Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Mandi Lumpur Cuan Banget karena Pekerjaan Terbaik di Dunia Memang Ada di TikTok

Yogi Dwi Pradana oleh Yogi Dwi Pradana
24 September 2022
A A
Mandi Lumpur Cuan Banget karena Pekerjaan Terbaik di Dunia Memang Ada di TikTok (Unsplash.com)

Mandi Lumpur Cuan Banget karena Pekerjaan Terbaik di Dunia Memang Ada di TikTok (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Konon, pekerjaan terbaik di dunia itu ada di TikTok. Pekerjaan yang tidak mungkin ada jika tingkat popularitas platform media sosial tersebut nggak meledak. Pekerjaan yang saya maksud adalah… mandi lumpur. 

Per Juni 2022, berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), jumlah penduduk Indonesia mencapai 275,36 juta jiwa. Banyak banget. Sebuah kondisi yang secara nggak langsung ngaruh ke 2 hal terkait lapangan kerja. Pertama, jumlah lapangan kerja semakin menyusut. Kedua, daya saing manusia harus makin tinggi.

Artinya, tingkat persaingan untuk dapat kerja semakin ketat. Sebuah keadaan yang menjepit siapa saja yang tidak punya daya saing. Namun, namanya manusia, ketika “kepepet”, justru daya kreativitas yang muncul. Tidak punya daya saing bukan berarti nggak bisa survive. Atas dasar usaha bertahan hidup, sekaligus buah kreativitas menggunakan TikTok, muncul sebuah jenis pekerjaan baru, yaitu mandi lumpur.

Algoritma TikTok yang menyebalkan

Jadi begini, jujur saja. Saya sebenarnya juga agak dongkol, sih. Sangat dongkol ketika melihat ada orang yang rela mengorbankan “harga diri” demi cuan dan apresiasi. Apalagi ketika orang itu ngeyel dan goblok. 

Di sisi lain, algoritma TikTok memang menyebalkan. Sekali kamu menghabiskan beberapa menit menonton sebuah konten, di lain waktu ketika asyik scroll, kamu akan menemukan konten yang sama. Begitulah saya jadi sering ketemu sama konten mandi lumpur. Algoritma mereka nggak peduli apakah saya suka sama konten tersebut atau nggak. Menonton selama 10 menit sambil misuh-misuh saja dianggap suka.

Lalu, kenapa mereka bisa dan senang mandi lumpur sambil live meski potensi sakit menghantui?

#1 Tidak perlu kemampuan khusus

Daya saing, seperti yang saya jelaskan di atas, membutuhkan kemampuan tertentu supaya calon pekerja bisa memilikinya. Nah, untuk perkara mandi lumpur di TikTok, kamu nggak perlu punya kemampuan khusus. Modalnya adalah nyali, tubuh sehat, lumpur, gayung, hape, akun TikTok, dan jaringan internet. Sudah, itu saja.

Selain tubuh sehat, kamu juga membutuhkan imun tetap terjaga. Mandi lumpur dalam durasi panjang tentu membawa risiko sendiri. Salah satunya potensi sakit karena bakteri.

Baca Juga:

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

Jadi Affiliator TikTok Nyesek, Kelihatan Santai dan Cuan padahal Komisinya Gaib

#2 Keuntungan yang menggiurkan

Apa yang ditawarkan dari pekerjaan mandi lumpur ini sungguh menggiurkan. Jadi, kebanyakan mereka mandi lumpur ketika live. Cuan saat live didapat dari “gift” yang diberikan oleh penonton. Dan, jangan salah, gift ini nilainya besar sekali. Misalnya gift TikTok Universe yang katanya paling mahal. Harganya 34.999 koin dengan harga per 1 koin senilai Rp250. Jadi, jika dirupiahkan, Tiktok Universe ini punya nilai Rp8.242.000.

