Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Membayangkan Gunungpati Semarang Tanpa UNNES, Cuma Jadi Daerah Medioker

Raihan Muhammad oleh Raihan Muhammad
16 April 2025
A A
Membayangkan Gunungpati Semarang Tanpa UNNES Mojok.co

Membayangkan Gunungpati Semarang Tanpa UNNES (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kebanyakan orang luar Semarang mungkin akan menyebutkan Universitas Diponegoro (Undip) ketika ditanya soal perguruan tinggi negeri (PTN) di daerah ini. Padahal, selain Undip ada universitas lain yang tidak kalah diminati, yakni Universitas Negeri Semarang (UNNES). Perguruan tinggi yang terletak di Kecamatan Gunungpati itu menerima kurang lebih 50.000 mahasiswa baru setiap tahunnya. 

PTN ini sebenarnya sudah ada sejak 1965. Sebelumnya, universitas ini bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Semarang yang kemudian berganti nama jadi UNNES pada 2000. Melihat usianya, PTN ini sudah tidak diragukan lagi, tidak heran kalau universitas ini jadi incaran calon mahasiswa baru. 

UNNES mungkin tidak terlihat “wah” atau elit dari luar. Tidak memiliki menara tinggi atau patung pahlawan di gerbangnya. Namun, keberadaan universitas ini begitu berdampak untuk Semarang, warga Kecamatan Gunungpati khususnya. 

Ekonomi kian menggeliat karena mahasiswa UNNES

Perputaran ekonomi di Gunungpati sebagian besar terjadi karena puluhan ribu mahasiswa yang kuliah di sana. Seperti daerah kampus lainnya, di kecamatan ini ada banyak sekali usaha kecil-kecilan yang menunjang kehidupan mahasiswa. Kebanyakan usaha itu dimiliki dan dijalankan oleh warga sekitar. Sebut saja usaha kos-kosan, tempat makan, fotocopy, hingga laundry. 

Saya tidak bisa membayangkan kalau UNNES tidak pernah ada, kecamatan di sisi selatan Kota Semarang itu mungkin jadi daerah hijau yang jauh dari hiruk pikuk mahasiswa. Asal tahu saja, di Gunungpati masih banyak lahan hijau dibanding kecamatan-kecamatan lain di Kota Semarang. Lahan ini dipertahankan dalam rangka Semarang Pesona Asia (SPA). Kondisi Gunungpati yang lebih asri dibanding daerah lain pernah dibahas secara apik di salah satu Terminal Mojok berjudul Gunungpati, Satu-satunya Daerah di Semarang yang Panasnya Masih Bisa Ditoleransi.  

Gunungpati bukan cuma rumah bagi UNNES, tapi juga tempat persinggahan sementara bagi ribuan mahasiswa rantau. Gunungpati, Semarang pun berubah jadi semacam kampung besar yang dihuni oleh mahasiswa dengan berbagai harapannya. Tanpa mereka, UNNES terasa sepi, dan Gunungpati mungkin hanya akan jadi tempat yang sejuk tapi sunyi. 

Gunungpati hanya jadi nama kecamatan yang nggak banyak dikenal orang

Sebagian orang Gunungpati mungkin berharap daerahnya jauh dari hiruk pikuk mahasiswa supaya tetap nyaman ditinggali. Namun, apabila UNNES tidak ada, bisa jadi Gunungpati semakin tidak dikenal. Orang-orang akan lebih mengenal Banyumanik, Tembalang, atau Ungaran, ketimbang Gunungpati. Padahal, sekarang ini, “terkenal” jadi modal yang penting supaya suatu daerah bisa semakin berkembang. 

Begitu UNNES hadir, Gunungpati seperti dapat suntikan kehidupan. Jalanan yang tadinya cuma dilewati truk pasir dan sepeda warga, sekarang penuh lalu lalang mahasiswa dari berbagai daerah. Daerah ini tidak jadi  titik kecil yang dilewati bus kota tanpa pernah disinggahi.

Baca Juga:

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

Saya sih lebih senang UNNES ada di Gunungpati ya. Sebab, menariknya, meskipun Gunungpati nggak berubah jadi kota satelit ala BSD, identitasnya tetap lekat. Sejuknya Gunungpati masih terasa, sawahnya belum sepenuhnya hilang, dan warga lokal tetap jadi bagian penting dari dinamika kehidupan kampus.

UNNES memang membesarkan nama Gunungpati, tanpanya daerah ini mungkin cuma jadi daerah biasa saja, medioker. Tapi, jangan salah, Gunungpati dan warganya juga banyak membantu UNNES dan mahasiswanya. Itu mengapa hubungan saling menghargai antar dua pihak diperlukan. 

Penulis: Raihan Muhammad
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Sudah 5 Tahun Pindah dari Semarang ke Jogja dan Masih Saja Merana

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 April 2025 oleh

Tags: Gunungpatigunungpati semarangptnPTN SemarangSemaranguniveritas negeri semarangUNNES
Raihan Muhammad

Raihan Muhammad

Manusia biasa yang senantiasa menjadi pemulung ilmu dan pengepul pengetahuan. Pemerhati politik dan hukum. Doyan nulis secara satire/sarkas agar tetap waras. Aku menulis, maka aku ada.

ArtikelTerkait

5 Hal yang Lumrah di UNS, tapi Nggak Wajar di Kampus Lain Mojok.co

5 Hal yang Lumrah di UNS, tapi Nggak Wajar di Kampus Lain

3 September 2025
UNNES Semarang Bukan Lagi Tempat yang Ramah buat Mahasiswa Pas-pasan, Kos Mahal, Uang Kuliah Melejit, Gaji Part Time Seuprit Pula makelar kos

Pemilik Kos-kosan di UNNES Geram dengan Kelakuan Makelar Kos yang Setiap Tahun Membuat Trauma Mahasiswa Baru

5 Agustus 2025
Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Pindah dari Jogja ke Semarang: Udah Panas, Makanannya Nggak Seenak di Jogja

Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Pindah dari Jogja ke Semarang: Udah Panas, Makanannya Nggak Seenak di Jogja

6 Maret 2024
4 Wisata Semarang yang Bisa Bikin Kamu Kapok Jika Salah Momen Berkunjung

4 Wisata Semarang yang Bisa Bikin Kamu Kapok Jika Salah Momen Berkunjung

16 November 2025
Curahan Hati Asisten Rumah Tangga di Semarang yang Menjalani Pekerjaan Sampingan Saat Bulan Puasa Mojok.co

Curahan Hati Asisten Rumah Tangga di Semarang yang Menjalani Pekerjaan Sampingan Saat Bulan Puasa

24 Maret 2024
Banjir di Semarang: Begitu Sendu, Begitu Pilu

Banjir di Semarang: Begitu Sendu, Begitu Pilu

8 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
7 Rekomendasi Drama China yang Bisa Ditonton Tanpa Perlu Mikir (Pexels) tiktok

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

12 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.