, serentak mereka bilang, “Surabaya iku wes panas, Mas. Makane almamaternya biru tua. Setidaknya lak cuacanya panas, karakter mahasiswanya yang adem.” Ya, ya, ya, boleh juga.

#3 Warna hijau

Sama halnya dengan warna biru tua, warna hijau merupakan warna paling populer bagi banyak kampus di Indonesia. Apalagi Indonesia didaulat sebagai negara Islam terbesar di dunia, pasti kampus-kampus yang berideologi Islam banyak ditemukan. Beberapa kampus Islam yang memakai warna hijau sebagai almamaternya antara lain UIN Sunan Kalijaga, UIN Sunan Ampel, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Negeri Islam Malang, Universitas Muhammadiyah Luwuk, dan Universitas Maulana Malik Ibrahim.

Pemilihan warna hijau sendiri adalah simbol keharmonisan, keterbukaan, dan keseimbangan. Sebagai kampus yang berdampingan dengan identitas agama, tentu karakter mahasiswanya pun cenderung agamis. Teman saya yang di UIN banyak yang berlaku demikian. Mereka sering mengingatkan kebaikan, berdakwah, dan saling terbuka terhadap perbedaan.

#4 Warna merah

Ada juga kampus yang punya jas almamater warna merah. Kalau kampus ini bukan hanya namanya yang mengisyaratkan karakter semangat, patriotik, dan penuh perjuangan, tapi juga warna almamaternya. Kampus-kampus seperti Universitas Tujuh Belas Agustus, Universitas Tarumanegara, dan Universitas Negeri Hassanuddin disinyalir memiliki karakter yang pemberani bak Sultan Hassanuddin, kokoh seperti Kerajaan Tarumanegara, dan semangat nasionalisme tujuh belas Agustus.

Warna-warna jas almamater di atas pastinya memiliki makna filosofis dan historis yang sesungguhnya. Kalau yang saya jabarkan di atas kan tebak-tebakan, syukur-syukur kalau benar. Itulah beberapa karakter mahasiswa dilihat dari warna jas almamaternya. Santai saja ya, Gaes, sebab warna hanyalah tanda, yang menjalankan dan tahu kan karakter kita sendiri. Benar nggak?

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Desember 2021 oleh

Tags: jas almamaterMahasiswawarna
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Bukan Cuma Merugikan Mahasiswa, Unpaid Internship Juga Merugikan Perusahaan

Bukan Cuma Merugikan Mahasiswa, Unpaid Internship Juga Merugikan Perusahaan

4 Januari 2023
Kerugian yang Bakal Diderita Mahasiswa kalau Program KKN Ditiadakan terminal mojok.co presma ketua BEM UGM organisasi mahasiswa

KKN Itu Momen Belajar Jadi Warga, Bukan Ajang Sok-sokan Mengubah Sistem Desa

29 Juli 2023
Wisuda UIN SAIZU Purwokerto: Wisuda Terbaik yang Nggak Menguras Duit, Justru Dapat Banyak Benefit

Wisuda UIN SAIZU Purwokerto: Wisuda Terbaik yang Nggak Menguras Duit, Justru Dapat Banyak Benefit

5 Desember 2023
friends biaya hidup mahasiswa jogja Tempat Nongkrong Hits dan Legendaris di Jogja yang Pernah Jaya Pada Masanya

Berapa sih Biaya Hidup Mahasiswa di Jogja?

1 Juli 2020
capek

Menanggapi Semua Tulisan Soal Divisi Kepanitiaan yang Merasa Paling Berat: Saya yang Baca Aja Sampai Ikutan Capek

22 Agustus 2019
Meluruskan Salah Kaprah Terkait IAHN Gde Pudja Mataram, Satu-satunya Kampus Hindu Negeri yang Ada di Lombok

Meluruskan Salah Kaprah Terkait IAHN Gde Pudja Mataram, Satu-satunya Kampus Hindu Negeri yang Ada di Lombok

4 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-Puja Orang

8 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.