Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Malam Mingguan di Kota Solo: Niatnya Healing, Berakhir Muring, Ruwet Banget!

Yessica Octa Fernanda oleh Yessica Octa Fernanda
21 Agustus 2024
A A
3 Keunikan Kota Solo yang Nggak Mungkin Ditiru Kota Lain (Unsplash)

3 Keunikan Kota Solo yang Nggak Mungkin Ditiru Kota Lain (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Ngomongin Kota Solo emang nggak ada habisnya. Kota ini menyimpan kenangan dan cerita tersendiri di benak masyarakat. Budaya Jawa yang masih begitu kental, sajian kuliner sedap, dan destinasi wisatanya siap memanjakan siapa saja yang berkunjung ke kota ini. Selain itu, kini kota Solo menjelma menjadi lokasi favorit warga untuk menghabiskan waktu malamnya, khususnya di malam minggu.

Bagaimana tidak, Solo menyediakan apapun yang kamu mau di malam minggu. Mau jalan-jalan? Ada koridor Jalan Gatot Subroto yang menyajikan pameran seni dan musik. Perut keroncongan setelah jalan-jalan? Aman, banyak tempat makan mulai dari restoran, warung makan biasa, hingga angkringan yang siap memanjakan lidah dan perut kalian. Pengin nonton konser musik? Bisa, di Keraton Mangkunegaran dan Benteng Vastenburg kerap dijadikan sebagai lokasi konser musik. Tinggal cek saja jadwal dan budget di dompet kalian. Malam minggu di Solo nggak perlu bingung lagi, paket komplit deh.

Namun yang namanya hidup, tentu ada hitam dan putih. Begitu juga dengan suasana malam minggu di Kota Solo yang bikin jengkel.

Kota Solo dibanjiri manusia dari berbagai penjuru

Ketika malam minggu tiba, tidak hanya warga Solo saja, namun juga warga daerah lain turut meramaikan dan memeriahkan jalanan kota. Banyaknya intensitas kendaraan yang melintas menyebabkan Kota Solo dilanda kemacetan di beberapa titik lokasi. Misalnya di Jalan Slamet Riyadi dan di depan komplek Balai Kota Solo.

Kedua area tersebut memang menjadi pusat malam mingguan favorit warga Solo untuk jajan atau sekadar nongkrong bareng teman atau keluarga. Maka tak heran jika tempat parkirnya penuh sampai makan hampir setengah jalan raya. Bisa dibayangkan bagaimana semrawutnya lokasi itu saat malam minggu.

Kemacetan itulah yang mengharuskan pengendara untuk mencari jalur alternatif. Namun sayangnya, jalur alternatif pun juga dipenuhi oleh pengendara lain. Niat biar nggak terjebak macet, eh malah sama-sama kena. Trus kudu piye? Ya nikmati aja momen menunggu diatas kendaraan walaupun sambil mengkis-mengkis.

Selain kondisi jalanan di beberapa titik lokasi yang macet, yang bikin saya jengkel malam mingguan di Solo adalah maraknya pengemis dan pengamen jalanan. Sepertinya bukan hanya di Solo saja, tapi di kota-kota lain pasti juga pernah mengalami kondisi serupa. Bukannya saya alay atau tidak memiliki belas kasih, namun yang bikin jengkel karena mereka datangnya silih berganti, alias terus-menerus.

Pengamen yang ada dan berlipat ganda

Pernah suatu ketika saya sedang makan di angkringan bersama teman-teman saya, kemudian datanglah orang tua yang meminta sedekah kepada kami. Merasa iba, kami pun memberikan sejumlah uang untuk orang itu, lalu ia pun pergi. Dah tu kelar. Selang 10 menit kemudian, giliran segerombolan pengamen yang mendatangi angkringan kami. “Oke lah, paling habis ini nggak ada lagi pengamen atau pengemis yang datang”. Inilah alasan di balik keputusan kami untuk memberikan uang kepada pengamen tersebut.