Selain TikTok Universe, ada juga gift singa dan roket. Dua gift ini, jika dirupiahkan, senilai Rp7.499.750 dan Rp5.000.000. So, mandi lumpur jadi bisa dibilang pekerjaan karena ada “nilai tukar” yang jadi imbalan. Gampangnya gitu aja. 

Memang menggiurkan, kan? Namun, kamu harus bisa menawarkan hal baru dari mandi lumpur mengingat sudah banyak orang yang melakukannya saat live. Kamu, misalnya, bisa mandi lumpur sambil ngerjain skripsi. Jadi, pertaruhan cuan dari “pekerjaan” ini adalah seberapa kreatif dan sehat tubuhmu. Oh, jaringan internet juga. Dan jangan lupa jualan lewat “keranjang kuning”.

#3 Jam kerja fleksibel

Siapa sih yang nggak pengin jam kerjanya fleksibel, tidak terikat, dan bebas dari teguran? Sudah begitu, potensi cuan juga tinggi… kalau akun TikTok milikmu bisa terkenal dan rutin masuk FYP.

Nah, mandi lumpur ini menawarkan hal-hal tersebut. Kamu bisa melakukannya di mana saja dan kapan saja. Lha wong syaratnya cuma butuh nyali dan nggak punya malu. Pekerjaan ini akan lebih mengundang banyak viewers ketika melakukan kolaborasi. Tinggal gimana kreativitas orang tersebut.

Nah, dari penjelasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa mandi lumpur itu pekerjaan terbaik di dunia. Pertaruhannya di kreativitas dan seberapa sehat kamu. Iya, kamu nggak perlu menjilat atasan, toksik sama teman sekantor, dan nggak ada target harian mingguan, bulanan, atau tahunan. Semuanya tergantung seberapa lapar kamu dan sadar harus kerja.

Nah, kalau tahun depan mandi lumpur di TikTok sudah nggak cuan karena makin banyak yang melakukannya, saya punya saran “profesi baru”. Mungkin kamu bisa mencoba mandi aspal. Kalau goblok itu sekalian, lah. Jangan setengah-setengah. Nanggung, bro.

Penulis: Yogi Dwi Pradana

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Konten Kreator Make Up di TikTok yang Cantul

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 September 2022 oleh

Tags: keranjang kuningmandi lumpurtiktokTikTok Live
Yogi Dwi Pradana

Yogi Dwi Pradana

Mahasiswa Sastra Indonesia UNY. Sedang berada di pojok ruang memikirkan masa depan.

ArtikelTerkait

Rekomendasi Lagu Sedih yang Bikin Nangis biar Patah Hati Kamu Makin Khusyu terminal mojok.co

Kok Bisa yah Orang Ngerekam Diri Sendiri pas Nangis buat Bikin TikTok?

26 Mei 2020
Konten Prindapan Sebuah Garis Tipis Antara Hiburan dan Hinaan Terminal Mojok

Konten Prindapan: Sebuah Garis Tipis Antara Hiburan dan Hinaan

4 November 2022
Google Maps: Aplikasi Rusak yang Makin Rusak Gara-gara Ulah Penggunanya yang Tolol tiktok

Unpopular Opinion: Ulasan di Google Maps Lebih Valid daripada TikTok untuk Rekomendasi Tempat Wisata

16 Agustus 2024
tiktok shop

Apakah TikTok Shop Bakal Efektif?

25 Desember 2021
TikTok Pernah Dibunuh, Mati, dan Kini Bangkit dari Kuburnya

TikTok Pernah Dibunuh, Mati, dan Kini Bangkit dari Kuburnya

22 Januari 2020
Live TikTok Tampilkan Adegan Orang Tua Diguyur Air Bukan Hiburan melainkan Penyiksaan Terminal Mojok

Live TikTok Tampilkan Adegan Orang Tua Diguyur Bukan Hiburan melainkan Penyiksaan

6 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

14 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026
Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.