Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Lolos Ujian SIM Tanpa Calo, Bangganya di Mana?

Naufalul Ihya Ulumuddin oleh Naufalul Ihya Ulumuddin
25 April 2023
A A
Kenapa sih Pada Protes Akses NIK Kudu Bayar? Kayak Nggak Paham Aja Biasanya Gimana SIM

Kenapa sih Pada Protes Akses NIK Kudu Bayar? Kayak Nggak Paham Aja Biasanya Gimana (I Wayan Adisaputra via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tes SIM seringkali menjadi petaka bagi beberapa orang. Sebab, untuk lulus, sangatlah susah. Beberapa teman, banyak yang cerita bahwa mereka harus gagal 7-10 kali dulu baru bisa lolos. Itu pun, dalam sekali tes, mereka hanya bisa mencoba 2-3 kali saja. Jika nggak lolos, mereka harus coba lagi minggu depan. Jadi, nggak bisa langsung coba berkali-kali.

Hal inilah mungkin yang membuat orang bangga bisa lolos SIM tanpa calo. Tingkat kesulitan untuk lolosnya tinggi dan nggak semua orang bisa menyediakan waktu dan tenaga untuk lolos tanpa calo. Bagi mereka, lulus tanpa calo di tengah-tengah masyarakat yang sangat banyak menggunakan calo adalah sebuah kebanggaan. Tapi, kok saya merasa lolos tes SIM tanpa calo itu biasa saja ya. Sepertinya nggak harus sebangga itu deh kayaknya. Kenapa?

SIM antara ada dan tiada

Tentu ini opini pribadi. Semoga nggak jadi delik pengaduan yang berlebihan. Tapi saya rasa, peran SIM dalam kehidupan sehari-hari itu nggak terlalu berarti. Rasa-rasanya, SIM hanya digunakan saat kita kena tilang saja. Selain itu, sepertinya nggak terlalu berguna. Jika fungsinya adalah identitas diri, kan sudah ada KTP. Kecuali, kalau SIM menjadi syarat seseorang bisa membeli sepeda motor. Tapi, ini kan nggak. Sembarang orang bisa membeli sepeda motor, meskipun belum punya SIM.

Terus, SIM buat apa dong, selain buat ditunjukkan waktu diberhentikan polisi?

Itu pun, peluang diberhentikan polisi dalam sehari, seminggu, atau sebulan teramat kecil. Apalagi yang tinggal di desa seperti saya, bisa berdebu itu SIM. Sekali pun terpakai untuk ditunjukkan ke polisi, sama polisi juga nggak diapa-apain. Hanya diliatin, terus dikembalikan lagi. Sungguh tak terlalu bermanfaat sepertinya.

Kalau ada yang mudah, kenapa harus cari yang sulit

Karena fungsinya yang belum pakem dan tampak, nggak heran kalau banyak masyarakat yang memilih jalur calo agar cepat, singkat, dan segera dapat tanpa tes yang panjang. Logika masyarakat Indonesia kan sederhana, kalau ada yang mudah, kenapa harus cari yang sulit. Meskipun akhirnya logika ini lah yang bikin Indonesia nggak maju-maju. Cari instan terus. Tapi, untuk urusan SIM yang fungsinya belum terlalu jelas, jalan calo ini menjadi cukup rasional untuk dipilih oleh banyak masyarakat Indonesia.

Tes SIM yang nggak relevan

Selain itu, para pejuang tes SIM nggak sedikit juga yang menyerah setelah gagal berkali-kali. Bagi mereka, tesnya cenderung nggak relevan dengan jalanan yang mereka tempuh sehari-hari. Jalan zig-zag, belok angka 8 tanpa menyentuh garis, dsb, sepertinya jarang terpakai dalam proses mengendarai motor sehari-hari. Lebih dari itu, proses belajar naik motor yang benar juga nggak pernah diajarin langsung oleh polisi. Masyarakat cenderung belajar sendiri secara otodidak yang akhirnya susah saat tes. Gagal terus dan akhirnya beralih pada calo yang jelas-jelas lebih mudah untuk bisa punya SIM.

