Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Logo Halal Versi Kemenag Memang Keren, tapi Nggak Sekeren Itu

Andri Saleh oleh Andri Saleh
14 Maret 2022
A A
Logo Halal Versi Kemenag Memang Keren, tapi Nggak Sekeren Itu Terminal Mojok

Logo Halal Versi Kemenag Memang Keren, tapi Nggak Sekeren Itu (Instagram Kementrian Agama RI)

Share on FacebookShare on Twitter

Melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Kementerian Agama Republik Indonesia menerbitkan Surat Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal. Surat yang ditetapkan di Jakarta tanggal 10 Februari 2022 itu menjelaskan perubahan logo halal dari versi MUI ke versi Kementerian Agama. Dan ketetapan itu mulai berlaku secara nasional per tanggal 1 Maret 2022. Kamu sudah lihat logonya, kan?

Kamu mungkin sudah terbiasa melihat logo halal versi MUI dengan tulisan arab warna putih dalam lingkaran warna hijau yang ada di setiap kemasan makanan, minuman, atau produk lainnya. Nah, logo halal versi Kementerian Agama ini sangat jauh berbeda dengan logo versi MUI tadi. Logo halal yang baru ini lebih terlihat “Indonesia”. Tulisan halal dibuat dalam bentuk grafis kaligrafi dan disusun menyerupai gunungan wayang. Dan yang bikin beda, kaligrafi tadi diberi warna ungu. Iya, ungu.

Sebagai praktisi sekaligus penikmat desain grafis, saya sangat mengapresiasi kreativitas Kementerian Agama dalam peluncuran logo halal yang baru ini. Meski demikian, menurut saya ada beberapa catatan penting terkait dengan logo halal baru versi Kementerian Agama ini.

Pertama, logo ini keren. Harus saya akui bahwa logo halal yang baru versi Kementerian Agama ini keren. Dari sisi grafis dan tampilan visual, logo ini terlihat lebih kekinian dibandingkan dengan versi MUI yang terkesan old school. Pemilihan bentuk gunungan wayang juga sudah pas untuk mewakili Indonesia. Meski banyak netizen protes karena terlalu Jawa-sentris, tapi menurut saya bentuk gunungan wayang itu sudah pas, kok. Bukankah dulu para Wali Songo menyebarkan Islam di Nusantara melalui media wayang?

Wayang jadi salah satu media dakwah yang digunakan pada zaman dulu (Shutterstock.com)

Kedua, pemilihan warna logo yang kurang pas. Ini mungkin yang menurut saya perlu diperbaiki. Pemilihan warna ungu nggak selaras dengan warna khas Kementerian Agama, yaitu hijau, putih, atau kuning. Meski Kepala BPJPH berkilah bahwa filosofi warna ungu itu melambangkan keimanan, kesatuan lahir dan batin, serta daya imajinasi, tetap saja warna ungu itu warna mati. Akan lebih baik kalau logonya berwarna putih dengan background lingkaran warna hijau. Kombinasi warna putih-hijau ini sudah identik dengan logo sebelumnya. Jadi, orang-orang sudah familier dengan logo tersebut.

Warna ungu jadi pilihan (Unsplash.com)

Ketiga, logonya kurang berwibawa. Ini juga yang menurut saya perlu ditinjau lebih dalam. Meski logonya terlihat keren dari sisi grafis dan tampilan visual, kalau digunakan untuk hal-hal yang sakral—apalagi yang berbau agama—rasanya jadi kurang berwibawa. Marwahnya nggak dapat, begitulah kira-kira. Mungkin salah satu penyebabnya adalah hilangnya tulisan arab versi asli dan diganti dengan grafis kaligrafi yang lebih “Indonesia” tadi. Jadi, ketika melihat logo halal versi Kementerian Agama ini rasanya biasa saja, nggak ada muncul perasaan hormat atau segan.

Logo halal wajib ada pada kemasan makanan, minuman, dan produk lainnya (Shutterstock.com)

Sebetulnya, fungsi logo dalam kasus ini adalah sebagai penanda. Artinya, logo halal pada kemasan makanan, minuman, atau produk lainnya itu menunjukkan bahwa makanan, minuman, atau produk tadi statusnya halal untuk dikonsumsi. Jadi, mau bagaimana pun bentuk dan tulisan logonya—mau tulisan Arab, Latin, kaligrafi, mau grafisnya kekinian ataupun old school, mau warnanya merah, hijau, atau biru—selama dipahami semua orang bahwa itu adalah logo halal, ya seharusnya nggak jadi masalah.

Tapi yang perlu digarisbawahi, logo itu kan bukan perkara filosofi dan tampilan grafis/visual saja. Logo juga perlu menghadirkan rasa, yaitu rasa kebanggaan, kejelasan, dan kenyamanan. Jangan sampai logo halal yang baru ini malah menimbulkan rasa curiga, permusuhan, bahkan ego untuk kepentingan politik. Hiiih!

Baca Juga:

Curahan Hati Mantan Pemburu Sound Horeg Blitar yang “Insaf” karena Karnaval Horeg Merusak Kesehatan, Pemuda Mabuk-mabukan, dan Joget Erotis

Ikhlas Tidak Harus Miskin: Ironi Kesejahteraan Guru Agama dan Lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir

Penulis: Andri Saleh
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2022 oleh

Tags: kemenaglogo halalMUI
Andri Saleh

Andri Saleh

Humas di salah satu instansi pemerintah. Tukang liput kegiatan pimpinan, tukang bikin konten medsos, desain baliho dan flyer, serta kegiatan lainnya yang bikin kelihatan sebagai orang paling sibuk di kantor.

ArtikelTerkait

Pemburu Sound Horeg Blitar Insaf, Acara nir-Faedah dan Merusak (Pexels)

Curahan Hati Mantan Pemburu Sound Horeg Blitar yang “Insaf” karena Karnaval Horeg Merusak Kesehatan, Pemuda Mabuk-mabukan, dan Joget Erotis

27 Juli 2025
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni

18 Mei 2020
Uang Panai': Ketika Gengsi Lebih Berharga ketimbang Cinta

Uang Panai’: Ketika Gengsi Lebih Berharga ketimbang Cinta

13 Juli 2022
Seriusan Ormas Bakal Diberi Wewenang Ngurusin Sertifikat Halal?

Seriusan Ormas Bakal Diberi Wewenang Ngurusin Sertifikat Halal?

18 Februari 2020
Emang Ada Masalah Apa Kalau Mahasiswa UIN Liberal?

Apa Bedanya UIN, IAIN, dan STAIN?

2 April 2021
menag

Sudahi Ramai Menag RI, Ini Upaya Pak Jokowi Biar Nggak Monoton

25 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.