Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengakuan orang Semarang yang kalah mental menghadapi garangnya kuliner kambing Tegal

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
7 Juli 2026
A A
Pengakuan jujur saya sebagai orang Semarang menghadapi kuliner kambing Tegal yang garang Mojok.co

Pengakuan jujur saya sebagai orang Semarang menghadapi kuliner kambing Tegal yang garang (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Yang bikin saya makin heran, mereka menggunakan daging anak kambing. Sempat terbesit rasa emosional lantaran memikirkan bagaimana mereka harus dipisahkan dari induknya saat masih menyusu. Di sisi lain, rasa penasaran saya kalah oleh fakta bahwa para pedagang ini sudah siap melayani pelanggan sejak pukul 9 pagi. 

Bagi warga lokal, menyantap daging kambing yang empuk mungkin jadi mood booster yang paling pas untuk mengawali hari. Namun, bagi saya, kebiasaan ini terasa begitu ganjil. Pasalnya, di Semarang, sate kambing hampir selalu jadi santapan yang baru muncul setelah matahari terbenam.

ADVERTISEMENT

Kalaupun ada yang nekat berjualan untuk menu makan siang, peminatnya pun bisa dihitung jari. Bagi mayoritas warga Semarang, menyantap sate kambing sebelum petang jelas terasa terlalu berlebihan. Khususnya, untuk ukuran menu sarapan.

Kepala kambing utuh bakar, kuliner khas Tegal yang bikin saya mundur berlahan

Sate kambing muda masih bisa saya terima dengan lapang dada, lain cerita saat berhadapan dengan kepala kambing bakar utuh. Mendengar namanya saja sudah bikin nyali saya menciut. Apalagi kalau harus menatapnya langsung lalu melahapnya.

Memang, lazimnya kuliner ekstrem ini akan dicacah dan dibumbui terlebih dahulu sampai bentuk aslinya samar. Namun, di beberapa warung makan, potongan kepala kambing sering dibiarkan terpampang nyata. Jujur, visual in bikin saya teringat adegan di film-film horor sekte pemuja iblis berkepala kambing.

Saya sadar, kapasitas adaptasi lidah saya ada batasnya. Bagaimanapun, kenikmatan kuliner itu bukan cuma soal rasa yang menyentuh indra pengecap. Tapi, juga aroma yang dihirup hidung dan visual yang ditangkap mata.

Jadi, di medan pertempuran kuliner ini, saya memilih untuk angkat tangan. Mungkin saya memang belum cukup sakti untuk menaklukkan menu tersebut. Tapi, keputusan untuk mundur perlahan jauh lebih baik daripada harus dibayang-bayangi mimpi buruk di malam hari.

Petualangan menjelajahi kuliner Tegal menyadarkan saya bahwa selera memang hal yang sukar bisa dipaksakan. Setidaknya, saya sudah berani jujur dengan diri sendiri. Mencoba kuliner khas di suatu daerah bukan sekadar perkara makan, foto, lalu unggah ke media sosial.

Baca Juga:

4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar

Pantai Alam Indah tempat wisata Tegal yang tidak spesial, cukup dikunjungi sekali saja

Lebih dari itu, ini adalah bentuk refleksi bagi saya untuk tetap rendah hati. Kemudian, menerima bahwa ada kalanya kuliner bisa menjadi gegar budaya yang bikin seseorang terdiam dan akhirnya terpaksa menyerah. 

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Realitas Pahit Hidup di Semarang yang Tidak Muncul dalam Brosur.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2026 oleh

Tags: kambingkambing tegalKulinerkuliner kambingkuliner tegalmakanan tegaltegal
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

Sudah Saatnya Bandara di Indonesia Menjadi Ruang untuk Mempopulerkan Makanan Khas Daerah

Sudah Saatnya Bandara di Indonesia Menjadi Ruang untuk Mempopulerkan Makanan Khas Daerah

3 Desember 2025
Denah Pedagang Pasar Beringharjo: Lantai 1 Gedung Barat terminal mojok.co

5 Rekomendasi Kuliner di Pasar Beringharjo

17 Februari 2022
Tegal dan Pemalang, 2 Saudara Ngapak yang Beda Nasib

Tegal dan Pemalang, 2 Saudara Ngapak yang Beda Nasib

7 November 2023
5 Fakta Ungker, Kepompong Ulat Jati yang Jadi Kuliner Khas Blora Mojok

5 Fakta Ungker, Kepompong Ulat Jati yang Jadi Kuliner Khas Blora

24 Desember 2023
Ciri-ciri Gorengan Combro yang Sudah Pasti Enak Dimakan

Ciri-ciri Gorengan Combro yang Sudah Pasti Enak Dimakan

20 Januari 2026

Bukan Telur Asin, tapi Inilah Oleh-Oleh dari Tegal

5 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Ra srawung rabimu suwung adalah jokes tongkrongan yang sudah tidak relevan dan sebaiknya tidak usah disampaikan

16 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan Terminal

Bulan Agustus kebanyakan agenda, pekerja jadi kewalahan bagi waktu antara kerja dan kegiatan agustusan

15 Agustus 2026
Kisah bapak saya cari kerja bikin iri karena loker banyak dan nggak ribet, tidak seperti zaman sekarang Mojok.co

Kisah cari kerja di generasi bapak saya bikin iri karena loker banyak dan nggak ribet, tidak seperti zaman sekarang

13 Agustus 2026
Pantai Alam Indah tempat wisata Tegal yang tidak spesial, cukup dikunjungi sekali saja Mojok.co

Pantai Alam Indah tempat wisata Tegal yang tidak spesial, cukup dikunjungi sekali saja

13 Agustus 2026
Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya Mojok.co

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya

15 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.