Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mahasiswa UNY Juga (Pernah) Makan dengan Bau Comberan seperti Mahasiswa Unair, tapi Mereka Tidak Menderita, Malah Bahagia

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
11 Mei 2025
A A
Mahasiswa UNY Juga (Pernah) Makan dengan Bau Comberan seperti Mahasiswa Unair, tapi Mereka Tidak Menderita, Malah Bahagia penyetan mas kobis

Mahasiswa UNY Juga (Pernah) Makan dengan Bau Comberan seperti Mahasiswa Unair, tapi Mereka Tidak Menderita, Malah Bahagia

Share on FacebookShare on Twitter

Membaca liputan tentang derita anak Unair yang harus makan ditemani bau comberan bikin saya merasa bangga sebagai mahasiswa UNY. Kalau anak Unair itu merasa menderita, well, anak UNY (dan kampus lain) justru menerimanya dan nggak banyak komplain tentang itu. Lha wong salah satu tempat makan yang paling rame di UNY dulunya berdiri di atas comberan. Yak betul, bagi mahasiswa lama, pasti tahu kelau Penyetan Mas Kobis di UNY, sebelumnya berdiri di atas selokan.

Sebelum pindah ke lahan yang lebih proper, dulunya penyetan Mas Kobis berdiri nempel di pagar FT UNY. Nah, di bawah pagar itu, ada selokan yang airnya, well, sebagaimana selokan pada umumnya: hitam, dan baunya ngeri-ngeri sedap.

Tapi hal itu nggak mengurangi antusiasme orang-orang mengunjungi Mas Kobis. Bahkan ramenya nggak karuan. Saya sendiri heran, kok bisa ada orang santai saja makan di atas peceren (sebutan untuk selokan di daerah saya). Mana keknya nikmat-nikmat aja lagi.

Butuh bertahun-tahun untuk saya memberanikan diri makan di sana. Ya alasannya nggak nyoba-nyoba ya apalagi kalau bukan karena nggak mau beneran makan di atas selokan. Tapi kok rasanya aneh, mahasiswa UNY kok nggak pernah makan di Mas Kobis. Baru 2015 saya nyoba di sana dan… ya, baik-baik saja dan enak-enak saja.

Meski di atas comberan, rasa makanannya enak

Saya baru sadar kenapa orang-orang beneran suka makan di Mas Kobis. Sebab ya, beneran enak. Meski tempatnya (mohon maaf) jorok, mejanya pliket, tapi makan di sana nggak pernah ngerasa zonk. Setidaknya dari segi rasa. Pedesnya pun nendang. Saya yang biasa makan di Ayam Geprek Bu Rum pake 10 cabe masih bisa tahan, di Penyetan Mas Kobis saya menyerah.

Setelah itu, saya jadi langganan makan di Mas Kobis, sebagaimana mahasiswa UNY pada umumnya. Kalau saya sedang malas berdiri di atas selokan, misalnya abis hujan gitu, saya milih duduk di poskamling yang juga biasa dipakai pelanggan Mas Kobis.

Saya udah nggak ngurus dan peduli perkara comberan. Saya bahkan lupa kalau di sana kadang juga bau. Ya gimana mau peduli bau, indra yang ada mati sementara karena rasa pedas yang “membunuh”. Jadi ya, bodo amat lah mau di comberan kek, mau di samping bengkel kek, madang ya madang.

Melihat Penyetan Mas Kobis berdiri selama itu di tempat itu, artinya memang para pelanggannya tak keberatan, atau ada faktor-faktor lain kayak rasa yang bikin orang nggak masalah makan di atas selokan. Setidaknya ya, mahasiswa UNY nggak bermasalah dengan itu.

Baca Juga:

Saya Tidak Ingin Menjadi Guru walaupun Memilih Jurusan PAI, Bebannya Tidak Sepadan dengan yang Didapat!

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

Mahasiswa UNY mungkin biasa aja, tapi yang lain?

Kalau tidak salah, sejak 2017 (atau 16? Lupa), akhirnya Mas Kobis pindah ke tempatnya yang sekarang. Bagi saya sih, sebenernya ya nggak mendingan juga tempatnya. Cuma nggak lagi di atas selokan aja, kalau perkara kenyamanan ya tetep aja kagak, wkwkwk. Tapi ya nggak tahu untuk sekarang, kayaknya sih (dan harusnya) lebih mendingan ya.

Tapi saya memahami penderitaan mahasiswa Unair dalam liputan tersebut. Kalau bau comberan misalnya sampe masuk kamar, memang ada yang salah dengan drainase di daerah tersebut. Jelas tidak bisa saya, sebagai mahasiswa UNY, mengaku lebih kuat ketimbang mereka. Bisa saja kondisinya juga berbeda.

Saya justru jadi bertanya-tanya, kalau mahasiswa UNY (dan kampus lain) makan di atas selokan dan fine-fine saja, lalu separah apa selokan di Surabaya sampai baunya begitu busuk hingga bikin muntah?

Padahal saya kira Jogja sudah ampas perkara drainase dan sejenisnya, kalau ada yang lebih parah, well, kebangeten. Surabaya, Anda punya pekerjaan rumah yang benar-benar urgent.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kisah Mahasiswa UNY Kena DO, Pindah Kampus Hampir DO Lagi, tapi Bisa Bangkit dan Berhasil Sarjana

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Juni 2025 oleh

Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

borobudur magelang yogyakarta mojok

Panduan Menjawab di Mana Letak Candi Borobudur agar Kalian Nggak Salah Tag Lokasi di Instastory

1 September 2020
Pak Bobby, Program Stiker Parkir Berlangganan di Medan Sudah Bagus, tapi Tukang Parkir Liar Masih Bertebaran dan Cuma Bikin Ribut di Jalan

Pak Bobby, Program Stiker Parkir Berlangganan di Medan Sudah Bagus, tapi Tukang Parkir Liar Masih Bertebaran dan Cuma Bikin Ribut di Jalan

26 Juli 2024
8 Dampak Positif Pembangunan Bandara Dhoho Kediri (Unsplash)

8 Dampak Positif Pembangunan Bandara Dhoho Kediri yang Akan Segera Dirasakan Masyarakat

24 Juni 2024
Dekadensi Sepatu Brodo: It's Evolving, Just Backwards!

Dekadensi Sepatu Brodo: It’s Evolving, Just Backwards!

4 Desember 2023
Jangan Beli Makanan Buka Puasa Kebanyakan, Kalau Jelas-Jelas Nggak Dihabiskan

Jangan Beli Makanan Buka Puasa Kebanyakan, Kalau Jelas-Jelas Nggak Dihabiskan

28 April 2020
Membayangkan jika Kedai Runcit Milik Abang Iz dalam Serial Upin Ipin Jadi Warung Madura

Membayangkan jika Kedai Runcit Milik Abang Iz dalam Serial Upin Ipin Jadi Warung Madura

16 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah Mojok.co

3 Hal di Karawang yang Membuat Pendatang seperti Saya Betah

9 Januari 2026
Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

5 Januari 2026
Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

5 Januari 2026
Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar Mojok.co

Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar

5 Januari 2026
MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

11 Januari 2026
Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.