Membaca Skripsi Tanda-tanda Zionisme Bikin Saya Gemas dan Ingin Kuliah Lagi

Artikel

Prabu Yudianto

Beberapa hari ini, kita sedang panen berita yang menggemaskan. Diawali dengan pelecehan seksual berbasis bungkus membungkus. Disusul dengan tunggakan beasiswa Veronica Koman yang ditagih LPDP. Yang terhangat, JRX ditetapkan sebagai tersangka. Saya pikir, berita tentang JRX adalah akhir dari panen berita menggemaskan ini. Ternyata saya salah, setelah sebuah judul skripsi ramai dibahas di media sosial.

Skripsi tersebut punya judul yang bikin merinding: “Tanda–Tanda Zionisme Dalam Film Kartun Anak Di Televisi (Analisis Semiotika dalam Film Spongebob Squarepants episode Good Neighbours, Hocus Pocus, dan Cephalopod Lodge).” Membaca judulnya saja sudah bisa dibayangkan isi skripsinya. Pasti penuh lika-liku konspirasi.

Skripsi karya Fidela Zerlina Aufa Nurachmad ini memang bukan skripsi kaleng-kaleng. Mahasiswa angkatan 2012 ini berani membahas tentang teori konspirasi paling jadul dalam sejarah per-konspirasi-an duniawi. Saya masih ingat, pertama membaca teori zionisme ini saat masih 3 SMP. 12 tahun yang berlalu, ternyata zionisme masih hangat untuk dijadikan tema skripsi.

Saya tidak akan menyibukkan diri dengan membahas apa itu zionisme. Saya sudah mentas dari konspirasi ini semenjak kuliah. Saya lebih tertarik pada isi dari skripsi jurusan ilmu komunikasi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Muhammadiyah Malang.. Apa yang dibahas skripsi ini membuat saya berpikir, “kenapa dulu saya malah masuk peternakan?”

Beruntung, saya bisa mengakses isi skripsi ini dari web eprints.umm.ac.id. Dari web itu saya bisa mengakses bagian pendahuluan, bab II, bab III dan bab IV. Sayang sekali, bagian pembahasan tidak diterbitkan dalam web tersebut. Namun abstrak skripsi ini sudah cukup menggambarkan apa yang akan dibahas. Dan membaca skripsi ini benar-benar membuat saya merasa salah jurusan dan salah kampus.

Paragraf pertama dari latar belakang skripsi ini sudah membuat saya berdecak kagum. Dibuka dengan menjelaskan apa itu zionisme. Hebatnya, blio mengutip sebuah terbitan dari Facebook. Saya mencoba membuka fanpage Israel Berbahasa Indonesia yang menjadi rujukan.

Baca Juga:  Penjual Madu Baduy Adalah Intel dan Kamu Harus Percaya Itu

Dan benar, skripsi ini dibuka oleh isi dari sebuah fanpage. Untung saja fanpage ini sudah terverifikasi. Konon, apa yang ditulis fanpage bercentang biru sudah valid sejak dalam pikiran. Makin dalam saya baca, makin banyak sitasi yang berasal dari media sosial dan blog yang entah siapa adminnya.

Makin lama membaca skripsi ini, saya makin kagum dengan isinya. Skripsi ini membicarakan upaya zionisme untuk menguasai dunia. Salah satunya dengan menyelipkan tanda-tanda mereka dalam berbagai media. Dari video klip, film, hingga kartun yang tak jelas sasarannya untuk dewasa atau anak.

Bahkan, skripsi ini juga mengungkap “tuhan” dari gerakan zionis ini: Dajjal yang disimbolkan sebagai All Seeing Eye. Baiklah, cukup sampai sini saya berlagak terpana oleh skripsi satu ini. Saya benar-benar tidak habis pikir, mengapa tema yang tidak jelas kebenarannya seperti zionisme ini layak menjadi tema sebuah skripsi.

Penulis skripsi ini mengamini zionisme memuja Dajjal. Padahal, konsep Dajjal sendiri sangat jauh dari pemikiran dan kepercayaan Yahudi sebagai induk dari zionisme. Konsep tentang Dajjal sendiri lahir bersama kelahiran agama Islam sekitar abad ketujuh Masehi. Yahudi sendiri menyangkal validitas teologis Islam seperti menyangkal teologis kristen. Lalu untuk apa para zionis Yahudi ini memuja sesuatu yang dipercaya agama lain, apalagi agama yang lebih muda.

Bahasan tentang tanda-tanda zionisme ini juga sangat cocoklogi. Jika ada mata satu dan segitiga, langsung dicap sebagai simbol zionis dan Dajjal. Tidak terkecuali simbol yang muncul dalam kartun Spongebob Squarepants. Saya menawarkan sebuah pemikiran perihal munculnya simbol zionis di kartun tersebut: karena Spongebob Squarepants selalu menyajikan tema satir, maka episode yang dibahas skripsi ini juga tidak lebih dari satir. Satir untuk mengejek ketakutan orang pada simbol mata satu.

Baca Juga:  Kata Ibu, Umur Rawan Selingkuh Usia 31, 35, dan 45 Tahun

Dan puncak kegemasan saya adalah bahasan tentang teori New World Order ala zionisme. Sumber dari segala teori ini adalah The Protocols of Elder Zion yang pertama terbit pada 1903 di Rusia. Buku ini sudah kontroversial sejak awal karena tidak memiliki bukti valid sebagai protokol para Yahudi. Banyak bagian buku ini adalah hasil plagiatisme dari buku serupa yang lebih tidak jelas validitasnya. Hebatnya, buku ini masih menjadi rujukan konspirasi Yahudi, yang akhirnya menjadi dasar pemikiran sebuah skripsi di Indonesia.

Seandainya gerakan yang bertujuan menguasai dunia ini ada, apakah kita akan tahu? Penulis skripsi ini saja menekankan zionis tidak membuka jati dirinya. Maka saya ingin bertanya: bagaimana propaganda terselubung organisasi misterius yang menggenggam dunia bisa dibongkar oleh sebuah skripsi? Saya pikir, rencana misterius Zionis ini sudah gagal.

Tapi, saya tetap termotivasi oleh skripsi ini. Cita-cita kuliah lagi membakar jiwa saya yang belum puas kuliah S1 selama 7 tahun. Tapi, kali ini saya optimis bahwa saya bisa lulus cepat. Untuk apa kuliah lama-lama, jika skripsi bertema konspiratif dengan sumber pustaka berasal dari blog dan website tak jelas saja bisa diluluskan?

BACA JUGA Harus Gimana Lagi sama Orang yang Percaya Konspirasi Wahyudi Covid-19?! dan tulisan Dimas Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
33


Komentar

Comments are closed.