Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Lika-liku Kurir Paket: Paket Banyak, Sambat. Paket Dikit, Bingung

Allan Maullana oleh Allan Maullana
29 Agustus 2022
A A
Lika-liku Kurir Paket: Paket Banyak, Sambat. Paket Dikit, Bingung

Ilustrasi kurir (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jadi kurir paket kadang lucu. Kalau paket yang dateng banyak, kita sambat. Tapi, kalau yang dateng dikit, kita yang bingung.

Jam 14.15 WIB mobil truk rit ketiga datang. Begitu pintu box mobil dibuka, semua mata teman-teman kurir melotot. Bukan perkara isi box mobil itu penuh, tapi sebaliknya. Ditambah lagi tersiar informasi, bahwa nggak ada pengiriman paket untuk rit keempat. Artinya rit ketiga ini adalah delivery terakhir untuk hari ini. 

Informasi dari leader kami, mulai Minggu 24 Agustus sampai akhir bulan, proyeksi dari management load paket ke depannya akan menurun. Meskipun Toko Ijo punya promo bulanan Waktu Indonesia Belanja, tapi load kurir paket yang bertambah nggak terlalu berarti.

“Paket banyak, pada sumeng. Paket dikit, bingung.” Kalimat itu terlontar begitu saja dari seorang teman yang sedang menurunkan dua buah karung berisi paket-paket. Saya rasa kalimat itu nggak ditujukan buat siapapun. Nggak ditujukan buat atasan apalagi buat perusahaan. Saya yakin teman saya sekadar ngedumel perkara dua kondisi yang sering kami hadapi.

Setelah kedua karung itu dibongkar, totalnya ada 64 paket dibagi untuk 22 orang kurir. Hasilnya rata-rata ada yang dapat 4 sampai 3 paket per orang. Saya sendiri cuma dapat tiga paket untuk area delivery saya. Semua teman-teman kurir menertawakan kedatangan paket yang cuma seupil itu.

Tertawa terbahak-bahak setelah menunggu kedatangannya selama berjam-jam. Tertawa dalam keadaan yang sebetulnya sedih. Rasanya memang kayak lagi di-prank. Bedanya kami dapet zonk, bukan uang dari Baim Wong. Sungguh ironi. 

Semenjak sistem upah kurir paket berubah menjadi hitung per paket, kondisi ini sangatlah mengenaskan. Persoalannya, kalau paket yang datang sedikit, cuan yang didapat juga akan sedikit. Sementara saya mesti stand by di gudang dari jam 8 pagi sampai malam–sampai tugas jadwal pickup terakhir.

Memang, situasi sepi kayak gini bikin rasa “haus paket” makin menjadi-jadi. Saking hausnya, saya sampai mencari-cari paket yang nyasar masuk ke cabang saya, terus paket itu saya usahakan langsung dikirim. Bukan dioper ke cabang yang semestinya. Yang penting alamat tujuannya nggak lebih 2 KM dari gudang saya. Jarang banget teman-teman kurir yang mau melakukan hal itu dengan alasan di luar jangkauan dari area operasional kurir.

Baca Juga:

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

Setelah Saya Belajar Ekonomi Makro, Saya Baru Tahu bahwa Ternyata Belanja Sama Pentingnya dengan Menabung

Belum sampai di situ, sebagai usaha lebih seorang kurir paket yang membutuhkan paket sebagai upahnya, saya selalu coba menghubungi seller langganan buat nanyain ada paket untuk di-pick up atau nggak. Padahal belum masuk request pick up-nya. Tapi hasilnya, seringkali saya mendapatkan jawaban, “Belum ada nih, Bang.”

Dari sekian banyak seller langganan yang saya hubungi, rata-rata memang mengalami penurunan jumlah paket pick up. Dari yang biasanya saya pickup 20-an paket di satu seller, kini saya cuma dapat 3 paket untuk di satu seller. Berapa pun jumlahnya, saya bakal seneng banget. Jangankan cuma 1 paket, 1/2 paket juga bakal saya pick up. Sesegera mungkin saya akan meluncur.

Pertengahan tahun kayak gini kondisi marketplace memang lagi sepi, dan sepertinya semua kurir paket paham akan hal ini. Saat saya sedang jalani tugas pickup, ada seorang seller yang curhat perihal sepinya omzet. Dia sering kali tombok untuk membayar karyawannya. Bahkan sampai “merumahkan” karyawannya. Kemudian tugas admin atau packing di-handle sendiri olehnya.

Dalam banyak bidang usaha, “merumahkan” karyawan di saat produktivitas lagi menurun, atau melakukan sebaliknya, menjadi pola yang sering terjadi. Entah kenapa hal ini menjadi seolah normal-normal saja, padahal karyawan yang “dirumahkan” jelas akan dirugikan.

Hal yang sama juga sedang terjadi kepada kami, para kurir. Di ekspedisi tempat saya bekerja, Senin lalu sudah memutasi dua kurir paket ke cabang lain. Sebab, menurut proyeksi management, di cabang saya kelebihan tenaga sehingga produktivitas menjadi rendah.

