Membandingkan 5 Cabang Mirota Kampus. Mana yang Jadi Juara? – Terminal Mojok

Membandingkan 5 Cabang Mirota Kampus. Mana yang Jadi Juara?

ArtikelFeatured

Yogyakarta sejak dulu terkenal akan kemurahannya. Murah senyum, murah harga, sampai murah upah. Waduh. Kemurahan yang ditawarkan di Jogja ini nggak jarang ngebikin warganya jadi sangat perhitungan. Kalau belanja, masyarakat Jogja nggak keberatan untuk sedikit repot nyari toko yang lebih murah, walaupun cuma beda seribu rupiah aja. Yang penting ada sisa uang buat ditabung. Untuk mahasiswa dan ibu-ibu yang setiap bulan harus putar otak guna menghemat uang bulanan, belanja harus dilakukan di tempat yang terkenal murah, Mirota Kampus contohnya.

Orang-orang yang tinggal atau minimal pernah berkunjung ke Jogja pasti kenal swalayan ini. Harganya murah, cabangnya banyak, sering ngasih diskon pula tiap Jumat. Siapa sih yang nggak sayang sama si Mirota Kampus?

Menurut informasi yang saya dapat dari bagian belakang kupon undian, swalayan yang denger-denger punya nama lain Manna Kampus ini punya enam cabang. Enam cabang ini termasuk 1 outlet Manna Kampus yang letaknya nggak jauh dari Mirota Kampus cabang Jalan C. Simanjuntak. Saya sampai saat ini sudah mengunjungi kelima cabangnya dan punya kesan berbeda di setiap cabang, kayak gini nih.

#1 Mirota Kampus Jalan C. Simanjuntak

Cabang inilah yang paling dikenal oleh warga Jogja dan paling pantas disebut sebagai “Mirota Kampus” karena hanya dialah satu-satunya cabang yang lokasinya bener-bener dekat dengan kampus. Menurut Google Maps, cabang ini masih masuk ke wilayah Kotamadya Yogyakarta, tepatnya Terban, Kecamatan Gondokusuman. Ternyata belum masuk wilayah Depok, to.

Dari luar, cabang Simanjuntak adalah yang paling estetik. Parkiran motornya teduh karena ditanami tumbuhan merambat. Tapi, jujur aja, cabang Simanjuntak adalah cabang paling mbingungi. Bagi yang baru pertama kali ke sini dan kebetulan bawa kendaraan motor, pasti bingung masuknya lewat mana, keluar lewat mana. Kalau beruntung, biasanya ada tukang parkir yang ngasih petunjuk arah buat ambil karcis elektronik yang masih dioperasikan oleh pegawai.

Bagian dalam cabang Simanjuntak cukup luas. Cabang ini punya eskalator yang bisa meringankan beban kemalasan kaki buat naik tangga, tapi nanti turunnya tetep harus pakai tangga. Agak disayangkan karena konter apoteknya ada di luar pos terakhir yang harus dilewati pembeli alias kasir. Kadang kalau saya kelupaan beli sesuatu di konter obat dan udah terlanjur antre kasir, saya memilih untuk nggak jadi ke konter obat karena takut antrean saya diserobot kalau ditinggal.

#2 Mirota Kampus cabang Jalan Palagan Tentara Pelajar

Posisinya dekat dengan Hotel Hyatt dan ada di pinggir jalan penghubung menuju kecamatan-kecamatan paling lor dari Kabupaten Sleman. Parkirannya cukup sempit dan bagi pengguna sepeda motor kadang harus rebutan tempat parkir sama orang-orang yang cuma mau ambil uang di ATM. Sementara buat Mojokers yang bawa mobil bisa parkir di kantong parkir sebelah selatan yang letaknya kurang lebih 20 meter dari Mirota.

Cabang Palagan memang terlihat lebih sempit daripada Simanjuntak. Jumlah kasirnya pun lebih sedikit. Teman saya yang dulu bekerja di cabang ini pernah bercerita kalau cabang Palagan jauh lebih nggak lengkap dari Simanjuntak dan Godean. Kalau di Simanjuntak punya tiga lantai, cabang Palagan cuma punya dua dan pakai tangga sebagai penghubung tiap lantai.

Atas alasan kurang lengkap dan jarak dari rumah saya yang jauh pol, saya baru pernah bertandang ke cabang Palagan dua kali aja. Yang pertama buat nganterin temen saja kerja dan yang terakhir buat nukerin poin member card, tapi ternyata hadiah yang saya incer udah habis. Huhu, sedih.

