Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Benarkah Mahasiswa UNY Adalah (Calon) Mahasiswa yang Terbuang dari UGM? Iya, tapi Nggak Juga

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
21 Februari 2024
A A
Benarkah Mahasiswa UNY Adalah (Calon) Mahasiswa yang Terbuang dari UGM? Iya, tapi Nggak Juga Jogja kuliah di UGM warung makan sekitar UGM seleksi masuk ugm jurusan s1 UGM

Benarkah Mahasiswa UNY Adalah (Calon) Mahasiswa yang Terbuang dari UGM? Iya, tapi Nggak Juga (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mahasiswa UNY kini tak bisa lagi dibilang “buangan” dari UGM. Ya gimana, wong ya tetep beda, meski sama-sama Jogja

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) jadi tempat favorit mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air buat belajar. Bisa dibilang Jogja sudah menjadi rumah kedua bagi para mahasiswa rantau, saking banyaknya jumlah mahasiswa dan kampus di provinsi ini. Dikutip dari Portal Resmi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat total 128 perguruan tinggi di DIY, baik negeri maupun swasta. Untuk wilayah sekecil 3.186 km2, 128 kampus ini banyak banget. Maka nggak perlu heran lagi kalau nemu kampus letaknya sebelahan.

Di Kabupaten Sleman, tepatnya Kapanewon Depok, ada dua kampus yang bisa dibilang paling prestisius di Jogja. Keduanya bertetangga sejak dulu. Kedua kampus ini adalah Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Letak keduanya hampir dempet sampai kadang bikin orang yang bukan warga atau mahasiswa situ bingung untuk memisahkannya.

Ya gimana nggak mepet, wong dulunya jadi satu, wqwqwq.

UNY isinya “buangan” UGM

Walaupun bertetangga, tahu nggak sih kalau ternyata ada “dendam” tersendiri dari mahasiswa UNY kepada kampus UGM? Katanya, ada teori yang beredar di antara para mahasiswa: mahasiswa UNY adalah buangan UGM. Kenapa disebut anak buangan?

Anak buangan yang dimaksud itu mereka, calon maba yang keterima di UNY jalur penolakan dari UGM. Saat mau ujian seleksi, mereka meletakkan UGM di pilihan pertama dan UNY di pilihan kedua. Tapi sayangnya, angan-angan ikut PPSMB tinggal kenangan alias mereka nggak keterima di UGM. Alhasil, mereka yang ditolak UGM tapi skor ujiannya memenuhi passing grade akan langsung diterima di pilihan keduanya, yaitu prodi di UNY. Buat seru-seruan sekaligus mengejek diri sendiri, para mahasiswa UNY yang ditolak UGM ini menamakan diri sebagai anak buangan.

Julukan anak buangan ini sudah lama dianut oleh mahasiswa UNY. Bahkan istilah tersebut juga masih bertahan sampai sekarang. Tapi sepertinya sebutan itu agaknya akan mulai dilupakan secara perlahan. Ini dia beberapa alasan yang membuat UNY bukan lagi kampus Jogja yang menampung buangan UGM.

UNY nggak mau “dinomorduakan”

Sepertinya UNY sudah mulai “tegas” sama camaba yang memilih kampus tersebut sebagai pilihan kedua atau untuk jaga-jaga saja. Menurut kabar yang pernah saya dengar, kalau UNY diletakkan di pilihan kedua, mereka tetap nggak mau menerima camaba tersebut.

Baca Juga:

Ambil S2 UGM setelah Lulus S1 dari Tempat yang Sama, Alasan Saya Tidak Bosan Kuliah di Gadjah Mada

S2 UGM Diperebutkan Lulusan S1 dari Kampus Mana Aja kecuali dari UGM Sendiri

Sebenarnya, info soal UNY nggak mau dinomorduakan ini saya dengar sejak tahun 2018, ketika saya baru saja lulus SMA. Rumor ini sempet membuat saya bimbang untuk tetap meletakkan UNY di pilihan kedua SNMPTN atau nggak. Untungnya sih saya keterima di UGM, jadi nggak perlu membuktikan apakah kabar burung itu benar atau nggak. Hehehe.

Tapi nyatanya kabar ini masih berkembang di antara adik-adik kelas saya, berdampingan dengan info soal ancaman blacklist jika camaba mengundurkan diri setelah diterima lewat jalur SNMPTN/SNBP.