Target produktivitas di cabang saya adalah paket delivery + pickup = 110 paket per hari. Minimal harus tercapai 80 persen setiap kurirnya. Yang sering terjadi saat ini, produktivitas kami cuma mencapai di angka 70 persen. Di suatu hari saya pernah cuma dapat 26 paket pickup + 32 paket delivery. Totalnya 58 paket. Itu udah maksimal banget. Kondisi paket delivery dan pick up udah bersih, tapi angka masih jauh dari target.

Managemen mengambil langkah taktis “meliburkan” beberapa kurir secara terjadwal. Jadi saya bisa libur 5-6 hari dalam sebulan yang awalnya 4 hari dalam sebulan atau 26 hari kerja. Tujuannya supaya kurir yang masuk bisa mencapai target produktivitas. Kalau target itu tercapai, nggak cuma upah per paket aja yang kami dapat, ada yang namanya insentif produktivitas. Tapi di sisi lain, kalau kami libur, uang kehadiran juga nggak akan dapat.

Kalau kebijakan “meliburkan” kurir secara terjadwal dan bergantian ini nggak dilakukan, produktivitas setiap kurir akan terus-terusan di bawah target, maka siap-siap kami akan kehilangan teman lagi yang akan dimutasi entah ke cabang mana. Bisa jadi cabang yang jauh di pelosok Wakanda sana

Mendengar kata “mutasi” rasanya itu sedih banget. Secara teori, kurir paket yang produktivitasnya selalu rendah, maka dia yang akan dimutasi. Kalau kayak gini, semua kurir akan berlomba-lomba mencapai target. Pekerjaan semakin kompetitif. Sikut-sikutan sesama kurir paket pasti akan terjadi.

Saling berebut paket adalah satu hal yang kami benci, sebab selama ini lingkungan kerja saya dibangun atas dasar prinsip kebersamaan. Yang namanya teamwork itu sama-sama capek, sama-sama nyantai, sama-sama kerja. Load paket sedikit kami rasakan sama-sama, load paket banyak kami pikul sama-sama. 

Suka nggak suka, kami sepakat dengan kebijakan “meliburkan” kurir secara terjadwal Toh ini sifatnya cuma sementara. Kalau load paket bertambah banyak lagi, kebijakan tersebut akan hilang. Yang pasti kami nggak mau kehilangan teman kongkow, curhat, bercanda, dan berbagi yang sudah terjalin bertahun-tahun. Kami boleh membenci sistem kerja yang sedang berlangsung, tapi kami nggak mau membenci teman kerja akibat kompetisi.

Dari paket sedikit, upah per paket, tetap di target, sampai ada pemutasian adalah kondisi yang sebenar-benarnya melelahkan secara mental dan pikiran. Beda halnya saat load paket banyak. Lelah secara fisik, tapi hasilnya akan sangat terasa. Mungkin saat ini kami memang diminta untuk beristirahat.

Tapi sebentar lagi bulan Agustus berakhir, akan banyak orang yang sudah gajian. Saya berharap kondisi marketplace membaik. Seberapa besar pun load paket yang masuk dari Toko Ijo, itu akan menjadi sebuah lilin yang terang. Apalagi berdekatan dengan 9.9 dari si Oren. Yuks, bisa, yuks~

Penulis: Allan Maullana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Perkara yang Bikin Saya Kesal Saat Mengantar Paket COD

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2022 oleh

Tags: belanjakurir paketloadmarketplaceseller
Allan Maullana

Allan Maullana

Alumni SMK Karya Guna Bhakti 1 Bekasi, jurusan Teknik Mekanik Otomotif. Pemerhati otomotif khususnya Sepeda Motor. Suka baca buku dan menulis catatan di waktu luang.

ArtikelTerkait

4 Alasan Belanja di Miniso Lebih Nyaman daripada di Niceso, Bukan Cuma Soal Harga Mojok.co

4 Alasan Belanja di Miniso Lebih Nyaman daripada di Niceso, Bukan Cuma Soal Harga 

17 November 2025
Dosa Saat Beli Sepatu yang Sering Dilakukan

4 Dosa Saat Beli Sepatu yang Sering Dilakukan

28 Juli 2022
5 Minuman Meresahkan yang Dijual di Indomaret Terminal Mojok

5 Minuman Meresahkan yang Ada di Indomaret

4 Agustus 2022
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

12 Januari 2024
Tiktok Shop Bisa Taklukkan Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak: Apa Betul? Terminal Mojok.co

Soal Harga Shopee Menang, tapi Kalau Soal Tampilan, Tokopedia Juaranya

17 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ciri Khas 3 Sate Ayam Ponorogo Dilihat dari Daerah Produksinya sate ayam madura

Sate Ponorogo, Sate Terbaik yang Pernah Ada. Sate Madura dan Sate Padang Minggir Dulu Sana ke Pojokan

9 April 2026
Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

Stop Menjadikan Kerak Telor Sebagai Ikon Kuliner Betawi karena Memang Tidak Layak dan Terkesan Eksklusif

9 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok (Wikimedia Commons)

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok

11 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.