Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Memang Apa Sih Kerennya Knalpot Grong?

Ahmad Abu Rifai oleh Ahmad Abu Rifai
17 Juni 2019
A A
knalpot grong

knalpot grong

Share on FacebookShare on Twitter

Selain polusi udara, yang paling menyebalkan di jalanan adalah polusi suara. Ia bisa berasal dari klakson, cabe-cabean yang teriak seolah dunia milik mereka sendiri, dan yang tak jarang kita temukan: knalpot.

Knalpot yang bising—saya menyebutnya knalpot grong karena suaranya begitu, merupakan salah satu hal paling menyebalkan di dunia ini. Saya rasa (hampir) semua dari kita tahu, bahwa ia begitu menyakiti kuping—meski tak semenyakitkan kata perpisahan, sebab ia menghujam sampai di hati. Bagaimana tidak, bunyi sekeras itu seolah dipaksa untuk kita dengar. Kita tak menginginkannya. Dan bukankah dipaksa untuk hal yang tak kita suka itu dari dulu selalu takkan berakhir menyenangkan?

Lagipula, memang apa sih kerennya knalpot grong?

Maksud saya—serius, knalpot jenis seperti itu benar-benar mengganggu. Ketika para pengembang otomotif dari waktu ke waktu selalu mengembangkan produknya agar bersuara halus atau bahkan tanpa suara, beberapa orang justru dengan bangganya memamerkan kebisingan sepanjang jalan. Di jalanan apa pun—kecuali jalan sunyi tanpa orang lewat, bunyi knalpot grong itu benar-benar memekakkan kuping.

Saya sudah pernah mendengarnya, baik di jalan raya ataupun jalan desa. Semuanya menyebalkan.

Oke, mari kita bayangkan. Di jalan raya—saya sering melihatnya sepanjang Pantura, knalpot grong membuat perjalanan saya terasa kian panjang. Jika sedang sial, saya harus menghadapi  bebarapa gangguan sekaligus: jalan berlubang, asap truk di depan saya, kemacetan, dan knalpot grong. Indra-indra saya seolah diserang dari segala arah.

Yang selanjutnya menyebalkan, tentu saja saat melihatnya di jalan desa sendiri. Yap. Yang punya motor dengan knalpot grong itu, kadang adalah tetangga kita sendiri. Ini berarti, intensitas kite mendengarnya lebih tinggi daripada di jalan raya. Saat saya hendak tidur, kadang saya mendengar. Ketika saya salat, ia tak jarang melewati masjid. Dan saat saya bertelepon ria dengan gebetan, ia juga sering datang.

Pokoknya nyebelin banget deh, Gan, Sis.

Baca Juga:

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

Kita jelas terganggu. Bangsatnya, sebab yang punya adalah tetangga, kita tidak berani mengutarakan. Pakewuh. Sikap yang begitu tertanam dalam diri orang Jawa—termasuk saya. Bagaimanapun, mau sekeras apa pun knalpot itu bersuara, saya lebih memilih tutup mulut. Kadang saya khawatir, hubungan dengan akan terganggu—meski sebenarnya: akankah jadi begitu jika saya terus terang?

Namun, ayolah, seharusnya kita harus bisa berpikir sendiri soal itu; bahwa apa pun yang berpotensi mengganggu orang lain, tidak semestinya kita lakukan. Knapot grong itu mengganggu; memasangnya di motor kita berarti memasang bising di kuping orang lain.

Dulu, saat masih kecil, saya sejujurnya pernah melakukan hal yang agak mirip. Saya dan beberapa kawan punya sepeda. Kami sering jalan-jalan mengelilingi desa sendiri dan desa terdekat lain. Saat itu saya benar-benar mengidolakan Valentino Rossi, pembalap MotoGP dengan angka keramat 46.

Lazimnya anak kecil, saya pun menirunya. Saya tentu tak punya knalpot segahar Rossi, apalagi motornya. Saya kemudian putar akal, kemudian menemukan bahwa gelas plastik bekas ale-ale bisa membuat sepeda saya terdengar lebih keren. Gelas itu saya pasang di antara selebor dan ban. Dan ketika ban berputar, suaranya mirip knalpot. Saya senang. Saya merasa keren dan siap mengelilingi desa dengan lebih bersemangat.

Apakah orang dewasa yang memakai knalpot grong juga berpikir seperti itu, bahwa memasangnya di motor bisa membuat mereka keren?

Barangkali iya. Barangkali tidak.

Jika iya, maka itu akan terdengar konyol. Maksud saya, semesta anak kecil dan orang dewasa tentu berbeda. Anak kecil begitu polos, cenderung belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. Melihat lelaki kecil mencium gadis kecil tetangganya akan berbeda dengan melihat pemuda bangkotan mencium perempuan tetangganya tanpa ikatan pernikahan. Bukankah begitu?

Knalpot grong barangkali dirasa akan bikin pemakainya lebih gagah dan keren. Namun, pada akhirnya, ia tak begitu. Ia bising dan mengganggu. Ia tidak diinginkan.

Hal ini tentu akan berbeda jika ia digunakan di dalam sirkuit. Knalpot grong akan mendapatkan tepuk tangan. Tanpanya, balapan takkan jadi seseru seharusnya. Sebab tempatnya adalah di sana, bukan di jalan raya atau jalan desa biasa.

Sejak dan sampai kapan pun, bukankah menempatkan sesuatu bukan pada bagiannya itu akan selalu berakhir menyebalkan?

Knalpot pun begitu.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2022 oleh

Ahmad Abu Rifai

Ahmad Abu Rifai

Takmir BP2M Unnes dan aktif di Kelas Menulis Cerpen Kang Putu

ArtikelTerkait

5 Cara Bikin Daging Empuk Tanpa Presto, Cocok buat Anak Kos!

5 Cara Bikin Daging Empuk Tanpa Presto, Cocok buat Anak Kos!

9 Juli 2022
Mencari Kos Pria yang Layak Huni Begitu Sulit, Nggak seperti Mencari Kos Perempuan Mojok.co

Mencari Kos Pria yang Layak Huni Begitu Sulit, Nggak seperti Mencari Kos Perempuan

19 Mei 2024
orang miskin naik pesawat

Apa Orang Miskin Tidak Berhak Naik Pesawat?

19 Mei 2019
Ironi Dusun Bunten, Daerah Terpencil di Bojonegoro yang Jarang Diketahui Orang dan Nyaris Tidak Pernah Dikunjungi Pejabat Daerahnya

Dusun Bunten Bojonegoro, Dusun Ironis yang Nyaris Tidak Pernah Dikunjungi Pejabat Daerahnya

4 Februari 2024
superhero

Hidup Berdampingan dengan Superhero: Antara Menyenangkan dan Menyebalkan

15 Oktober 2019
Deddy Corbuzier, Vans, Ventela: Tentang ATM dan Mimikri demi Konten terminal mojok.co

Deddy Corbuzier, Vans, Ventela: Tentang ATM dan Mimikri demi Konten

29 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas Terminal

Kritik untuk Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia UNY dan UAD, Terlalu Ndakik-Ndakik hingga Berjarak dari Realitas

8 Mei 2026
Bundaran Jombor, Salah Satu Titik Meresahkan di Jalan Magelang Mojok.co

Jalan Magelang: Surganya Depo Pasir dan Nerakanya Pengendara Cupu

8 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026
Liga Indonesia Saat Ini Seperti Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh (Unsplash)

Liga Indonesia Saat Ini Adalah Panggung Kuasa Modal: Serupa Mesin Industri Pragmatis Tanpa Ruh

10 Mei 2026
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026
Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak Mojok.co

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.