Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Membangun Stadion Berkapasitas Raksasa di Indonesia Sungguh Terasa Sia-sia

Ariq Fajar Hidayat oleh Ariq Fajar Hidayat
20 Oktober 2020
A A
Sepak Bola dan Sihir Adalah Kolaborasi yang Erat Tak Terbantahkan terminal mojok.co

Sepak Bola dan Sihir Adalah Kolaborasi yang Erat Tak Terbantahkan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa tahun belakangan berbagai daerah di Indonesia seakan berlomba-lomba membangun stadion besar dengan kapasitas yang bisa dibilang fantastis. Stadion berkapasitas raksasa di atas 40 ribu kini bukan sebuah hal langka di Indonesia. Selain Stadion Utama Gelora Bung Karno, juga terdapat Stadion Batakan, Stadion Palaran, Stadion Utama Riau, Stadion Utama Papua Bangkit, hingga Stadion BMW Jakarta yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.

Gencarnya pembangunan ini terlihat sebagai sinyal baik bagi persepakbolaan Indonesia. Namun, apakah benar membangun stadion dengan tribun menjulang tinggi merupakan infrastruktur yang paling dibutuhkan?

ADVERTISEMENT

Jika menilik dari tujuan dibangunnya stadion berkapasitas raksasa, jelas agar dapat menampung penonton sebanyak mungkin. Sudah seharusnya stadion-stadion berkapasitas besar yang sudah dibangun, berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu menampung penonton sesuai dengan kapasitas. Namun, stadion-stadion besar itu sepertinya belum berfungsi demikian.

Dari data jumlah penonton Liga 1 2019, rata-rata penonton per laga Liga 1 musim lalu hanyalah 9.363,33 orang. Rata-rata penonton tertinggi dipegang Persija Jakarta yang mencapai angka 24.304 orang per laga. Disusul Persebaya Surabaya dengan jumlah 23.334 orang per laga, dan PS Sleman dengan 18.870 orang per laga. Pertandingan yang disaksikan penonton lebih dari 40 ribu hanya ditemukan pada laga big match.

Dilihat dari data tersebut, tidak terlihat bahwa sepakbola Indonesia benar-benar membutuhkan stadion berkapasitas besar. Sering kali para pemuja stadion besar berasumsi bahwa kita butuh stadion dengan kapasitas raksasa hanya dari beberapa kali kejadian penonton membludak hingga pinggir lapangan pada laga besar tertentu. Sayangnya, momen-momen yang menunjukkan kekurangan kapasitas tersebut hanya terjadi di laga tertentu. Yang sering terjadi justru penonton hanya memenuhi setengah kapasitas stadion atau bahkan kurang.

Yang menyedihkan, banyak stadion berkapasitas raksasa yang justru “nganggur” dan lebih cocok digunakan sebagai tempat uji nyali. Stadion Palaran Samarinda adalah salah satu contohnya. Jangankan dipenuhi, stadion berkapasitas 60 ribu orang ini justru tidak banyak digunakan untuk kompetisi resmi pasca digunakan untuk PON 2008. Klub lokal Samarinda, dari era Persisam hingga Borneo FC lebih memilih menggunakan Stadion Segiri sebagai kandang.

Adanya stadion besar terbengkalai tersebut banyak disebabkan pemerintah setempat hanya berpikir membangun stadion besar untuk venue utama PON, tanpa adanya rencana pasca event tersebut berakhir. Setelah event berakhir, tidak ada klub lokal yang menggunakan sehingga stadion tersebut mangkrak. Hal ini mengingatkan saya dengan adegan “Now What?” pada ending film Finding Nemo.

Daripada membangun stadion besar yang pada akhirnya terbuang sia-sia, bukankah lebih baik memoles stadion yang sudah ada menjadi lebih layak? Stadion Lebak Bulus misalnya, jika saat itu dipoles dengan baik, saya yakin stadion ini akan mirip dengan Benteler-Arena kandang SC Paderborn. Mungil namun ciamik.

Baca Juga:

5 Hal Penting yang Wajib Diketahui Jika Ingin Jogging di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Kalau pun memang perlu membangun stadion baru, apa salahnya membangun stadion mungil berkapasitas 20 ribu namun berkualitas? Bournemouth yang berkompetisi 5 musim berturut-turut di Premier League bahkan hanya mempunyai stadion berkapasitas 11 ribu.

Klub sebesar Arsenal bahkan pernah bermarkas di stadion Highbury yang berkapasitas “hanya” 38 ribu sebelum pindah ke Emirates. Sebagian pendukung Arsenal justru merasa bahwa jiwa Arsenal masih tertinggal di stadion mungil legendaris tersebut. Emirates yang berkapasitas lebih besar dan modern dianggap sebagai soulless bowl atau mangkuk tanpa jiwa oleh sebagian pendukung Arsenal.

Terlalu sibuk meninggikan tribun, kita justru melupakan aspek terpenting dalam sepakbola, yaitu rumput. Tentu akan sangat lucu jika stadion dengan tribun tinggi setara Camp Nou namun kualitas rumput lapangan setara dengan lapangan kampung. Maka dari itu, jarang pemain Liga Indonesia yang melakukan selebrasi meluncur dengan lutut, bisa-bisa cedera nanti. Kualitas rumput yang bagus juga dapat berpengaruh ke permainan, sehingga tercipta umpan-umpan datar ciamik dan tidak hanya mengandalkan umpan lambung.

Banyaknya stadion besar yang mangkrak atau jumlah penonton yang tidak berimbang dengan kapasitas seharusnya menjadi pelajaran bahwa stadion besar bukanlah segalanya bagi sepakbola. Kemeriahan pendukung dalam stadion juga tidak selalu bergantung pada kapasitas stadion. Saya yakin atmosfer penonton di Stadion The Den markas Millwall jauh lebih meriah daripada atmosfer di soulless bowl Emirates atau Etihad. Bagaimanapun, yang terpenting adalah kualitas, bukan kuantitas.

BACA JUGA Sepak Bola Tanpa Kekerasan Gender Adalah Hal yang Harus Diperjuangkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2020 oleh

Tags: Sepak Bolastadion
Ariq Fajar Hidayat

Ariq Fajar Hidayat

Seorang penggemar Emyu dan Persiba Bantul yang masih sabar menanti hari kebangkitan

ArtikelTerkait

Di Kampung Saya, Orang-orang Lebih Suka Main PES Dibanding FIFA terminal mojok.co

Di Kampung Saya, Orang-orang Lebih Suka Main PES Dibanding FIFA

23 November 2020
Kasta Tempat Duduk di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya terminal mojok.co

Kasta Tempat Duduk di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya

31 Januari 2022
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Benahi Dulu Liga, Baru Kita Berharap pada Timnas

21 Desember 2020
Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

Manajemen Tolol Penyebab PSS Sleman Degradasi dan Sudah Sepatutnya Mereka Bertanggung Jawab!

26 Mei 2025
Leonardo PSG FIFA PES gim sepak bola Lionel Messi Mojok

Setelah Messi Pindah ke PSG, Dunia PES dan FIFA Tak Lagi Sama

12 Agustus 2021
Menghitung Penghasilan Kojiro Hyuga di Juventus

Menghitung Penghasilan Kojiro Hyuga di Juventus

17 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026
Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

Culture shock anak pesisir pantura lihat pantai di Maluku: ternyata pantai bisa bersih, putih, dan tanpa bau amis

5 Agustus 2026
Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh Mojok.co

Akal-akalan loker isi survei dan nonton iklan online, menyedot banyak kuota, tapi hasilnya cuma cukup buat beli es teh

6 Agustus 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.