Baca Juga:

Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

Rupanya kami salah besar. 20 menit kemudian, muncul lagi pengamen dan pengemis hingga beberapa kali dan melakukan hal yang sama. Kalau muncul 3-4 kali masih aman menurut saya. Gimana ya, sebenarnya nggak ganggu-ganggu banget dan kalaupun saya nggak mau ngasih atau lagi cashless, saya bisa bilang “maaf”. Tapi kalau sering bermunculan begini, ya siapa sih yang nggak jengkel? Mau makan dengan nikmat dan tenang saja kok rasanya susah sekali. Baru akan menyuap nasi, tiba-tiba datang pengemis dan pengamen yang out of nowhere. Apalagi kalau nggak dikasih, wajahnya berubah judes lagi, hadehh.

Pedagang nakal

Nggak sampai di situ, malam mingguan di Solo juga diwarnai dengan pedagang makanan yang nakal. Cerita dari teman saya, ia pernah mencicipi soto saat malam minggu di salah satu lokasi. Alasan ia memilih soto ini karena saat malam minggu ramai dikunjungi pembeli. Padahal ketika hari biasa, pedagang soto ini cukup jarang disambangi pembeli.

Ternyata yang didapat berupa nasi soto kosongan dengan potongan daging sak uprit. Setelah disruput, ternyata kuahnya tidak ada rasa, hambar katanya. Sehingga soto tersebut perlu ia racik sendiri agar rasanya agak mendingan, tapi tetap saja (mohon maaf) nggak terlalu enak. Yang mengejutkan saya, katanya harga yang dipatok sangat mahal.

Saya tidak menanyakan nominal harganya kepada teman saya, namun jika kualitas rasanya saja mengecewakan, seharusnya harganya jauh lebih murah. Ya namanya malam minggu, momen yang pas mendapat cuan sebanyak-banyaknya tanpa mempedulikan kepuasan pelanggan.

Malam mingguan di Kota Solo itu salah satu kenikmatan setelah lelah beraktivitas, untuk healing dan refreshing sejenak dari kesibukan. Namun akan sangat menjengkelkan jika bertemu dengan hal-hal yang saya sebutkan diatas. Tapi kalau tetap pengin malam mingguan di Solo, ya nggak apa-apa sih, yang penting sabar dan nikmati. Kena zonk atau tidak, saya tidak bisa menjamin. Ya begitulah hidup, bergantung hasil gacha harian.

Penulis: Yessica Octa Fernanda
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Ironi Kota Solo: Kotanya Nyaman untuk Ditinggali, tapi Biaya Hidupnya Begitu Tinggi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2024 oleh

Tags: balai kotaKota Solomalam mingguslamet riyadi
Yessica Octa Fernanda

Yessica Octa Fernanda

Mahasiswa teladan.

ArtikelTerkait

Oleh-oleh Khas Solo selain Serabi Notosuman yang Tidak Boleh Dilewatkan

Oleh-oleh Khas Solo selain Serabi Notosuman yang Tidak Boleh Dilewatkan

28 November 2024
Menimbang Hukuman yang Tepat Bagi Tukang Parkir Ngepruk di Acara Haul Solo Mojok.co

Menimbang Hukuman Paling Sesuai untuk Tukang Parkir yang Pasang Tarif Tinggi di Acara Haul Solo

12 November 2023
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

25 Juli 2024
5 Aturan Tidak Tertulis di Solo, Saya Tulis supaya Kalian Tidak Kaget Saat Berkunjung ke Sini  Mojok.co daerah istimewa

5 Aturan Tidak Tertulis di Solo, Saya Tulis supaya Kalian Tidak Kaget Saat Berkunjung 

12 Desember 2024
Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

Alasan Orang Solo Lebih Hafal Jalan Tikus daripada Jalan Utama

30 November 2025
3 Keunikan Kota Solo yang Nggak Mungkin Ditiru Kota Lain (Unsplash)

5 Hal yang Seharusnya Jadi Perhatian bagi Orang dari Luar Kota Solo, Jangan Cuma Ngomongin Harga Makanan Murah doang!

4 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026
Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Dunia Kerja yang Bikin Pekerja Keras Tersingkir dan Menderita Mojok.co

Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Kantor yang Bikin Pekerja Lain Tersingkir dan Menderita

21 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

21 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.