Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Membayangkan Jika Kabupaten Demak Nggak Pernah Disinggahi para Wali

Ahmad Nadlif oleh Ahmad Nadlif
14 Agustus 2023
A A
3 Alasan Demak Kalah Tenar Dibanding Kabupaten di Sekelilingnya

3 Alasan Demak Kalah Tenar Dibanding Kabupaten di Sekelilingnya (Audi Keiso via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Demak Kota Wali. Begitulah kira-kira julukan yang tersemat pada kabupaten yang terletak di sebelah barat Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah itu. Demak mendapatkan julukan tersebut tidak lain karena dulu, kabupaten yang sekarang dipimpin oleh ibu Hj. Eisti’anah ini memiliki peran penting dalam perkembangan agama Islam khususnya di pulau jawa. Kabupaten ini merupakan pusat penyebaran agama Islam pada masa Kerajaan Demak yang berdiri sekitar abad ke-15 silam.

Sejarah mencatat, dulu, Demak merupakan Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Sehingga kalau kita tahu, bukan hanya andil dari umara saja Islam berkembang di sana, tapi juga pastinya ada peran penting dari para Wali Songo dalam mengajarkan agama Islam di wilayah Kerajaan yang didirikan oleh Raden Patah tersebut, khususnya Sunan Kalijaga, Sunan Muria dan Sunan Kudus. Malahan pada tahun 1479 M, saat Raden Patah mendirikan Masjid Agung Demak, itu juga dibantu sepenuhnya oleh Wali Songo.

Kalau saya boleh memaknai, Demak Kota Wali itu maksudnya daerah ini sejak zaman kerajaan hingga menjadi sebuah kabupaten, kehidupannya masih ditopang oleh para wali. Sebab saya pernah membayangkan, jika dulu para wali nggak pernah singgah ke Demak, saya yakin Demak nggak bakalan bisa berkembang seperti sekarang ini. Kok bisa?

Demak tidak menjadi kabupaten yang agamis

Satu hal yang bakalan kalian jumpai saat tinggal di daerah Demak adalah kultur masyarakat yang agamis. Benar, banyak sekali kegiatan keagamaan yang dapat kita temukan di Demak, mulai dari yasinan, khataman al-qur’an, pembacaan maulid diba’ bahkan pengajian rutinan. Semua ada. Bahkan kegiatan ini selalu dilaksanakan setiap minggunya.

Saya meyakini bahwa hal ini tentunya nggak terlepas dari peran para Wali Songo saat dulu menyebarkan Islam di Kota Wali. Dampaknya bisa dirasakan hingga sekarang ini. Malahan, kalau kita tinggal di Demak kemudian diundang untuk datang ke acara pengajian warga, tapi kita tidak datang tanpa alasan yang pasti, itu sudah seperti aib bagi kita semua.

Selain itu, bukti kalau Demak merupakan kabupaten yang agamis adalah, misalnya saat kita berkunjung ke Alun-alun Demak saja, kita akan menjumpai di sepanjang jalan alun-alun terdapat hiasan asmaul husna yang berderet. Tentu hal ini membuat kultur Islam di Demak semakin kental. Dan tentunya, kalau nggak ada peran dari Wali Songo, Demak nggak akan bisa seperti sekarang ini.

Kondisi ekonomi tidak stabil

Diakui atau tidak, sebenarnya perekonomian di Demak itu masih ditopang oleh para wali. Coba bayangkan, jika makam para wali dan Masjid Agung Demak yang masyhur itu tidak terletak di Demak? Ada berapa orang yang bakalan kesusahan cari nafkah? Sebab faktanya, banyak dari masyarakat Demak menggantungkan hidupnya dari para peziarah, ada yang menjadi pedagang, pengurus makam, tukang ojek, tukang parkir dsb.

Dan untungnya lagi, setidaknya ada tiga titik sentral yang sering dikunjungi oleh para peziarah dari penjuru daerah. Di antaranya, di daerah kota Demak ada Masjid Agung Demak serta makam raja-raja Demak. Di daerah Kadilangu ada makam Sunan Kalijaga dan di daerah Bedono, Sayung ada makam Syekh Abdullah Mudzakir. Tentu, tiga titik ini sangat merasakan dampak keberkahan dari para wali termasuk dalam hal perekonomian.

