Paradoks Waktu di Serial 'Doraemon' dan Logika yang Bertabrakan – Terminal Mojok

Paradoks Waktu di Serial ‘Doraemon’ dan Logika yang Bertabrakan

Artikel

Jika berbicara mengenai paradoks waktu, maka akan terbayang misteri yang menyelimutinya. Namun, ternyata sang robot kucing abad ke-22, Doraemon, berhasil melawan paradoks waktu berdasarkan pendapat ahli.

Doraemon dan paradoks waktu

Kita sudah akrab dengan robot kucing abad ke-22 yang setia hadir pada Minggu pagi di TV. Robot kucing ini bernama Doraemon. Doraemon datang ke abad 21 untuk menolong anak malas yang bernama Nobita. Doraemon dikirim oleh cicit Nobita dari masa depan untuk memperbaiki kehidupan Nobita. Jika hal ini terjadi, bukankah akan melawan paradoks penjelajah waktu?

Paradoks merupakan situasi yang muncul dari sejumlah kemungkinan logika. Biasanya logika ini sifatnya bertolak belakang satu dan lainnya yang akan menimbulkan kontradiksi. Singkatnya, paradoks adalah masalah yang bisa tak kunjung selesai karena ada logika yang bertabrakan.

Paradoks populer mengenai mesin waktu adalah jika seseorang kembali ke masa lalu, kemudian ia tidak sengaja (atau sengaja) mengganggu rentetan masa lalu keluarganya, masa depan bisa berubah dan ia tidak akan lahir di dunia karenanya. Jika ia tidak lahir di dunia, bagaimana bisa ia kembali ke masa lalu dan mengganggu sejarah? Logika terasa benar, namun saling bertabrakan.

Doraemon dikirim ke masa lalu oleh cicit Nobita yang bernama Sewashi. Tujuannya memang sengaja untuk mengubah rentetan masa lalu Nobita agar di masa depan ia tidak merana. Pada gambaran sebelumnya, sang cicit Nobita lahir dari garis keturunan pernikahan Nobita dengan Jaiko, adiknya Takeshi alias Giant. Hidup Nobita dirundung kemalangan di mana perusahaannya bangkrut, kantor kebakaran, serta kemalangan lainnya.

Karena hal itulah, Sewashi mengirim Doraemon untuk mendampingi Nobita. Pada gambaran mengenai masa depan selanjutnya, Nobita akhirnya menikahi Shizuka setelah Doraemon datang. Nobita selanjutnya mengeluarkan pertanyaan pintar kepada sang cicit. Jika masa depan berubah, apa yang akan terjadi dengan Sewashi? Bukankah ia tidak akan dilahirkan?

Sewashi menjelaskan bahwa semua akan seimbang di lain pihak. Ia menganalogikan jika pergi ke Osaka, maka bisa menggunakan kereta api, pesawat, kapal, dan mobil. Meski jalannya berbeda, tujuan tetap sama. Begitu pula dirinya yang akan tetap ada meski berubah generasi.

Pendapat ahli

Baca Juga:  3 Hal Lumrah bagi Pengemudi Jakarta, tapi Tidak Lumrah Dilakukan di Jogja

Terlepas dari pernyataan Sewashi, para ahli mengeluarkan pendapat sendiri. Adalah dua ahli dosen-mahasiswa, Dr. Fabio Costa  dan Germain Tobar, yang berpendapat mengenai ruang waktu. Mereka berpendapat bahwa jika seseorang melakukan perjalanan waktu dan kembali ke masa lalu, sejarah apa pun tidak akan berubah.

Mereka menganalogikan perjalanan waktu mengenai Covid-19. Jika seseorang melakukan perjalanan waktu ke masa lalu untuk menghentikan Covid-19, maka akan timbul paradoks. Jika Covid-19 tidak mewabah, maka tidak akan ada motivasi untuk kembali ke masa lalu.

Namun, dengan kembali ke masa lalu, bukan berarti seseorang dapat menghentikan Covid-19. Bisa jadi, ia justru menjadi pasiennya. Paradoks tidak akan terjadi karena peristiwa yang telah terjadi akan menyesuaikan diri dengan perubahan yang dilakukan. Peristiwa akan dikalibrasi ulang secara sendirinya sesuai dengan lingkungannya.

Masa depan Nobita

Pendapat sebelumnya, membuat Doraemon melawan paradoks ruang waktu dengan menghadirkan paradoks itu sendiri. Nobita digambarkan akan menikahi Shizuka dan memiliki anak yang sifatnya bertolak belakang dengan Nobita. Jika merujuk pada pernyataan Sewashi mengenai bagaimana keberadaannya jika masa depan Nobita berubah, ia ada benarnya. Sewashi akan tetap ada karena kejadian masa lalu akan tetap terjadi dengan menyesuaikan perubahan yang ada.

Sewashi akan tetap lahir karena peristiwa ia lahir akan terkalibrasi secara sendirinya mengikuti perubahan lingkungan. Namun, tentu masih ada satu misteri yang harusnya terjawab. Bagaimana nasib Nobita dengan kehadiran Doraemon? Nobita seharusnya tetap mengalami ketidakberuntungan dalam hidupnya.

Hal ini mungkin terjawab secara sendirinya. Meskipun dengan bantuan Doraemon, Nobita tetap mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan baginya. Seringkali, ia justru nahas karena menggunakan alat Doraemon sembarangan. Bahkan, dalam cerita, Shizuka menikahi Nobita karena kasihan dan ingin melindungi Nobita yang selalu nahas.

Dengan demikian, Doraemon secara tidak langsung berhasil melawan paradoks waktu tentang perubahan sejarah. Menurut ahli, sejarah apa pun akan terjadi meski dengan lingkungan yang berbeda karena peristiwa akan terkalibrasi secara sendirinya. Dengan begitu, paradoks waktu apapun tidak akan hadir. Doraemon yang hadir dalam hidup Nobita mungkin tidak “memperbaiki” nasibnya, karena Nobita juga sering tidak beruntung dengan alat Doraemon, namun Doraemon merupakan sahabat baik yang selalu menemani Nobita, dan tentunya menemani masa kecil kita.

BACA JUGA Menggugat Istilah Liga Petani yang Nggak Lucu Sama Sekali dan tulisan Arya Luthfi Permadi lainnya.

Baca Juga:  Jangan Jadi Guru Kalau Baperan, kecuali Hatimu Sanggup Legawa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.




Komentar

Comments are closed.