Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Memperkirakan Uang Saku Nobita Selama Satu Bulan

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
9 Juni 2020
A A
Memperkirakan Uang Saku Nobita Selama Satu Bulan

Memperkirakan Uang Saku Nobita Selama Satu Bulan

Share on FacebookShare on Twitter

Jika Soe Hok Gie pernah berkata bahwa hal yang menguntungkan adalah tidak dilahirkan, sedangkan yang tersial adalah umur tua, maka Nobita pasti menyetujui kata-kata tersebut. Namun, yang namanya sudah dilahirkan, ya mau bagaimana lagi selain menjalankannya. Barangkali bagi Nobita, hal yang menguntungkan adalah bertemu Shizuka dan yang tersial ketika ia tidak bertemu dengan Doraemon.

Bayangkan saja Nobita tanpa Doraemon, mungkin ia hanyalah adek-adek SD biasa yang selalu mendapatkan nilai nol. Main nekeran kalah, gobaksodor pasti juga kalah, kasti juga kalah, tapi berkat robot kucing bernama Doraemon, semua itu bisa diatasi. Mungkin, Doraemon itu 60% kekuatan dari Nobita. Ketika Naruto dan Luffy menempa diri untuk mengalahkan musuh, maka Nobita tinggal mbebeki kepada Doraemon untuk mengeluarkan alat dari kantungnya.

Terlepas dari betapa sialnya Nobita dalam kehidupan dan seberapa bergantung dirinya kepada Doraemon, sejujurnya ia mengisyaratkan kehidupan sejati seorang anak-anak. Ketika kebanyakan anak berkelumit dengan ponsel pintarnya, ia masih saja menyempatkan bermain bersama Giant dan Suneo di taman. Ya, walau ujung-ujungnya selalu kalah dan dikerjai oleh mereka.

Sempat berpikir bahwa Doraemon itu adalah pesugihan. Namun, hal itu runtuh seketika ketika melihat Nobita yang masih kesusahan uang jajan. Ia tidak seleluasa Suneo yang tajir melintir. Suneo begitu nyah-nyoh untuk membeli mobil remot yang mahal. Sedangkan Nobita memperlihatkan sebaliknya.

Kenapa kekuatan Doraemon tidak dibisniskan saja? Semisal bikin jasa go-baling-baling bambu. Nanti Nobita memakai jaket hijau, mengantarkan teman-temannya ke tempat tujuan pakai baling-baling bambu. Kalau mau kirim paket kilat, ya tinggal pakai pintu ke mana saja. Dari sana, ia bisa meringankan beban Nobisuke, ayahnya, yang nggak kaya-kaya amat.

Lantas muncul pertanyaan, sebenarnya uang saku Nobita ini berapa? Menengok uang bulanan untuk membeli sake Nobisuke 10 juta dan uang belanja bulanan Tamako, ibunya adalah 28 juta, apakah uang sakunya bisa bertahan di Tokyo yang terkenal serba mahal tersebut?

Jika ditelisik dari makanan kesukaannya, maka kita tidak menemukan klue yang memadai. Ia tidak seperti Doraemon yang memiliki makanan kesukaan dan ia begitu ketergantungan kepada makanan tersebut, dorayaki. Ia terlihat nrimo dengan makan apa saja hayuk. Beda tipis antara menerima keadaan atau lapar.

Jika diteliti dari mainan favorit pun ia menunjukkan ia tidak suka dengan mainan tertentu. Semisal Suneo yang getol dengan permainan remot atau Giant yang kesensem dengan sound sistem untuk menunjang bakat tarik suaranya yang luar biasa. Nobita diajak main apa saja, lagi-lagi ia nrimo dan hayuk-hayuk saja.

Baca Juga:

Kampus Makin Pelit Kasih Uang Saku ke Mahasiswa KKN, padahal Biaya KKN Nggak Murah

Dennis Nggak Ada Apa-apanya ketimbang Nobita, Tokoh Paling Beban dan Nggak Tahu Diri!

Ia sepertinya cukup puas dengan peralatan ajaib Doraemon. Apa pun mainan teranyar Suneo, Doraemon selalu bisa menandinginya untuk Nobita. Sejauh apa plesiran Suneo, Doraemon selalu memfasilitasi anak emas kesayangan Tuhan yang bernama Nobita ini.

