Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Lucunya Bekerja di Perusahaan yang Pimpinannya Adalah Teman Sendiri

Agus Dhiki Saputra oleh Agus Dhiki Saputra
20 Januari 2021
A A
Lucunya Bekerja di Perusahaan yang Pimpinannya Adalah Teman Sendiri terminal mojok.co

Lucunya Bekerja di Perusahaan yang Pimpinannya Adalah Teman Sendiri terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagaimana keterangan yang sering kali disampaikan oleh orang-orang salih bahwa silaturahmi adalah jalan penyambung rezeki, maka ketika menganggur saya betul-betul mengamalkan penuh petuah itu. Setelah menghubungi dan mengunjungi sebagian banyak teman, alhamdulillah ternyata perjuangan saya membuahkan hasil. Teman seangkatan saya di zaman kuliah sejak 7 tahun lalu, menawarkan pekerjaan di sebuah perusahaan F&B di mana ia adalah supervisinya. Setelah mengobrol panjang kali lebar akhirnya saya putuskan untuk menerima tawaran tersebut.

Begitulah enaknya memiliki seorang teman yang sudah bekerja dan punya posisi, bisa bertanya semaunya tanpa sungkan sampai seolah-olah saya yang sedang meng-interview-nya. Coba kalau sama orang yang nggak akrab, paling jawabannya, “Kerja saja belum, tapi sudah banyak tanya.”

Padahal kan banyak bertanya terkait pekerjaan yang akan kita lakoni itu pertanda bahwa kita memang serius ingin bekerja dan akan bertanggung jawab terhadap apa yang akan kita kerjakan nanti, bukan mau menikmati uangnya saja. Kan nggak lucu kalau misalnya nanti kita kerja baru satu bulan terus mengundurkan diri, pas ditanya kenapa, jawabannya, “Saya kira kerjanya nggak secapek ini, Pak.” Yaelah, lagian mana ada pekerjaan yang nggak bikin capek. Wong tidur seharian saja melelahkan.

Sehari sebelum bekerja, saya bertanya kepada teman saya ini, apakah saya harus menyembunyikan identitas saya sebagai temannya? Atau saya terus terang saja ketika ditanya oleh karyawan-karyawan yang sudah lama bekerja di sana? Maklum, karyawan baru kan sering ditanya yang macam-macam. Namun, ternyata teman saya tidak mempermasalahkan itu, dia bilang jawab saja apa adanya.

Mulanya saya berpikir demikian, tapi entah mengapa kok saya malah mendadak menutupi yang sebenarnya ketika salah seorang karyawan bertanya, “Tahu dari mana ada lowongan kerja di sini?” Saya jawab, “Dari medsos.” Beruntung dia tidak bertanya lebih lanjut karena saya sebetulnya tidak tahu apakah perusahaan ini memang mempublikasikan lowongan kerja di medsos atau tidak. Dan kalaupun iya, media apa yang digunakannya, saya betul-betul nggak tahu. Pasalnya, saya, kan, bisa bekerja di tempat ini berkat bantuan teman saya yang sekarang menjadi jadi pemimpin kami itu.

Lalu karyawan tersebut menasihati saya, “Hati-hati dengan si bos, beliau orangnya disiplin dan nggak suka bercanda, orangnya juga jarang senyum apalagi sampai katawa-ketawa.” Saya mengangguk, sambil menahan tawa sekuat-kuatnya. Lantaran saya tahu karakter asli dari orang yang dia sebut si bos yang sesungguhnya adalah teman lama saya itu. Bagaimana nggak lucu, dia baru kenal kurang dari 2 tahun, sedangkan saya sudah kenal lebih dari 6 tahun, ya saya tentu lebih mengenal teman saya itu.

Ketika masih duduk di bangku kuliah, kami sering bercanda, ngakak bareng, dan sering telat juga masuk kelas. Jadi sebetulnya dia, tuh, nggak disiplin-disiplin banget juga, sih, orangnya.

Di lain waktu, seorang karyawan lain bertanya, “Kamu merokok, nggak?” Saya jawab iya. Lalu dia mengingatkan saya bahwa perusahaan ini sebetulnya melarang karyawannya merokok. Kalaupun hendak merokok jangan sampai ketahuan si bos. Padahal, setiap pulang kerja, saya selalu merokok di hadapan si bos. Namun, tanpa sepengetahuan karyawan lain. Itu pun karena di minggu pertama saya masih menginap di kosannya.