Prodi “eksklusif” nggak akan jadi buangan

Julukan “anak buangan” ini mungkin saja nggak berlaku buat mahasiswa jurusan “eksklusif” UNY. UGM dan UNY sebenarnya dua kampus yang punya pendekatan dan target lulusan yang berbeda. Program studi di UGM kebanyakan adalah ilmu murni. Sementara di kampus Institut Keguruan dan Ilmu Kependidikan (IKIP) reborn, sebagian besar prodinya adalah pendidikan dan bertujuan untuk mencetak para pendidik tunas bangsa.

Selain itu, UGM juga nggak punya prodi ilmu keolahragaan yang terkenal sebagai ladangnya atlet-atlet itu. Logikanya, mana mungkin mahasiswa ilmu keolahragaan dan jurusan sejenis jadi “anak buangan UGM” kalau di UGM saja nggak ada jurusan yang bisa mengasah minat dan bakat mereka?

Mungkin istilah “anak buangan” ini berlaku di jurusan-jurusan yang ada di UNY sekaligus ada juga di UGM. Contohnya kayak akuntansi, manajemen, sastra Inggris, sampai administrasi publik. Sejauh ini  dari yang saya temukan, mahasiswa yang menyematkan identitas sebagai “anak buangan UGM” adalah mereka yang milih prodi yang sama di UGM maupun UNY. Kalau kamu termasuk “anak buangan” yang pilihan prodi di UGM dengan UNY-nya nggak linear, presensi dulu di bawah, Bang.

Camaba sudah sadar diri untuk nggak milih UGM

Ini bukannya saya ngece, ya. Beneran, saya nggak ada niat seperti itu. Tapi dari hasil observasi, sekarang sudah ada semacam perubahan strategi di kalangan camaba saat memilih kampus. Ada lho sebagian anak UNY yang memang sejak awal nggak menjadikan UNY sebagai pilihan kedua.

Dari awal menentukan rencana untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, mereka ini sudah sadar diri akan kemampuan dan peluang lolosnya. Jadi, mereka nggak akan maksain diri dengan milih UGM. Mereka sudah ngebatin, “Nanti ujung-ujungnya juga di UNY.”

Mereka yang meminimalisasi peluang jadi “anak buangan” ini sebenarnya punya self awareness yang tinggi dan pandai melihat peluang, lho. Juga bisa mengurangi rasa kecewa dan sakit hati karena dapat merah saat buka pengumuman.

Alasan-alasan tadi yang akan bikin guyonan “anak UNY buangan dari UGM” ini lambat laun usang. Lagian jokes itu juga hanya berlaku saat kuliah aja, sih. Pada akhirnya abis lulus juga tetep struggle cari kerja, mau itu UGM atau UNY. Kecuali kalau udah ada bekingan ordal atau jabatan direktur yang dipegang bapak kamu.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Perbandingan Lama Studi Mahasiswa UGM dan UNY, Dua Kampus Negeri Terbesar di Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2024 oleh

Tags: kampus buanganseleksi mahasiswa baruUGMUNY
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

UGM Punya FIB yang Tidak Disukai, tapi Kuliahnya Santai (Unsplash)

Testimoni Seorang Alumni UGM tentang Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas yang Tidak Disukai

13 Mei 2024
5 Tips Memilih Kampus Terbaik di Yogyakarta (Unsplash)

5 Tips Memilih Kampus Terbaik di Yogyakarta

2 November 2024
Tinggal di Asrama Mahasiswa UGM Memang Nyaman, asal Bisa Berdamai dengan Beberapa Kekurangannya Mojok.co

Tinggal di Asrama Mahasiswa UGM Memang Nyaman, asal Bisa Berdamai dengan Beberapa Kekurangannya

26 April 2024
Catatan Pemakluman Masalah di Jogja oleh Sultan Jogja selama 11 Tahun Terakhir: 11 Masalah yang Tak Kunjung Selesai dan Mungkin Tak Akan Pernah Selesai kos di jogja

Panduan Mencari Kos di Jogja untuk Mahasiswa UGM dan UNY: Daerah yang Harus Dituju, Budget, serta “Identitas” yang Harus Diperhatikan

14 Juli 2024
Kultur Suporter Porsenigama: Kala UGM Memperlihatkan Wajah Lainnya

Kultur Suporter Porsenigama: Kala UGM Memperlihatkan Wajah Lainnya

9 April 2020
Membayangkan Betapa Nelangsa Jogja kalau UGM Tidak Pernah Berdiri Mojok.co

Membayangkan Betapa Nelangsa Jogja kalau UGM Tidak Pernah Berdiri

3 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal

6 Januari 2026
Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

5 Januari 2026
Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat Mojok.co

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat

5 Januari 2026
5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part Mojok.co

5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part

8 Januari 2026
Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

5 Januari 2026
Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.