Ia tidak memiliki ponsel, jadi tidak bisa berpatokan dari konsumsi pulsa yang ia gunakan perbulan. Pun, ia tidak mengeluarkan apa-apa untuk memperjuangkan Sizuka, wanita yang ia suka. Jadi, dari mana kita hitung jajanan bulanan Nobita? Jawabannya adalah dari konsumsi komiknya.

Hobinya itu koleksi komik. Di lemarinya banyak terpajang komik satu lemari berisi penuh. Dari ketebalan komik koleksinya, Nobita mengkonsumsi majalah komik berjenis mingguan, dwimingguan, atau malah bulanan. Ia bukan mengoleksi tankoubon atau jilidan lantaran model komik ini cenderung lebih pipih dan tidak setebal yang terpampang di lemari Nobita.

Majalah komik mingguan yang ia koleksi ialah Shounen Jump. Majalah komik ini sangat digandrungi remaja pria seusia Nobita lantaran majalah komik tipe ini memang diperuntukan bagi anak-anak pria. Terlebih, majalah komik terbitan Shueisha ini diisi beberapa judul seperti One Piece, Naruto, dan Haikyuu! Harga per eksemplarnya ada di angka 40 ribuan.

Jika seminggu Nobita menghabiskan 40 ribu rupiah, maka ia harus merogoh kocek sebesar 160 ribu rupiah selama satu bulan. Dan itu merupakan sebuah ketidakmungkinan anak SD diberikan uang sebegitu banyaknya kecuali Suneo seorang.

Dari beberapa scene, Nobita terlihat beberapa kali meminjam komik dari kawannya. Ia juga sempat membaca bersama Suneo di taman. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Nobita tidak berlangganan majalah komik bulanan secara penuh. Ia hanya beli komik sebulan sekali dengan biaya pengeluaran sebesar 40 ribu.

Ia harus menyisihkan seribu lima ratus selama sebulan. Dan untuk uang makan di kantin, diperkirakan ia menghabiskan 5 ribu rupiah untuk makan soto bening, menengok Nobita nggak aleman dan banyak mau. Lalu, untuk tetek bengek dunia per-SD-an seperti jajan tajos dan adu cupang, diperkirakan habis tiga ribu.

Jadi, uang jajan Nobita kurang lebih sebesar sepuluh ribu sehari, dengan asumsi sisa lima ratus perak untuk main dingdong satu babak. Jadi, uang jajannya selama satu bulan ada di angka 300 ribu rupiah. Sama seperti uang jajan kuliah saya. Juga, ia nggak harus keluar uang untuk print, foto copy, bayar parkiran Indomaret, isi bensin, dan uang kondisional tidak terduga atau yang sering disebut dengan uang zhang-zhangan.

Featured image: doraemon.fandom.com

BACA JUGA Mengapa Nobita Selalu Dapat Nilai Nol: Sebuah Analisis Menggunakan Teori Peluang dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2020 oleh

Tags: doraemonNobitauang saku
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Paradoks Waktu di Serial 'Doraemon' dan Logika yang Bertabrakan terminal mojok.co

Paradoks Waktu di Serial ‘Doraemon’ dan Logika yang Bertabrakan

9 Oktober 2020
Menelaah Pesan Moral yang Terselip dari Kartun Berikut

Menelaah Pesan Moral yang Terselip dari Kartun-Kartun Berikut

25 Januari 2020
Suneo Honekawa: Representasi Anak Tunggal di Seluruh Dunia

Suneo Honekawa: Representasi Anak Tunggal di Seluruh Dunia

10 Mei 2022
Ganari Sensei, Sosok Guru Panutan dalam Doraemon Terminal Mojok

Ganari Sensei, Sosok Guru Panutan dalam Doraemon

17 Mei 2022
Menerka Hal yang Akan Terjadi jika Doraemon Beneran Ada di Dunia Nyata

Menerka Hal yang Akan Terjadi jika Doraemon Beneran Ada di Dunia Nyata

10 Maret 2023
Hal Positif dari Takeshi 'Giant' Gouda yang Patut Ditiru Terminal Mojok

Hal Positif dari Takeshi ‘Giant’ Gouda yang Patut Ditiru

26 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

18 Januari 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
Jujur, Saya sebagai Mahasiswa Kaget Lihat Biaya Publikasi Jurnal Bisa Tembus 500 Ribu, Ditanggung Sendiri Lagi

Dosen Seenaknya Nyuruh Mahasiswa untuk Publikasi Jurnal, padahal Uang Mahasiswa Cuma Dikit dan Nggak Dikasih Subsidi Sama Sekali

17 Januari 2026
Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora
  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.