Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang diajarkan ke anak TK, buat apa coba? 

Supriyadi oleh Supriyadi
13 Agustus 2026
A A
Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang pernah diajarkan ke anak TK, buat apa coba? Mojok

Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang pernah diajarkan ke anak TK, buat apa coba? (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang tua yang anaknya masih TK, saya mulai menyadari bahwa anak TK zaman punya banyak kegiatan. Selain belajar dan bermain seperti yang sehari-hari dilakukan, mereka juga pentas, outing, wisudaan, dan masih banyak lagi. 

Dan, satu hal yang menurut saya menarik adalah manasik haji. 

ADVERTISEMENT

Menarik, bukan karena saya menganggap kegiatan itu penting. Justru sebaliknya. Saya sering bertanya-tanya, sebenarnya untuk apa sih anak TK diajari manasik haji?

Jangan salah paham dulu. Saya tidak sedang mengatakan manasik haji itu kegiatan yang buruk.

Mengenalkan ibadah kepada anak tentu saja baik. Tapi, kalau berbicara tentang prioritas, saya merasa ada banyak hal yang jauh lebih mendesak untuk diajarkan kepada anak TK daripada simulasi ibadah yang mungkin baru akan mereka lakukan puluhan tahun kemudian.

Dengan demikian, mengajarkan anak TK manasik haji itu aneh. Bacaan salat saja belum dihafal, ini sudah melangkah jauh.

Manasik haji untuk anak TK itu tidak ada manfaatnya? 

Coba bayangkan seorang anak TK mengikuti manasik haji. Dia mengenakan pakaian ihram, berjalan mengelilingi miniatur Ka’bah, mengikuti arahan guru, lalu melakukan berbagai ritual yang menjadi bagian dari simulasi tersebut.

Pertanyaannya, seberapa banyak yang benar-benar anak-anak pahami? Jangan-jangan setelah kegiatan selesai, ketika ditanya orang tuanya, “Tadi manasik haji ngapain?”, jawabannya sederhana saja, “jalan-jalan.”

Baca Juga:

Banyak Orang Madura Mampu Berangkat Haji tapi Nggak Berani karena Harus Beli Oleh-oleh buat Tetangga, Bisa Habis Puluhan Juta!

MBG di TK: Niat Baik yang Realitasnya Cuma Bikin Ribet

Menurut saya, lebih baik saja jalan-jalan sekalian, tanpa embel-embel manasik haji.

Saya tidak menyalahkan anak. Memang begitulah dunia anak-anak. Mereka belajar melalui hal-hal yang konkret dan dekat dengan kehidupan mereka.

Masalahnya, haji bukan sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Sementara itu, di rumah masih ada anak yang harus diingatkan untuk salat, mandi, memakai pakaian sendiri, merapikan mainan, dan berhenti bermain ketika sudah waktunya tidur.

Saya jadi berpikir, bukankah yang seperti itu lebih penting? Ya, dan itu memang diajarkan di TK.

Anak TK lebih butuh belajar disiplin

Menurut saya, masa TK adalah waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan.

Datang ke sekolah tepat waktu. Menyimpan sepatu di tempatnya. Mengembalikan mainan setelah selesai digunakan. Mau mengantre, mencuci tangan sebelum makan. Makan pada waktunya. Tahu kapan waktunya bermain dan kapan waktunya belajar.

Kelihatannya memang sepele. Tidak ada miniatur Ka’bah, pakaian ihram, maupun sesi foto bersama yang bisa dipamerkan kepada keluarga.

Akan tetapi, kebiasaan-kebiasaan kecil seperti itu justru akan mereka bawa setiap hari. Anak yang terbiasa mengatur waktunya sejak kecil mungkin kelak tidak perlu menjadi manusia yang selalu dikejar-kejar deadline.

Sementara anak yang sudah hafal urutan manasik haji, tapi masih perlu dicari-cari karena lupa pulang ketika waktunya tiba, mungkin sedang mengalami masalah pendidikan yang lebih mendesak.

Belajar bersosialisasi yang baik paling penting

Ada juga satu hal lain yang bahkan lebih penting, yaitu belajar bersosialisasi dengan akhlak yang baik.

