Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mahasiswa KIP Kuliah Boleh Punya iPhone, Asal Enggak Dipamerin atau Ketahuan Aja!

Azzhafir Nayottama Abdillah oleh Azzhafir Nayottama Abdillah
22 September 2025
A A
Mahasiswa KIP Kuliah Boleh Beli iPhone, Asal Nggak Ketahuan (Unsplash)

Mahasiswa KIP Kuliah Boleh Beli iPhone, Asal Nggak Ketahuan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak semua mahasiswa membayar kuliah dari biaya sendiri atau orang tua. Mereka mendapat bantuan beasiswa. Salah satunya adalah KIP Kuliah. Bantuan yang sering jadi polemik karena tidak tepat sasaran. Ada yang menganggap beasiswa ini cuma buat foya-foya, salah satunya dengan membeli iPhone. 

Ya, tidak tepat sasaran menjadi salah satu bahan bakar perdebatan. Selayaknya beasiswa, KIP Kuliah ini lahir untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu. 

Untuk mendapatkan KIP Kuliah, mahasiswa harus melengkapi persyaratan. Misalnya, memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan NIK yang tercatat di Dinas Kependudukan, Dapodik Kemendikbud, dan instansi pendidikan. 

Kemudian, mahasiswa harus memiliki potensi akademik. Mahasiswa bisa memberi bukti lewat  nilai akademik. Dan tentu saja, memiliki keterbatasan ekonomi. Buktinya berupa dokumen pendukung yang sah, yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Besaran KIP Kuliah tergantung akreditasi program studi. Semakin tinggi akreditasinya, semakin besar bantuannya. Apabila berakreditasi A, mahasiswa mendapat Rp12.000.000 per tahun. Jika B, mendapat Rp4.000.000 per tahun. Dan yang terakhir, akreditasi C sebesar Rp2.400.000 per tahun. 

Mahasiswa tidak langsung mendapatkan semuanya. Besaran bantuan turun setiap bulan dengan jumlah bervariasi, antara Rp800.000 sampai Rp1.400.000.

KIP Kuliah melahirkan sifat konsumtif, lalu beli iPhone

Menjadi mahasiswa dengan tunjangan hampir Rp1 juta per bulan tentu menyenangkan. Apalagi kalau belum pernah pegang uang sebanyak itu. Bahkan uang ini hampir setara dengan tunjangan Jabatan Struktural ASN golongan III/a sebesar Rp1.250.000.

Masalah muncul ketika mahasiswa belum bisa mengatur bantuan yang mereka dapat. Maka, sifat konsumtif muncul. Salah satu yang sering menjadi fenomena adalah mahasiswa pakai KIP Kuliah malah buat beli iPhone. Bagi mahasiswa seperti ini “tunjangan” adalah peluang emas buat hidup enak!

Baca Juga:

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

Android Bikin Saya Jadi Minoritas dan Dikucilkan, tapi Saya Bersyukur Bebas Utang dengan Tidak Memaksakan Diri Membeli iPhone

Lupa arah sebab pegang banyak rupiah

Banyak mahasiswa KIP Kuliah yang sebetulnya cuma “bingung” ketika pegang banyak uang untuk kali pertama. Niatnya buat beli buku, eh malah beli sneakers edisi terbaru. Maunya buat bayar kos, yang kebeli malah iPhone second tapi caption-nya di IG “Alhamdulillah rezeki anak sholeh.” Josjis!

Fenomena “kalap duit” ini sebenarnya bukan hal baru. Ketika kantong mahasiswa dari biasanya cuma cukup buat beli gorengan, lalu naik kasta bisa jajan di cafe hits tiap minggu, jiwa pamer itu langsung nongol. Apalagi kalo sudah diiringi konten TikTok dengan musik velocity-nya itu, seolah-olah dunia harus tau bahwa dia sekarang naik tahta!

Masalahnya, setelah viral biasanya ujungnya ya klise, yaitu klarifikasi. Isi klarifikasinya juga standar nan begitu begitu aja, “Itu bukan uang KIP Kuliah, tapi hasil usaha pribadi.” 

Netizen pun manggut-manggut sambil nyeruput kopikap, pura-pura percaya padahal menyimpan bukti screenshoot dan segenap bukti lainnya yang berjejer di galeri.

Nah, di titik inilah sebenarnya sistem pengecekan dan target penerima KIP Kuliah perlu dikritisi. Karena idealnya, bantuan ini bukan sekadar soal cair atau tidak cair, tapi tentang tepat sasaran atau tidak. 

