Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Kebijakan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi dari Sudut Pandang Pelajar: Memangnya Kita Robot?

Imanuel Joseph Phanata oleh Imanuel Joseph Phanata
2 Maret 2023
A A
Kebijakan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi dari Sudut Pandang Pelajar: Memangnya Kita Robot?

Kebijakan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi dari Sudut Pandang Pelajar: Memangnya Kita Robot? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kebijakan masuk sekolah jam 5 pagi dari Gubernur NTT itu bener-bener ra mashok.

Saya seorang pelajar SMA kelas tiga yang sebentar lagi lulus dan mencari Universitas. Selama SMA, ada beberapa kebijakan sekolah yang menurut saya sangat menyebalkan, salah satunya yaitu, tentang kebijakan masuk sekolah pukul 07.00 dan pulangnya jam 15.30.

Tetapi, baru saja ada berita tentang sekolah di NTT yang memiliki kebijakan masuk sekolah pukul lima pagi. Pada saat membaca berita itu kepala saya geleng-geleng, dan mencari tau lebih dalam apa maksud kebijakan itu dibuat.

Kebijakan itu dibuat oleh Gubernur NTT. Gara-gara itu, saya sempat stalking Instagram beliau, dan melihat beberapa postingannya. Di beberapa postingan Instagramnya beliau mengatakan kalau kebijakan masuk sekolah jam lima pagi bertujuan untuk melatih kedisiplinan.

Hah?

Masuk sekolah jam 5 pagi adalah penyiksaan

Gubernur NTT mengatakan kalau anak di NTT rata-rata tidur paling malam pukul 22.00 WITA. Menurut beliau juga, enam jam tidur itu sudah cukup, makanya beliau menerapkan kebijakan masuk sekolah jam lima pagi.

Menurut saya, masuk jam lima pagi adalah penyiksaan. Gini lho, saya yang sekolah masuk jam tujuh pagi, pulang jam setengah empat sore, itu saja merasakan capek tenaga, dan pikiran. Belum lagi harus mengadapi tugas-tugas yang diberikan oleh guru, pun tugasnya tidak sedikit. Bapak kira setelah pulang sekolah kita langsung istirahat?

Masih banyak tugas dan kewajiban kita sebagai anak yang pada saat di rumah harus kita kerjakan. Kalau masuk sekolah jam lima pagi, bisa saya pastikan itu sangat berat bagi para pelajar.

Baca Juga:

Orang Miskin Katanya Banyak Makan Nasi? Salah, Orang Miskin Justru Susah Makan Nasi

Selain berat bagi pelajar, ada beberapa pihak juga yang pastinya merasa berat. Pihak-pihak seperti orang tua dan guru, saya yakin mereka pasti sudah capek saat menjalani kesehariannya dan ditambah dengan kebijakan masuk sekolah jam lima pagi. Bisa tipes kalau caranya gini.

Kesehatan

Saya berharap Kemenkes bersuara tentang kebijakan masuk sekolah jam lima pagi, karena ini berdampak bagi kesehatan. Bapak kira tidur enam jam cukup? Jelas tidak lah.

Manusia minimal harus tidur tujuh jam, kurang dari itu sangat mengganggu kesehatan, dan berakibat seperti sering sakit, kapasitas otak menurun dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Masuk sekolah jam 5 itu merepotkan!

Kalau masuk jam lima pagi, tentunya sangat merepotkan untuk pelajar. Kita harus bangun lebih pagi, makan lebih pagi, mandi lebih pagi, dan menjejak jalan lebih pagi. Kayak gitu jelas merepotkan.

Belum lagi orang tua yang harus menyiapkan bekal. Kalau pas tidak bisa masak karena repot, gimana? Apakah harus beli? Tetapi kalau beli di mana? Ya ada sih warung buka pagi, tapi, repooot.

Berkaca dari sistem pendidikan luar negeri

Di luar negeri, sistem pendidikan mereka sangat ketat dan padat. Contohnya Jepang dan Korea, mereka berangkat pagi, pulang malam. Tetapi mereka sangat memperhatikan para pelajar, seperti memberikan makan sampai kesehatan yang sangat di perhatikan.

Lha di negara kita gimana? Masuk sekolah jam lima pagi agar disiplin, tapi perkara kesejahteraan siswa diserahkan ke pribadi masing-masing yo ra mashok.

Semoga Gubernur NTT berpikir ulang tentang kebijakan yang dibuat. Jangan menganggap pelajar adalah robot. Juga untuk seluruh sekolah di Indonesia, menurut saya masuk jam tujuh pagi tidak masalah, asalkan sekolah harus memberikan fasilitas. Seperti makan siang yang berkualitas, misalnya.

Lagian aneh betul menuntut siswa setinggi mungkin, tapi nggak ngomongin kesejahteraan pelajar juga. Duh.

Penulis: Imanuel Joseph Phanata
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Muncul Kebijakan Masuk Sekolah Jam 5 Pagi di NTT. Sebagai Guru Sekaligus Ibu, Saya Nggak Setuju. Ngerepotin!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2023 oleh

Tags: gubernur NTTkebijakan masuk sekolah jam 5kesejahteraan pelajar
Imanuel Joseph Phanata

Imanuel Joseph Phanata

Mahasiswa semester 5 jurusan Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok yang hobi menulis di Mojok

ArtikelTerkait

Di Desa Jejeg Bumijawa Tegal, Penjual Nasi Nggak Akan Pernah Bisa Kaya orang miskin nasi gubernur NTT

Orang Miskin Katanya Banyak Makan Nasi? Salah, Orang Miskin Justru Susah Makan Nasi

3 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan padahal Enak dan Khas Mojok.co

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan, padahal Enak dan Khas

16 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Bekerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak Mojok.co

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

20 April 2026
Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat  Mojok.co

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

18 April 2026
Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

18 April 2026
4 Alasan Orang Jogja Malas Kulineran di Warung Bakmi Jawa Pak Pele yang Jadi Favorit Wisatawan Mojok.co bakmi jogja gudeg tegal

Kenapa Bakmi Jogja Susah Bertahan di Tegal, tapi Gudeg Bisa?

15 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran
  • WNA Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!
  • Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.