Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Memakai Jalan Depan Rumah untuk Hajatan, Itu Ganggu Banget!

Dani Alifian oleh Dani Alifian
29 November 2019
A A
Memakai Jalan Depan Rumah untuk Hajatan, Itu Ganggu Banget!
Share on FacebookShare on Twitter

Di kota tempat saya kuliah jalanan lenggang dan jarang terjadi macet, tetapi sangat meresahkan ketika ada acara yang menggunakan jalan depan rumahnya untuk acara hajatan. Karena bagi saya secara pribadi kemacetan itu melelahkan. Apalagi yang menyebabkan macet adalah acara pernikahan. Mengapa begitu? Tentu akhwat dan ukhti yang semester tua dengan keadaan diri masih single pasti paham alasannya.

Memang, sebagai pendatang saya tidak layak untuk rewel semacam ini. Tetapi, hal tersebut bukan hanya keresahan saya semata, kebanyakan orang juga merasakan hal demikian. Sebagaimana kita tahu, jalan raya merupakan fasilitas umum. Jalan raya sebagai fasilitas umum tentu bukan warisan turun temurun dari nenek moyang untuk satu orang saja, melainkan berhak digunakan oleh semua orang. Kenyamanan dalam menggunakan fasilitas ini jadi hal yang utama.

Sebagai pengendara motor (sesekali mobil meski hanya sebagai penumpang aplikasi online), saya dan semua orang seharusnya berhak atas kenyamanan fasilitas umun, merasa berat hati saat terhalang adanya kemacetan yang disebabkan adanya persewaan jalan raya. Apalagi hajatan dalam perayaan pernikahan, cukup berat. Saya tidak bisa membayangkan momentum kebahagiaan itu justru menjadikan orang lain harus rela merasakan imbas ketidaknyamanan.

Perihal kemacetan, hal serupa bahkan lebih parah juga dirasakan para pendatang atau penduduk asli di kota lain, apalagi di kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, atau kota besar lain. Jika penyebabnya kepadatan lalu lintas atau iring-iringan mobil presiden masih bisa dimaklumilah. Nah ini, pernikahan, Pak. Bayangkan.

Sebagai jomblo yang suka risau ketika harus bersusah payah menunggu kemacetan di atas kebahagiaan orang lain. Saya merasa aneh, kenapa pihak pemerintah kota atau pihak yang bertanggung jawab, tetap saja mengizinkan penggunaan jalan raya sebagai tempat berlangsungnya acara. Mungkin uang insentif yang ditawarkan cukup tinggi, atau bisa jadi punya saudara orang pemerintah kota, atau memang acara pernikahan orang penting. Entah kepada siapa mereka izin, dinas perhubungan kek, walikota, anggota DPR, bahkan presiden, saya sebenarnya tidak begitu peduli.

Yang terasa begitu mengenaskan, prosesi momentum kebahagian kedua mempelai tidak menjadi secuil kebahagian pun bagi kami kaum jomblo. Justru sebaliknya, melihat pernikahan di jalan raya bikin hati ketar-ketir sembari membuat pernyataan pada diri sendiri, “Nanti jika saya menikah tidak perlu ada perayaan besar semacam ini.”

Tidak hanya pernikahan saja yang saya sayangkan ketika harus memakai jalan raya sebagai pilihan tempatnya. Acara pengajian dan ibu ibu arisan juga cukup mengganggu. Belum lagi acara hajatan yang terkadang memakai jalan raya sampai berhari-hari.

Kalau hanya ditutup sebagian masih mending. Masih ada celah untuk lalu lalang kendaraan. Lah kalau sampai ada yang menutup penuh, bagaimana mau lewat? Malah harus dialihkan ke jalan alternatif yang kapasitasnya cukup sempit dan terkadang harus macet lebih lama.

Baca Juga:

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

5 Ide Souvenir Pernikahan Bermanfaat yang Nggak Bakal Dibuang Tamu Undangan

Pengalihan jalannya pun cukup tidak manusiawi. Bayangkan mobil yang ukurannya gede-gede harus merelakan diri masuk ke gang kecil. Kalau mobil tersebut tergores atau tersenggol sesuatu, siapa yang mampu disalahkan? Tidak mungkin juga rasanya minta pertanggungjawaban pada si empunya acara. Kan kasihan jika diganggu pas sedang bahagia-bahagiannya~

Saya memang tidak hendak menyalahkan penyelenggara hajatan. Itu lumrah, apalagi di adat Jawa, sebuah hajatan nikahan biasa diadakan dengan kemasan megah nan meriah. Tapi ya mbok, harus dipikir ulang lagi saat menyewa fasilitas umum, terutama menggunakan jalan raya.

Tentu saja, saya tidak hanya berani mengkritisi saja. Saya juga akan berusaha memberi masukan pada pemerintah terkait mereka-mereka yang akan mengadakan acara di penghujung tahun nanti. Saya berharap, pemerintah di kota saya semoga segera membangun fasilitas umum khusus hajatan.

Gedung yang disewakan untuk kepentingan pernikahan lengkap dengan rias manten beserta segala macamnya sesuai dengan berbagai kemewahan dan kebutuhan. Selain mengurangi angka kemacetan, juga membantu kami: para manusia yang sudah lama menyimpan keinginan menikah tetapi apalah daya uang pesangon belum memungkinkan.

Untuk ibu-ibu pengajian atau mas-mas Karang Taruna saat ada acara dapat menggunakan masjid atau tempat ibadah lainnya. Lumayan, sisa uang acara bisa dipergunakan untuk sumbangsih pembangunan. Selain itu, solusi lainnya adalah menggunakan fasilitas umum yang sudah tersedia, seperti stadion bola, lapangan tennis, atau dome di dalam kampus. Kelebihannya bisa lebih puas dan leluasa tanpa mengganggu kenyamanan berlalu lintas.

BACA JUGA Kita Selalu Menjadi Juri di Hajatan Orang Lain atau tulisan Dani Alifian lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 November 2019 oleh

Tags: Hajatanjalan umumPernikahan
Dani Alifian

Dani Alifian

ArtikelTerkait

cara menghitung tamu undangan di nganjuk

Begini Cara Warga Nganjuk Menghitung Tamu Hajatan

20 Oktober 2021
Batas Usia Menikah, Aturan Negara yang Benar-benar Ada Gunanya

Batas Usia Menikah, Aturan Negara yang Benar-benar Ada Gunanya

11 November 2023
kondangan saweran pernikahan dinda hauw MOJOK.CO

Saweran, Tradisi Pernikahan Sunda yang Sebaiknya Dihilangkan

5 Februari 2021
Cewek Indonesia Impiannya Menikah dengan Bule Apa Nggak Pernah Pikir Panjang? terminal mojok.co

Cewek Indonesia yang Impiannya Menikah dengan Bule Apa Nggak Pernah Pikir Panjang?

24 Februari 2021
Gara-gara Pantangan Menikah Ngalor-Ngulon, Calon Suami Saya Dibuang

Gara-gara Pantangan Menikah Ngalor-Ngulon, Calon Suami Saya Dibuang

26 Februari 2022
Kelompok Penguasa Jalanan yang Bikin Pengendara Lain Auto-minggir terminal mojok.co

Kelompok Penguasa Jalanan yang Bikin Pengendara Lain Auto-minggir

3 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribuan yang Layak Dibeli Mojok.co

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribu yang Layak Dibeli 

13 Januari 2026
Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.