Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Laptop Merah Putih dan Hasrat Berdikari yang Amat Besar dari Pejabat Negara Kita

Aminah Sri Prabasari oleh Aminah Sri Prabasari
27 Juli 2021
A A
laptop merah putih proyek ambisius mojok

laptop merah putih proyek ambisius mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika Pak Luhut mengungkapkan rencana pemerintah memproduksi laptop Merah Putih, ramai di media, sebagai rakyat jelata (dan gaptek pula) saya kesulitan menangkap maksud blio.

Jadi ceritanya begini. Kemendikbudristek menganggarkan 17,42 triliun untuk program digitalisasi sekolah sampai 2024. Alat-alat Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) yang hendak dibeli antara lain: laptop, access point, konektor, layar proyektor, speaker aktif, dan internet router, yang semuanya merupakan produk dalam negeri (PDN). Program digitalisasi sekolah ini sudah dimulai sejak 2021 dan direncanakan tuntas tahun 2024 di periode Mendikbudristek Nadiem.

Sampai sini sepertinya sudah clear, ya. Nggak ada cerita 17,42 triliun cuma buat beli laptop, jangan terjebak misinformasi, Gaes.

Pak Luhut juga bilang ada tujuan mulia di balik penganggaran 17,42 triliun ini. Blio menjelaskan bahwa belanja pemerintah untuk produk dalam negeri di bidang pendidikan, khususnya produk TIK, masih sangat rendah dibandingkan dengan nilai impornya.

“Belanja pemerintah untuk produk dalam negeri betul-betul kita dorong. Tidak boleh kita impor-impor, padahal kita bisa produksi. Harus dibasmi orang-orang yang masih main di sini,” jelas Pak Luhut di tayangan YouTube Kemenko Marves, Kamis, 22 Juli 2021.

Penjelasan tentang anggaran dan laptop mulai membuat saya bingung setelah Mendikbudristek mulai menyebut laptop Merah Putih.

Mas Nadiem menjelaskan bahwa saat ini Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gajah Mada (UGM) tengah mengembangkan teknologi laptop, bekerja sama dengan industri TIK dalam negeri dan membentuk konsorsium untuk memproduksi laptop Merah Putih.

Berarti bukan sekadar belanja produk laptop dari produsen lokal, kan? Mas Nadiem mau bikin laptop rasa rasa lokal, supaya bisa “think globally act locally” seperti yang sering disebut di jaman baheula?

Baca Juga:

Mehamami Kasus Korupsi Chromebook yang Menjerat Nadiem Makarim dengan Mudah dan Lengkap

Esemka Lebih Cocok Disebut sebagai Urban Legend daripada Perusahaan Otomotif 

Teknisnya, maksud saya, masa iya Mas Nadiem kepengin bikin laptop dengan chipset asli buatan Indonesia?

Sebab selama ini, selokal-lokalnya laptop yang diproduksi di Indonesia, tetap saja chipset yang digunakan impor dari China, Jepang, dan USA.

Oleh karena tujuan yang ingin dicapai adalah memaksimalkan Tingkatan Kandungan Dalam Negeri (TKDN) produk TIK dan mengurangi ketergantungan laptop impor, mau nggak mau jadi berpikir soal chipset juga, dong. Ditegaskan pula oleh Pak Luhut, “Saya kira zamannya Pak Menteri Nadiem elok kalau sudah mulai diluncurkan. Jadi kita bisa bangun industri sendiri.”

Wow, (((industri))), Gaes!

Awalnya saya pikir laptop Merah Putih itu seperti kacang atom (atau disebut juga kacang shanghai) yang dijual di Indomaret dan diberi merek Indomaret, tapi diproduksi oleh Gangsar Snack & Foods yang pabriknya ada di Tulungagung. Jadi kacang atom merek Indomaret itu sama saja barangnya dengan merek Gangsar yang beredar di pasaran. Saya tahu tentang ini karena lahir-besar di Jawa Timur dan penggemar kacang atom merek Gangsar sejak kecil.

Ternyata saya salah, laptop Merah Putih ini tidak seperti kacang atom Indomaret.

