Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Membayangkan Indonesian Wave Bangkit dan Mendunia seperti Hallyu

Suzan Lesmana oleh Suzan Lesmana
21 Juni 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Sepertinya, Gelombang Korea atau Korean Wave a.k.a Hallyu terus merasuki relung-relung hati remaja Indonesia. Hallyu sendiri mengacu pada popularitas kultur dan hiburan Korea yang telah mendunia. Manifestasinya mencakup berbagai aspek baik musik, drama televisi a.k.a drakor, film, kuliner, fashion, bahkan bahasa Korea.

Saking menggilanya demam Hallyu ini, beberapa waktu lalu heboh antre penjualan box set BTS Meal yang menyebabkan beberapa mal ditutup karena kerumunan antrean—bahkan bungkus bekasnya pun dijual hingga angka fantastis ratusan juta rupiah di marketplace. Edyaaan!

Saya berandai-andai membayangkan alangkah indahnya seandainya box seat grup boy band “DOPE”—yang asli Indonesia itu yang diperebutkan. Uwuwuwu, kan? Jadi, bukan hanya terkenal karena gelombang tsunami-nya saja atau tanaman gelombang cinta yang sempat booming beberapa tahun lalu, tapi Gelombang Indonesia atau Indonesian Wave yang mendunia. Terserah nanti namanya apa—asal jangan Halu aja namanya. Wqwqwq.

Sebenarnya, kalau kita tilik lagi banyak potensi di tanah air yang dapat dimaksimalkan untuk mendukung kebangkitan Indonesian Wave. Yuks, berikut ini analisis saya.

#1 Fun atau hiburan yang dapat diangkat

a. Musik

Tentunya, musik dangdut yang sudah populer hingga manca negara menjadi kebanggaan dan andalan utama. Dalam penelusuran saya dari beberapa sumber, biduan dangdut mancanegara sudah memopulerkan dangdut kurang lebih 1 dekade lalu.

Tercatat ada biduan dangdut dari USA, Joelina Bee yang telah merilis album solonya Dangdut Dance. Selanjutnya ada juara dangdut USA, Arreal Tilghman. Penyanyi Rap Laray Raiford (LRP) pun merilis lagu dangdut. Tak ketinggalan biduan wanita USA lainnya, Danielle Desire menyusul dengan single dangdutnya “Kinyis-kinyis”. Dangdut Cowboys USA yang dibentuk oleh Andrew Weintraub pun meng-cover version lagu “Terajana“.

Tak ketinggalan Oppa dari Korea Selatan bernama Ricky Ujung yang bernama asli Hwang Woo Joong mengeluarkan lagu pertamanya “Mama Papa“. Dari Perancis ada Juminem Pierre yang menyanyikan lagu “Bibir Mahir” dan terkenal dengan goyang Eiffel-nya. Dan Alina Saraswati alias Alina Salimgareeva ini merupakan seorang penyanyi dangdut asli Rusia yang mengeluarkan lagu “Pengen Kawin”.

Baca Juga:

Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

Jangan lupakan anak-anak muda dari tanah air Alffy Rev dan Weird Genius yang mengusung perpaduan Indonesian Ethnic Songs  X  Electronic Dance Music. Coba deh cari di YouTube, menurut saya keren abis jika menginginkan nuansa kearifan lokal dalam sebuah aransemen musik digital.

b. Film

Film Indonesia berhasil mengangkat bela diri asli Indonesia Pencak Silat—didukung pesilat Iko Uwais, Yayan Ruhian, seperti film Merantau, The Raid 1&2, Head Shot, atau The Night Comes for Us yang diproduksi Netflix membuktikan pencak silat semakin diakui manca negara.

c. Sinetron

Jika sinetron Indonesia ingin menjadi bagian Indonesia Wave, sangat berpotensi jika mau mengubah temanya lebih out of the box dengan mengangkat isu-isu ringan, tapi dikemas lebih menarik seperti K-Drama. Dari model Gangster Vicenzo hingga Manusia Listrik L.U.C.A  patut dipertimbangkan menjadi tema drama Indonesia. Nggak usah panjang dan dipanjang-panjangin episodenya. Cukup 12-20 episode.