Baca Juga:

Nestapa para Pelaju Semarang-Demak, Tiap Hari Cemas karena Banjir Rob Sayung Demak Semakin Mengerikan

2 Alasan Bioskop Belum Layak Didirikan di Demak

Jika dipikir-pikir, pariwisata di Demak itu juga nggak ada yang istimewa. Mau mengajukan apa coba? Pantai Istambul yang di Karangtengah itu? Bagi saya, nggak ada kesan menarik selain panas, masih jauh kalau dibandingkan pantai-pantai di Jepara. Tracking mangrove yang ada di Bedono? Itu malah sudah terbengkalai. Brown Canyon? Eits, meski masyarakat Demak sering megaku itu milik Demak, namun sebenarnya tempat yang juga merupakan site tambang pasir tersebut milik Semarang lho, tepatnya daerah Rowosari dan masuk Kecamatan Tembalang.

Jadi, kalau pengin mengandalkan pariwisata pun sebagai penunjang ekonomi, hal itu masih kalah dengan pemasukan dari Masjid Agung Demak dan makam para walinya. Bahkan kalau kita searching tempat wisata di Demak, maka yang keluar paling atas adalah Masjid Agung Demak, kemudian makam Sunan Kalijaga, makam Syekh Mudzakir dll. Dan tentunya terdapat embel-embel wisata religi.

Tak ayal lagi, Masjid Agung Demak dan makam para wali di Demak merupakan salah satu faktor yang membuat kondisi ekonomi di Demak menjadi stabil.

Julukan Kota Wali nggak pernah ada

Hal yang paling masuk akal jika para wali nggak pernah singgah ke Demak adalah julukan Demak sebagai Kota Wali nggak bakal pernah ada. Mungkin Demak bisa dijuluki Kota Pesisir, sebab letaknya di daerah pesisir pantai utara. Atau mungkin Kota Seribu Lubang? Karena jalanan di Demak yang banyak lubangnya. Atau Kota Agraria? Karena kebanyakan masyarakat Demak juga merupakan seorang petani.

Entahlah, apa pun itu, yang terpenting sekarang kita tahu bahwa Demak memang nggak bisa jauh dari para wali. Singgahnya Wali Songo di Demak merupakan sebuah karunia yang bisa kita rasakan dampaknya hingga sekarang ini.

Penulis: Ahmad Nadlif
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Alasan Demak Kalah Tenar Dibanding Kabupaten di Sekelilingnya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2023 oleh

Tags: Kabupaten Demakkerajaan islamkyaiwaliwali sanga
Ahmad Nadlif

Ahmad Nadlif

Mas-mas jawa biasa.

ArtikelTerkait

UIN Walisongo PTKIN Terbaik (Unsplash)

UIN Walisongo, Kampus PTKIN dengan Nama Terbaik

19 September 2023
Seandainya Raju Upin Ipin Tinggal di Mranggen Demak, Begini Nasibnya

Seandainya Raju Upin Ipin Tinggal di Mranggen Demak, Begini Nasibnya

6 Februari 2024
Kecamatan Sumowono, Kenikmatan Kabupaten Semarang yang Membuat Orang Demak Iri (Unsplash)

Kecamatan Sumowono, Kenikmatan Kabupaten Semarang yang Membuat Orang Demak Iri

13 Juli 2023
5 Julukan yang Cocok Disematkan untuk Demak, Mulai dari Kota Kincir Angin hingga Jalan Seribu Lubang

5 Julukan yang Cocok Disematkan untuk Demak, Mulai dari Kota Kincir Angin hingga Jalan Seribu Lubang

8 Mei 2024
Jalan Raya Onggorawe, Jalan Paling Menyeramkan di Demak. Ngerinya seperti Masuk Rumah Hantu

Jalan Raya Onggorawe, Jalan Paling Menyeramkan di Demak. Ngerinya seperti Masuk Rumah Hantu

1 Mei 2024
2 Alasan Bioskop Sebenarnya Belum Layak Didirikan di Demak

2 Alasan Bioskop Belum Layak Didirikan di Demak

20 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung usaha warung

Warung Madura Terlalu Percaya Diri, padahal Warung Tetangga Bisa Menggulingkannya Kapan Saja

6 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya Mojok.co

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

4 Juni 2026
Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

7 Juni 2026
Pengalaman Orang Semarang Kaget Menemukan Sisi Lain Solo (Unsplash)

Pengalaman Orang Semarang yang Kaget Menemukan Sisi Lain Kota Solo

6 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.