#3 Mirota Kampus cabang Babarsari

Mirota kampus ketiga yang pernah saya sambangi ini lokasinya di Jalan Raya Jogja-Solo kilometer 7. Kalau kalian datang dari arah barat dan bakal balik ngulon lagi siap-siap nyari U-Turn yang jauh banget. Atau kalau tau jalan kampung, siap-siap nlusup-nlusup. Selama berkendara jangan banter-banter juga soalnya cabang yang satu ini agak berkamuflase di balik rimbunnya tanaman rambat dan gedung-gedung di sebelahnya.

Pertama kali ke sini, saya bingung mau parkir di mana. Tempat parkirnya lumayan sempit dan saat itu lagi rame-ramenya. Motor saya parkirkan dekat pintu keluar biar nggak repot. Eh waktu saya selesai belanja, motor saya dipindah jauh banget, terhimpit tembok dan motor lain. Selama menonton satu tukang parkir ngeluarin motor saya yang nggak bisa napas di pojokan, saya ngeliat tukang parkir lain yang skill nata motornya level dewa, mindahin motor semudah mindahin kardus.

Nggak jauh beda dengan Palagan, cabang Babarsari juga cukup kecil bagian dalamnya dan kurang lengkap kalau dibandingkan sama Simanjuntak dan Godean. Tapi, ketika saya perhatikan, diskon di Babarsari jauh lebih gede daripada Godean, padahal barang yang didiskon sama persis. Wah, kok bisa, ya?

#4 Mirota Kampus cabang Jalan Godean

Cabang favorit saya! Tempat tinggal saya dekat sama cabang yang satu ini. Bahkan saya menyaksikan pertumbuhan Mirota Kampus Godean ini sejak masih kecil hingga bisa sebesar ini, termasuk perluasan tokonya yang dilakukan berulang-ulang.

Cabang Godean adalah cabang paling canggih. Cuma di cabang ini yang menyediakan mesin pencetak karcis parkir yang tinggal pencet. Beda dari Simanjuntak yang karcis parkirnya dibikinin oleh pegawai, serta Palagan dan Babarsari yang seingat saya nggak ngasih karcis. Untuk parkiran mobilnya pun cabang Godeanlah yang terluas.

Kalau dibandingkan sama ketiga cabang lainnya, saya ingin menobatkan Godean sebagai cabang Mirota terbaik versi saya. Selain gedungnya yang paling luas dengan pencahayaan paling terang, penempatan barang dan konter obatnya sudah tepat. Aislenya pun lebih luas, jadi nggak terlalu repot atau dempet-dempetan pas bawa troli. Kasirnya juga lebih banyak, jadi walaupun terjebak di keramaian hari Jumat, pembeli nggak perlu nunggu super lama buat membayar.

Cabang Godean pun sekarang sudah ada Chatime dan di luar banyak pedagang kaki lima yang mangkal. Buat bapak-bapak atau mas-mas yang males ngikutin pasangannya belanja, boleh tuh jajan sebentar sambil nunggu.

#5 Manna Kampus Jalan C Simanjuntak

Sebenernya cabang ini adalah ekstensi dari Mirota Kampus cabang Simanjuntak dan lokasinya memang tetanggaan. Isinya mayoritas barang pecah belah dan peralatan rumah tangga. Ya, mirip-mirip Remujung tapi di bawah naungan Mirota gitu deh.

Ketika parkir di sini, kita akan berdampingan dengan para pembeli Chatime. Karena parkirannya nggak ada atapnya, siap-siap untuk was-was tiap kali langit udah mendung. Tapi karena cenderung lebih sering sepi, biasanya nggak sulit buat ngeluarin motor sendiri tanpa bantuan tukang parkir.

Soal harga mungkin 11-12 dari Remujung. Di sini saya sering mampir cuma buat window shopping sambil observasi barang pecah belah lucu tanpa ada niatan untuk membeli karena itu adalah salah satu hal yang bisa meningkatkan mood saya. Apalagi kalau liat ember, bak, atau barang-barang plastik berwarna-warni di penjuru ruangan, wah nyenengin banget.

Dari kelima komparasi tadi, sudah bisa menentukan mana yang terbaik? Malaikat juga tau kok siapa yang jadi juaranya, haha.

Kalau dilihat-lihat, Mirota Kampus masih konsentris di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman aja dan belum secara sporadis menyebar di seluruh kabupaten yang ada di Jogja. Padahal saya ingin seluruh rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta punya kemewahan pengalaman merasakan kemurahan ketika belanja di Mirota Kampus. Kita doakan saja semoga Mirota segera buka cabang tapi tetap mengedepankan harga murah dan konsisten ngasih undian rumah. Aaamiiin.

BACA JUGA Rekomendasi Drama Korea Bertema Medis yang Dijamin Seru dan Bikin Pinter dan tulisan Noor Annisa Falachul Firdausi lainnya.

Baca Juga:  Penting tapi Kadang Dilupakan: Kursi Tunggu di Tempat Belanja
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
10


Komentar

Comments are closed.