Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Membaca Karakter Pedagang saat Nggak Punya Uang Kembalian

Wikan Agung Nugroho oleh Wikan Agung Nugroho
16 Juli 2021
A A
Membaca Karakter Pedagang saat Nggak Punya Uang Kembalian terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Kegiatan transaksional adalah kegiatan yang tak terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di pasar, toko, warung, kedai pinggir jalan, ataupun Alfamart/Indomaret. Kegiatan transaksi jual beli kerap kali mengalami masalah, mulai dari hal sepele hingga besar. Kalau masalah yang besar kalian sudah jelas ngerti ya, kayak pemalsuan uang, gendam, hipnotis, dan masih banyak lagi. Nah, sekarang saya akan membahas masalah sepele tapi berpengaruh terhadap lancarnya transaksi anda, yaitu ketika mengalami deadlock nggak adanya uang kembalian.

Masalah tersebut memang kerap kali menjadi bahan perdebatan. Sebenarnya ketika nggak ada uang kembalian, itu yang salah penjual atau pembeli?

Sebagai seseorang yang kurang kerjaan, ketika melakukan transaksi jual beli, saya kerap mengamati respons pedagang atau penjual ketika nggak punya uang kembalian. Percayalah, pada momen seperti itu kita dapat membaca karakter pedagang tersebut. Berikut beberapa karakter pedagang saat nggak memiliki uang kembalian versi saya:

Tipe suruh nukerin uang alias si pedagang normatif

Pedagang dengan karakter normatif adalah mayoritas pedagang ketika nggak memiliki kembalian. Saat uang yang dibayarkan terlalu besar, biasanya sang pedagang akan menyuruh kita menukarkan atau membelanjakannya di tempat lain terlebih dahulu. Karakter normatif ini mungkin kerap kalian temui, karena budaya “menukarkan uang terlebih dahulu” sudah menjadi budaya dan tata nilai yang berlaku di lingkungan tersebut. Jadi mau nggak mau harus dipatuhi.

Sebenarnya, sih, nggak ada yang salah dengan nukerin uang ini, namun yang menjadi perdebatan adalah siapa yang berkewajiban menukarkan uang tersebut? Apakah si penjual atau si pembeli?

Ada satu pengalaman pahit saya dengan tipe yang satu ini. Suatu ketika saat membeli es campur di pinggir jalan, saya membayar dengan uang pecahan 50 ribu. Ternyata si tukang es nggak punya uang kembalian dan blio menyuruh saya menukar uangnya. Saya, sih, mau-mau saja disuruh tukar uang, tapi mau ditukar ke mana, wong kanan kirinya nggak ada penjual atau toko lagi. Alhasil saya cari tukaran pakai motor ke beberapa warung setempat, dan ketika balik es campurnya ternyata sudah nggak dingin lagi.

Tipe mengikhlaskan alias si pedagang nggak mau rugi dan suka ceramah

Mungkin saya pernah mendapat quotes menarik dari penjual dengan karakter seperti ini, “Sebaik-baik pembeli adalah pembeli yang mengikhlaskan uang kembaliannya.” Karakter pedagang seperti ini biasanya akan sering ceramah terlebih dahulu dengan embel-embel, “Sedekah nggak akan membuat hartamu berkurang.” Yo lihat-lihat, Pak/Bu pedagang, kalau sedekahnya ke orang kurang mampu ya masuk, lha ini ke pedagang yang tiap hari ada pembelinya.

Hal ini juga kerap kali menjadi perdebatan. Ada beberapa pertanyaan yang muncul seperti siapa yang harus mengikhlaskan uangnya? Si penjual atau si pembeli? Kalau saya pribadi lebih menghargai pedagang yang mengembalikan uang dengan seadanya, asal kurangnya nggak terlalu banyak. Kurang seribu dua ribu menurut saya nggak masalah, asal nggak keterusan.

Baca Juga:

QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

4 “Dosa” Indomaret dan Alfamart yang Bikin Kesal Pelanggan

Namun, saya pernah mendengar pengalaman mengharukan dari teman saya untuk tipe yang satu ini, di mana justru pedagangnya yang mengikhlaskan uangnya. Kala itu teman saya naik GoCar tengah malam dengan tarif sepuluh ribu. Dia membayar dengan uang 100 ribu, sedangkan driver-nya nggak punya kembalian. Driver itu dengan ikhlas bilang, “Nggak papa, Mas, nggak usah bayar. Ini salah saya, saya nggak sedia recehan.”

Wah, jadi terharu. Si bapak driver ini adalah contoh nyata dari loyalitas kerja. Blio nggak mau merugikan konsumen sedikit pun.

Tipe strategi marketing alias si pedagang kapitalis

Pedagang dengan karakter seperti ini selalu memanfaatkan kesempatan kecil dengan memainkan uang kembalian untuk menggali keuntungannya. Ini merupakan pedagang yang cerdik dan sedikit licik. Ia menggunakan uang kembalian sebagai strategi marketing, yakni dengan sengaja nggak mengggenapkan harga dagangannya. Sebagai contoh pengalaman saya sendiri, kala itu saya membeli barang di warung dengan total sembilan ribu. Kemudian si mbaknya bilang, “Kurang seribu lagi nih, Mas, nggak ada kembalian,” Hmmm, alhasil saya harus membeli barang yang nggak perlu.

Contoh lain saya juga pernah membeli nasi goreng di tempat langganan saya waktu SMA, waktu itu harganya sembilan ribu. Dari yang saya amati, setiap kali nggak ada kembalian, si pedagang selalu bilang, “Mas, kembaliannya yang seribu kerupuk ae yo!” Ya mau nggak mau si pembeli harus bilang, “Iya.”

Kira-kira Mylov sekalian pernah menemui pedagang dengan karakter yang mana, nih?

BACA JUGA 3 Tempat yang Cocok untuk Tukar Uang Receh dan tulisan Wikan Agung Nugroho.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: jual beliKeuangan Terminalpedagangpembeliuang kembalian
Wikan Agung Nugroho

Wikan Agung Nugroho

Suka nulis di blog Pers Mahasiswa, dan fans Arsenal garis keras.

ArtikelTerkait

Tips Menjadi Mahasiswa dengan Keuangan yang Stabil terminal mojok

Tips Menjadi Mahasiswa dengan Keuangan yang Stabil

6 Juni 2021
Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di 'Monthly Magazine Home' terminal mojok

Panduan Menabung untuk Membeli Rumah ala Yu Ja-seong di ‘Monthly Magazine Home’

15 Juli 2021

Scarcity Effect: Teknik Jualan Paling Nggateli yang Manfaatkan Rasa Takut dan Ketergesaan Pelanggan

20 Juni 2021
Belajar Tawar Menawar di Pasar dari Ibu-ibu yang Tega Mematok Harga Serendah Mungkin Mojok.co

Belajar Tawar Menawar di Pasar dari Ibu-ibu yang Tega Mematok Harga Serendah Mungkin

22 November 2023
Jangan Samakan Standar Harga 'Mahal-Murah' untuk Semua Orang. Plis Deh. terminal mojok

Menyamakan Standar Harga ‘Mahal-Murah’ untuk Semua Orang Adalah Perbuatan Nggak Menyenangkan. Please Jangan Dilakukan!

27 Juli 2021
Mending Beli Perhiasan Emas atau Emas Murni? Ini Pertimbangannya! terminal mojok.co

Mending Beli Perhiasan Emas atau Emas Murni? Ini Pertimbangannya!

17 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit
  • Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.