Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Memahami Isi Pikiran Ibu Kita, Megawati

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
23 April 2022
A A
Memahami Isi Pikiran Ibu Kita, Megawati Terminal Mojok.co

Memahami Isi Pikiran Ibu Kita, Megawati (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tahun lalu, Megawati nyentil milenial yang nggak berdampak apa-apa terhadap laju pertumbuhan bangsa. Beberapa pekan lalu, Megawati nyenggol ras terkuat di bumi, yakni ibu-ibu. Masalahnya juga pelik banget, tentang minyak. Di dalam webinar, Megawati bilang ibu-ibu kebanyakan nggoreng makanan. Padahal, nggoreng makanan jauh lebih mulia daripada nggoreng isu kan, ya? Eh.

“Saya tuh sampai ngelus dada, bukan urusan masalah nggak ada atau mahalnya minyak goreng. Saya itu sampai mikir, jadi tiap hari ibu-ibu itu apakah hanya menggoreng? Sampai begitu rebutannya?” kata blio, dikutip dari TribunNews.

Antre beli minyak goreng (Arkanudin/Shutterstock.com)

Belum selesai sampai sana, kini Bu Mega nyentil ibu-ibu lagi. “Saya lihat di pasar-pasar sekarang akibat sudah dilepaskannya PPKM, ibu-ibu berbondong-bondong beli baju baru dan sebagainya. Padahal, di lain sisi bingung, mereka antre minyak goreng,” kata Megawati dalam acara BRIN.

Ini jadi makin pelik menengok lawan Megawati saat ini bukan Prabowo, Lord Amien, atau bahkan milenial yang nggak bisa apa-apa itu. Lawan Megawati itu sesama ras blio, ras terkuat, yakni ibu-ibu. Sudah pasti geger geden NATO dan Russia nggak ada apa-apanya ketimbang konflik sesama ras terkuat di bumi ini. Thanos juga mundur alon-alon.

Bahas masalah minyak dan baju Lebaran (belakangan ini) kepada ibu-ibu itu, sungguh amat sensitif. Ini sama seperti bahas kapan kerja kepada mas-mas yang hobinya ngejumbleng neng ngarep cakruk sambil main kiu kiu atau karambol. Atau, ini sama seperti bahas tiga periode atau dua periode kepada Pak Jokowi.

Ibu saya tiap malam sampai insecure dan overthinking sambil dengerin lagu-lagunya Olivie Rodrigo dan Billie Eillish di kamar hanya karena mikirin minyak. Ndilalah, ada ras ibu-ibu lainnya yang menyenggol masalah minyak. Apalagi kata-katanya nyebelin minta ampun, “Jadi tiap hari ibu-ibu itu apakah hanya menggoreng?”

Belum selesai, malah ditambah: bingung ngantre minyak, tapi berbondong-bondong beli baju Lebaran.

Beli baju Lebaran untuk anak (Shutterstock.com)

Bu Mega, dari pada bingung mulu, mending turun ke lapangan. Betapa gembiranya hati seorang ibu yang membelikan baju Lebaran untuk anaknya, lantas sang anak senyum-senyum senang. Senyum adalah hal yang sama langkanya seperti minyak goreng belakangan ini, Wahai Bu Mega.

Baca Juga:

Keluarga Jokowi Tidak Berkhianat. Mereka Hanya Mencoba Menjadi Gen Z yang Mengutamakan Kesehatan Mental

Hanya Orang Sakti yang Betah Mendengarkan Pidato Megawati

Sekali-kali, Bu Mega perlu ikuti daily routine ibu saya ketika di rumah. Setelah salat subuh, blio nge-drakor dulu. Drakor baru favoritnya sekarang itu Thirty Nine, Our Blues, King of Tears Lee Bang-won, dan re-run Hospital Playlist Season 1.

Habis itu, ibu saya ya masak untuk keluarga. Siangnya, blio kerja di biro perjalanan buat dapat penghasilan untuk beli minyak goreng. Walau anaknya sudah kerja, blio tetap nanya mau dibelikan baju Lebaran apa nggak. Keren, kan, ibu saya? Setidaknya, ia lebih keren dari ibu-ibu yang kerjanya bingung mulu.

Emang, sih, ibu saya nggak sekeren Bu Mega yang sudah sebuyut itu, tapi masih memberi petuah-petuah yahud. Apalagi, itu bagi keberlangsungan negara agar tetap aman, terkendali, mumpuni, dan ngosak-ngasik.