#2 Food

Makanan adalah entitas tak terbantahkan sebagai kekayaan kuliner Nusantara.

a. Nasi Goreng

Siapa yang tak kenal nasi goreng? Apalagi setelah mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama pernah menyebut dan mengakui lezatnya nasi goreng.

b. Nasi Padang

Hmmm, kalau sudah mendengar nasi Padang, pasti kepingin “tamboh ciek” alias nambah satu porsi. Dan penyebabnya tak lain karena kelezatan khas berbagai kuah terutama kuah rendangnya. Tak heran daging rendang, masuk dalam 50 makanan paling lezat di dunia versi “CNN internasional pada 2011”. Bahkan penyanyi “Nasi Padang” asal Norwegia, Audun Kvitland turut mempopulerkan kelezatan Nasi Padang.

c. Sate

Sate ayam maupun kambing pasti menjadi menu favorit saat Idul Adha maupun tahun baru. Menu sate sangat mirip dengan barbeque yang biasa disajikan di manca negara. Kuah kacang dan kecap akan membedakannya dari barbeque.

d. Gado-gado

Lalu, siapa juga yang tak pernah menyicip gado-gado? Salad berkuah asli Indonesia ini juga potensial dengan kuah kacang kentalnya disukai lidah yang menyenangi manis.

e. Tempe

Seorang Chef Korea, Oppa Eduard Quad pun telah jatuh cinta dengan tempe—dan menjadikan tempe menu andalah masakan racikannya pada sebuah festival kuliner di Jakarta 2012 lalu.

#3 Fashion

Seni batik, kain-kain tradisional, dan kerajinan kayu yang dikemas dalam produk fashion, merupakan potensi-potensi yang sudah dilirik dunia fesyen sejak lama.

a. Batik

Batik bermerek Erigo Apparel dengan model batik casual menyasar anak muda yang ingin berpenampilan kekinian, tapi tetap stylish.

b. Kerajinan kayu

Jam tangan berbahan kayu jenis sonokeling, maple, dan jati berhasil dikemas merk Matoa, asli Indonesia.

c. Kain Tradisional

Produk-produk fashion asli Indonesia dari brand Major Minor bahkan pernah mengikuti pameran fesyen tingkat internasional seperti Tokyo Fashion Week dan Paris Fashion Week.

Itulah potensi-potensi yang saya pikir dapat mewujud menjadi Indonesian Wave. Tak lupa tentunya dukungan pemerintah dan swasta untuk niat mulia ini. Seperti dukungan pemerintah Korea Selatan dan pihak swastanya pada Korean Wave. Contoh saja seperti yang pernah dilakukan Jokowi yang pernah memakai sepatu produk NAH Project atau Jaket Bomber-nya. Yuks bisa, yuks.

BACA JUGA KPop, Pria, dan Jodoh dan tulisan Suzan Lesmana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2021 oleh

Tags: Indonesian wavekorean wavepariwisataPojok Tubir Terminal
Suzan Lesmana

Suzan Lesmana

Seorang MC yang suka menulis sejak pandemi

ArtikelTerkait

buku bajakan buku-buku baru buku musik mojok

Memahami Kemuakan Tere Liye lewat Buku Hadiah Giveaway

29 Mei 2021
aturan lalu lintas 4 orang menyebalkan saat kecelakaan lalu lintas lakalantas mojok

4 Jenis Pengendara Bodoh yang Berpotensi Bikin Celaka Pengendara Lain

26 Mei 2021
Resort and Beach Club Gunungkidul: Raffi Ahmad (Semakin) Kaya, Warga Setempat (Tetap) Merana Mojok.co

Resort and Beach Club Gunungkidul: Raffi Ahmad (Semakin) Kaya, Warga Setempat (Tetap) Merana

27 Desember 2023
5 Tempat Wisata Overrated di Kota Batu. Apanya yang Spesial, sih?

5 Tempat Wisata Overrated di Kota Batu. Apanya yang Spesial, sih?

9 Desember 2023
Sisipan Iklan Layanan Masyarakat di Dua Sinetron Prime Time Andalan RCTI Ramashok Blas! terminal mojok

Sisipan Iklan Layanan Masyarakat di Dua Sinetron Prime Time Andalan RCTI Ramashok Blas!

27 Juni 2021
7 Langkah yang Bisa Kita Lakukan agar Tetap Bertahan Hidup Setelah Kenaikan PPN terminal mojok

7 Langkah yang Bisa Kita Lakukan agar Tetap Bertahan Hidup Setelah Kenaikan PPN

17 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan
  • KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa
  • Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.