TK adalah tempat anak bertemu banyak anak dengan latar belakang dan karakter yang berbeda. Ada yang pendiam, cerewet, gampang menangis. Ada yang suka berbagi, ada pula yang sebaliknya, seperti pemilik perusahaan mainan tersebut dan tidak mau meminjamkannya kepada siapa pun.

Di situlah anak perlu belajar bahwa dunia tidak selalu berjalan sesuai keinginannya. Dia harus belajar meminta izin, tidak merebut barang teman, mau bergantian, dan tidak mengejek. Termasuk belajar meminta tolong, berterima kasih, dan mengatakan maaf. 

Dan, yang paling penting, belajar bahwa teman yang berbeda sifat maupun kebiasaan tetap harus diperlakukan dengan baik.

Skill yang lebih diperlukan daripada lempar jumrah

Menurut saya, kemampuan seperti itu jauh lebih berguna bagi anak TK daripada kemampuan melakukan simulasi lempar jumrah yang justru bisa membahayakan. Siapa tahu, temannya malah dianggap sebagai setan sehingga harus dilempar saat simulasi lempar jumrah.

Karena, kalau suatu hari nanti dia benar-benar pergi haji, tentu masih banyak kesempatan untuk mempelajari tata caranya. Tapi, kalau sejak kecil ia tidak belajar menghargai orang lain, persoalannya bisa jauh lebih panjang.

Saya tidak sedang meminta kegiatan manasik haji dihapus dari TK. Kalau sekolah menganggapnya bermanfaat, silakan saja. Saya hanya merasa pendidikan anak sebaiknya dimulai dari hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan mereka.

Sebelum mengajari anak bagaimana menjadi tamu Allah di Tanah Suci, mungkin lebih baik kita mengajari mereka bagaimana menjadi manusia yang baik di sekolah.

Karena, sebelum belajar berjalan mengelilingi Ka’bah, anak mungkin perlu belajar berjalan menuju tempat sampah untuk membuang bungkus jajannya sendiri. Dan sebelum belajar melempar jumrah, mungkin ada baiknya mereka belajar tidak melempar mainan kepada temannya.

Itu saja dulu. Haji masih jauh. Menjadi manusia baik dimulainya hari ini.

Penulis: Supriyadi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Tipe-tipe Orang yang Hadir dalam Tahlilan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2026 oleh

Tags: anak TKhajimanasikmanasik hajiTK
Supriyadi

Supriyadi

Seorang yang lahir di Bantul bagian selatan, berdomisili di Bantul bagian utara, dan ber-KTP Cirebon.

ArtikelTerkait

Wisuda TK Tradisi Paling Nggak Penting dan Buang Duit, Lebih Baik Dihapus Aja Mojok.co wisuda sekolah

Wisuda TK Tradisi Paling Nggak Penting dan Buang Duit, Lebih Baik Dihapus Aja

17 Desember 2023
Pengelolaan Dana Haji Dulu dan Sekarang, Apa sih Bedanya?

Pengelolaan Dana Haji Dulu dan Sekarang, Apa sih Bedanya?

9 November 2023
haji

Kalau Ada Gelar Pak Haji, Kenapa Tidak Ada Gelar Pak Salat, Pak Puasa, atau Pak Zakat?

5 Juni 2020
Memahami Apa Itu Kuota Haji dan Kenapa Masa Tunggunya Begitu Lama kursi kelas bisnis

Jatah Kursi Kelas Bisnis untuk DPR, Bentuk Kegagalan Memahami Esensi Haji

15 Juni 2023
Ayam Goreng ALBAIK, Kuliner Kecintaan Jemaah Indonesia di Arab Saudi Terminal Mojok

Ayam Goreng ALBAIK, Kuliner Kecintaan Jemaah Indonesia di Arab Saudi

20 Desember 2022
Tradisi Menjemput Jemaah Haji (Harus) dengan Konvoi di Madura Lama-lama Meresahkan!

Menjemput Jemaah Haji (Harus) dengan Konvoi di Madura Itu Meresahkan, Nggak Semua Orang Harus Tahu kalau Situ Baru Naik Haji

27 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu Mojok.co

Kadang orang ikut rewang bukan karena ingin membantu, tapi takut dihujat dan digibahin

12 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Sisi lain kehidupan warga Surabaya Utara, orang yang klemar-klemer tidak cocok tinggal di daerah ini

13 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.