Aktivitas goreng makanan tiap hari, ya nggak bisa diganti aktivitas lain. Misalnya, diganti ngomentarin minyak langka tanpa memberikan solusi dan malah nyalah-nyalahin ibu-ibu yang hobinya masak. Pendapat itu justru mengasumsikan bahwa Bu Mega nggak paham apa masalah utama dari langka dan mahalnya minyak goreng belakangan ini.

Namun, nggak mungkin Bu Mega nggak paham masalah minyak goreng belakangan ini. Saya sih yakin, kalau Bu Mega mau, Indonesia sudah maju sejak blio menjabat sebagai presiden di negara ini. Kalau mau lho, ya. Mungkin blio waktu menjabat belum mau, jadi Indonesia belum maju-maju.

Saya yakin Bu Mega sudah tahu kelangkaan ini dengan akurat. Saya yakin Bu Mega pasti sudah tahu adanya cukong nakal yang bikin pendistribusian minyak di Indonesia jadi mampat. Apalagi, penggunaan minyak goreng di Indonesia dalam berbagai industri juga tinggi, loh.

Hal yang menjadikan Bu Mega bertanya kenapa ibu-ibu pada antre beli baju Lebaran, tapi sambat dengan harga minyak, itu bisa dipahami. Tapi jangan dipahami dengan akal sehat. Memakai akal sehat untuk menelaah pemahaman ini, hanya membuatmu makin sakit kepala.

Jawabannya adalah Bu Mega nggak pernah ngalami masa sulit. Apa pun zaman yang menyertai langkahnya, hidupnya nggak pernah merasakan betapa sulitnya seorang ibu banting tulang demi membeli seperangkat baju koko untuk anaknya. Atau baju trendy demi anaknya bisa bergaya di hari yang fitri nanti.

Megawati (Shutterstock.com)

Mungkin Bu Mega pernah susah saat zaman Orde Baru, tapi privilese sebagai anak pendiri bangsa sulit dimungkiri bahwa beli baju Lebaran saja sepele baginya.

Bu Mega juga mungkin belum pernah belanja ke tukang sayur di sekitar desa. Di sana, sambatan adalah menu utama. Yang jadi korban bukan kebijakan pemerintah, melainkan mas-mas penjual sayur. Sekali-kali, coba Bu Mega turun dari menara gading yang nyaman itu. Seperti Gus Dur yang rela turun biar orang-orang yang kepingin blio turun, nggak berbuat dosa lebih jauh dari itu.

Kata penyair Carl Sandburg, be careful with your words. Tapi kayaknya kata-kata Carl Sandburg ada pengecualian, deh. Lha wong sekaliber Bu Mega, blunder dikit ya nggak bakal kenapa-kenapa. Harusnya quote itu diubah jadi begini: be careful with your words, kecuali nek kamu adalah Megawati.

Penulis: Gusti Aditya
Editor: Audian Laili

BACA JUGA Megawati Adalah Tokoh yang Paling Banyak Memberi Sumbangsih untuk Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 April 2022 oleh

Tags: Megawati
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Jangan Nyinyirin Megawati yang Tak Mau Punya Menantu Tukang Bakso

Jangan Nyinyirin Megawati yang Tak Mau Punya Menantu Tukang Bakso

24 Juni 2022
Mencoba Berdialog dengan Para Pengusung Khilafah

Mencoba Berdialog dengan Para Pengusung Khilafah

8 Desember 2019
Betapa Pentingnya Megawati bagi Indonesia

Betapa Pentingnya Megawati bagi Indonesia

5 Juni 2022
3 Hal yang Bisa Ditangisi Bu Mega selain Badan Kurus Presiden Jokowi terminal mojok

3 Hal yang Bisa Ditangisi Bu Mega selain Badan Kurus Presiden Jokowi

21 Agustus 2021
Universitas Padjadjaran (Unpad) (Unsplash.com)

Unpad, Kampus Rest Area yang Cuma Menang Status Negeri Doang!

16 Juni 2022
Memahami Isi Pikiran Ibu Kita, Megawati Terminal Mojok.co

Betapa Sulitnya Memahami Pidato Ibu Megawati

11 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Warga Brebes Perbatasan: Ngaku Sunda Muka Tak Mendukung, Ngaku Jawa Susah karena Nggak Bisa Bahasa Jawa

Brebes Punya Tol, tapi Tetap Jadi Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah

10 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co purwakarta

Seharusnya Karawang Mau Merendahkan Diri dan Belajar pada Purwakarta, yang Lebih Tertata dan Lebih Terarah

11 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.