Baca Juga:

Sisi Gelap Kerja di Perusahaan Konstruksi yang Katanya Bergaji Besar

Loker Management Trainee Membuat Orang Biasa Susah Masuk Perusahaan Impian: Nggak Semua Orang Ingin Jadi Manajer!

Ya bagaimana lagi, saya kan memang sudah lama merokok, dan teman saya yang sudah jadi bos saya itu juga tahu soal kebiasaan saya ini. Dan syarat yang dia kasih ke saya juga cuma satu kok, asal jangan sampai ketahuan karyawan lain. Jadi, sebetulnya saya kalau sedang merokok di hadapan si bos, tidak pernah ketahuan karyawan lain. Dan kalau sedang merokok bersama teman sepekerjaan, tidak pernah ketahuan si bos: 2-0, toh.

Kejadian lucu lainnya, pernah suatu pagi di tempat kerja, si bos memanggil saya dari jarak sekira 12 meter. Sebut saja bos saya ini namanya Hadi. Tentu saya hafal suaranya karena kami memang sudah lama berteman. Maka, ketika dia memanggil, spontan saya menjawab, “Apa, Di?” sambil tetap dengan wajah saya yang fokus mengarah ke layar gawai. Sepersekian detik kemudian saya baru menyadari, saya keceplosan. Saya menyaksikan banyak karyawan yang menatap saya dengan raut wajah yang terkejut.

Seketika itu pula keluarlah keahlian saya dalam berakting. Saya mengarahkan wajah saya ke seorang teman yang namanya hampir mirip dengan si bos, “Apa Di, kamu manggil saya?” Namanya Yadi. Dia menjawab dengan nada agak berbisik, “Bukan, itu kamu dipanggil si bos,” sambil sedikit menunjuk-nunjuk dengan hati-hati ke arah si bos.

Saya pura-pura kaget dan segera menghampiri si bos. Padahal saya tahu yang memanggil saya tadi memang si bos, teman lama saya itu. Namun, saya beranggapan kalau akting saya ini berhasil karena saya melihat ekspresi wajah para karyawan sudah berubah. Ada yang jadi tenang, senyum-senyum nanggung, serta ketawa-ketawa kecil. Saya dalam hati malah ketawa ngakak. Wkwkwk.

BACA JUGA 3 Hal yang Sebaiknya Anda Lakuin Saat Diomelin Bos dan tulisan Agus Dhiki Saputra lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2021 oleh

Tags: perusahaanpimpinanteman sendiri
Agus Dhiki Saputra

Agus Dhiki Saputra

Alumnus UIN SGD Bandung. Tukang es yang mengisi waktu senggangnya dengan membaca dan menulis"

ArtikelTerkait

Bukan Cuma Jago Ngomong, 5 Skill Ini Wajib Dikuasai Seorang Humas

Bukan Cuma Jago Ngomong, 5 Skill Ini Wajib Dikuasai Seorang Humas

6 Oktober 2023
Quiet Quitting: Seni Bekerja Seperlunya dengan Istilah yang Lebih Ribet Aja

Quiet Quitting: Seni Bekerja Seperlunya dengan Istilah yang Lebih Ribet Aja

3 September 2022
Wanita Sudah Menikah Sulit Dapat Kerja: HRD Cari Karyawan Apa Calon Mantu?

Wanita Sudah Menikah Sulit Dapat Kerja: HRD Cari Karyawan Apa Calon Mantu?

9 September 2025
Syarat Mendirikan PT Mudah, tapi Tetap Ada Celah

Syarat Mendirikan PT Mudah, tapi Tetap Ada Celah

27 Mei 2023
Unpopular Opinion: Buka-bukaan Soal Gaji Itu Perlu untuk Meminimaliskan Ketimpangan

Unpopular Opinion: Buka-bukaan Soal Gaji Itu Perlu untuk Meminimaliskan Ketimpangan

14 Mei 2022
Bukan Cuma Merugikan Mahasiswa, Unpaid Internship Juga Merugikan Perusahaan

Bukan Cuma Merugikan Mahasiswa, Unpaid Internship Juga Merugikan Perusahaan

4 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.