Tes tulisnya nggak pernah diajarin

Selain tes praktik, tes tulis atau tes pengetahuan tentang lalu lintas juga menjadi syarat agar bisa lolos tes SIM. Tapi lagi-lagi, sama dengan tes praktiknya, tes tulis nggak pernah diajarkan langsung. Informasi kisi-kisi dan pengetahuan tentang tes tulisnya juga nggak banyak bisa diakses. Selain nggak diajarin, aksesnya minim, saat tes diminta bisa jawab, kan yaa nggak masuk akal. Seperti kita kuliah di jurusan sastra, belajarnya sastra, tapi saat ujian dikasih soal fisika. Yaa mana bisa jawab. Kalaupun bisa dan lulus, jelas itu hoki kan? Kalau hoki, kok bisa bangga?

Baca Juga:

Pengalaman Saya Bikin Akta Kematian Tanpa Calo: (Dibikin) Ribet, Capek, dan Menyebalkan!

SIM Seumur Hidup Memang Susah Diwujudkan, tapi, Bagaimana kalau Masa Berlakunya Diperpanjang?

Atau kemungkinan kedua, sudah hafal dengan soalnya. Karena, tes SIM bisa diulang berkali-kali. Maka saat percobaan ke sekian puluh kali jelas sudah hafal dengan model soal serta jawabannya. Maka, dengan mudah kita bisa jawab dengan benar. Kalau begitu, sama saja, bangganya dari mana?

Jadi, menurut saya, nggak usah (se)bangga (itu) jika kalian punya SIM lewat jalur (((kejujuran))) alias tanpa calo. Yaaa ngapain coba susah-susah jujur kalau ujungnya gagal. Tes berkendaranya susah, tes tertulisnya nggak diajarin, ya mana mau berhasil ye kan. Saran saya sih, ketimbang berbangga atas hal yang nggak prinsipil amat itu, mending kalian mikir ini deh: kenapa masalah calo SIM ini dari dulu nggak pernah kelar? Nangkap pembunuh dan teroris dalam hitungan hari aja bisa, masak beginian nggak kelar-kelar?

Penulis: Naufalul Ihya’ Ulumuddin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sudah Saatnya Kita Beralih ke SIM Digital

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Terakhir diperbarui pada 25 April 2023 oleh

Tags: caloSIMtesujian
Naufalul Ihya Ulumuddin

Naufalul Ihya Ulumuddin

Pegiat sosiologi asal Madura. Tertarik isu pendidikan, kebijakan sosial, dan keluarga. Cita-cita tertinggi jadi anak yang berbakti dan suami ideal untuk istri.

ArtikelTerkait

Pandemi Adalah Saat Paling Tepat untuk Daftar Universitas Terbuka terminal mojok.co

Pandemi Adalah Saat Paling Tepat untuk Daftar Universitas Terbuka

27 Oktober 2021
Mental Playing Victim Korban Calo Masuk Menjadi Abdi Negara: Pelaku Kejahatan kok Ngaku Korban, Sehat?

Mental Playing Victim Korban Calo Masuk Menjadi Abdi Negara: Pelaku Kejahatan kok Ngaku Korban, Sehat?

26 Mei 2023
aturan lalu lintas 4 orang menyebalkan saat kecelakaan lalu lintas lakalantas mojok

4 Jenis Pengendara Bodoh yang Berpotensi Bikin Celaka Pengendara Lain

26 Mei 2021
Jam ke-0 untuk Bimbel Sekolah Cuma Bikin Siswa Capek, Nggak Tambah Pintar Mojok.co

Jam ke-0 untuk Bimbel Sekolah Cuma Bikin Siswa Capek, Nggak Tambah Pintar 

13 November 2023
ujian nasional nadiem makarim un 2020 dibatalkan un 2021 sudah tidak ada respons siswa senang sedih mojok.co

Ternyata Tidak Semua Siswa Senang UN Ditiadakan

2 April 2020
Terminal Bungurasih Momok bagi Pengguna Jalan Raya Waru Sidoarjo, Macet Ora Umum! Mojok terminal bungurasih surabaya

Pengalaman Saya Dipalak dan Ditipu Calo di Terminal Bungurasih Surabaya, Bikin Kapok untuk ke Sana Lagi

20 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

22 Februari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Lupakan Teori Kuliner PNS, di Sidoarjo Kasta Tertinggi Warung Makanan Enak Ditentukan oleh Orang-orang Waktu Bubaran Pabrik

27 Februari 2026
Trio Senator AS Roma: Mancini, Pellegrini, Cristante

Trio Senator AS Roma

23 Februari 2026
6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali
  • Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya
  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.