Jangan sampai mahasiswa yang bener-bener kesulitan kuliah malah ke-skip gara-gara kalah cepat sama mahasiswa “kalap rupiah”. Apalagi yang jago bikin dokumen terlihat miskin padahal isi keranjang Shopee-nya lebih kaya daripada dompet kas RT.

Sindiran dan refleksi bersama demi KIP Kuliah

Pada akhirnya, KIP Kuliah bukan soal gengsi bisa beli iPhone atau enggak. Bukan juga tentang siapa yang paling cepat bikin klarifikasi begitu viral di TikTok. 

Intinya, bantuan ini lahir buat memastikan anak-anak bangsa yang kesulitan ekonomi tetap bisa kuliah tanpa harus jungkir balik kerja sambilan sampai lupa tugas. Apalagi iPhone bukan parameter orang kaya bin sugih.

Jadi, kalau duitnya malah dipakai buat gaya-gayaan, berarti ada yang salah, entah dari individunya yang lupa prioritas. Atau dari sistem yang kurang ketat menyaring penerimanya. Keduanya sama-sama perlu dibenahi.

Refleksinya sederhana, mahasiswa KIP Kuliah sah-sah aja kalau mau punya barang mahal kayak iPhone. Yah, asal jelas sumbernya, bukan dari dana bantuan yang harusnya buat pendidikan. 

Yang dilihat orang bukan cuma isi dompet, tapi juga cara kita memaknai tanggung jawab di balik privilege yang nggak semua orang bisa punya. Karena kalau mahasiswa lupa arah gara-gara “kebanyakan rupiah”, jangan-jangan nanti kuliahnya selesai dengan predikat bukan cum laude, tapi cum lalai.

Penulis: Azzhafir Nayottama Abdillah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Balas Dendam usai Dapat Beasiswa S1 KIP Kuliah, Manjakan Diri Sendiri dan Abaikan Ortu yang Tak Pernah Beri Hidup Enak Sejak Kecil karena Pemalas

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 September 2025 oleh

Tags: beasiswa KIP KuliahiphoneKIPKIP KuliahKIP Kuliah beli iphoneKIP Kuliah tidak tepat sasaran
Azzhafir Nayottama Abdillah

Azzhafir Nayottama Abdillah

Mahasiswa Ilmu Politik yang memiliki pengalaman menulis selama 5 tahun. Memiliki minat riset dan pendidikan.

ArtikelTerkait

Hal-hal Menyebalkan di iPhone yang Bikin Saya Mikir untuk Kembali ke Android

23 Mei 2021
Selebgram UNDIP Hedon dapat KIP Kuliah, Anak PNS Miskin Ditolak (Unsplash)

Selebgram UNDIP Gaya Hidup Hedon dapat KIP Kuliah, tapi Anak PNS Miskin Justru Ditolak Beasiswa Adalah Kenyataan Dunia Pendidikan Indonesia

2 Mei 2024
Pengalaman Menggunakan Samsung S21+ Selama 2 Tahun Bikin Saya Yakin Mending Beli Flagship Seken ketimbang Hape Midrange Baru hape samsung saber line samsung a06 5g

4 Tipe Orang yang Jelas Bakal Cocok Pakai Hape Samsung, Apakah Kalian Salah Satunya?

23 Januari 2025
9 Fitur Rahasia WhatsApp yang Nggak Diketahui Semua Orang Terminal Mojok

9 Fitur Rahasia WhatsApp yang Nggak Diketahui Semua Orang

13 November 2022
Jasa Screenshot iPhone, Bisnis yang Lebih Nyeleneh dari Sewa iPhone dan Nyelenehnya Lagi, Saya Ikutan Nyoba android

Image iPhone sebagai Hape Terbaik Itu Udah Kuno, Saya Aja Tetep Pilih Android walau Punya Uang Segepok

16 Juli 2024
7 Fitur Baru Apple di iOS 15.4 yang Terasa Nggak Guna Terminal Mojok.co

7 Fitur Baru Apple di iOS 15.4 yang Terasa Nggak Guna

18 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Universitas Trunojoyo Madura Banyak Mahasiswa Abadi Gara-Gara Dosen Sering Ngilang Mojok.co

Reputasi Universitas Trunojoyo Madura Makin Menurun, bahkan Orang Madura Sendiri Mikir Dua Kali untuk Kuliah di Kampus Ini

26 Maret 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
3 Alasan Stasiun Jombang adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

3 Alasan Stasiun Jombang Adalah Tujuan Paling Rasional Menuju Malang Barat dibanding Stasiun Malang Kota

29 Maret 2026
Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living Mojok.co

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living

27 Maret 2026
Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

29 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.