Saya jadi deja vu. Teringat vaksin Nusantara proyek Pak Terawan, mobil Esemka proyek Pak Jokowi, padi Supertoy proyek Pak SBY, mobil listrik mewah Tuxuci, dan Selo proyek Pak Dahlan Iskan, dan seterusnya, dan sebagainya.

Hasrat para eksekutif untuk memproduksi dan memakai produk-produk Indonesia ini, terutama hasrat untuk mengumumkan produknya ke khalayak saat mereka masih menjabat, selamanya akan sulit dipahami rakyat jelata. Hasrat, untuk mendapat pengakuan, adalah perkara pelik.

Para eksekutif sepertinya, tidak melihat hal semacam itu sebagai hasrat, tapi sebagai (((nasionalisme))).

Nasionalisme teknologi adalah istilah yang biasa dipakai, dianggap sebagai momen kebangkitan nasional lewat teknologi. Dari perspektif nasionalisme teknologi ini diyakini bahwa kesuksesan sebuah bangsa dapat ditentukan oleh seberapa baik bangsa tersebut berinovasi dan menyebarkan teknologi. Inovasi teknologi diyakini mampu perkuat identitas bangsa.

Permasalahannya adalah, hasrat dan nasionalisme itu tidak gratis.

Dalam konteks laptop Merah Putih, yang katanya dimaksudkan supaya nggak perlu impor-impor, ada biaya yang kemudian dibebankan ke negara dan itu berarti rakyat yang harus bayar.

OPPO yang tahun lalu mengumumkan akan masuk ke industri chipset (ingin bersaing dengan Qualcomm, Apple, HiSilicon, Mediatek, dan Exynos), hanya untuk riset chipset saja, mengalokasikan dana 97 triliun.

Ketika vaksin gratis sebagai strategi untuk mencapai herd immunity hanya dianggarkan kurang lebih 77 triliun, distribusinya pun masih berantakan, masa iya negara harus menanggung beban untuk riset chipset dengan kebutuhan dana yang lebih besar?

Risetnya juga belum tentu bisa selesai saat eksekutif yang bersangkutan, Pak Luhut dan Mas Nadiem, masih menjabat. Jadi, buat apa, sih?

Atau, jangan-jangan, ada hal lain yang membuat proyek laptop Merah Putih ini harus terlaksana di periode pemerintahan yang sekarang apa pun resikonya?

BACA JUGA Kalau Pak Luhut Bilang Penanganan Pandemi Itu Terkendali, Terus Kenapa 31 Negara Mencekal Pelancong dari Indonesia? dan tulisan Aminah Sri Prabasari lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2021 oleh

Tags: esemkakementerianlaptop merah putihluhut panjaitannadiem makarimPojok Tubir Terminalproduk dalam negeriproyek
Aminah Sri Prabasari

Aminah Sri Prabasari

Perempuan yg merdeka, pegawai swasta yg punya kerja sambilan, pembaca yg sesekali menulis. Tertarik pada isu gender, politik, sosial dan budaya.

ArtikelTerkait

ppkm darurat rakyat jogja harus memaklumi sultan perihal lockdown mojok

Rakyat Jogja Wajib Memaklumi Sultan yang Inkosisten Perihal Lockdown

22 Juni 2021
Nas Daily Dikecam Adalah Kabar Baik, Saatnya Kita Menuntut Etika dari para Influencer! terminal mojok.co

Nas Daily Dikecam Adalah Kabar Baik, Saatnya Kita Menuntut Etika dari para Influencer!

9 Agustus 2021
Belajar dari Geger Kemkominfo, Sudah Saatnya Staf Kementerian Tidak Kebal Pecat

Belajar dari Geger Kemkominfo, Sudah Saatnya Staf Kementerian Tidak Kebal Pecat

2 Agustus 2022
jaringan 5G masuk desa mojok

Peluncuran Jaringan 5G yang Gagal Membuat Antusias Masyarakat Desa seperti Saya

7 Juni 2021

Tolong, Jangan Suuzan sama Mahasiswa yang Ngerjain Skripsi di Coffee Shop

1 Juni 2021
baliho puan maharani branding usang mojok

Puan Maharani, Baliho, dan Branding yang Usang

29 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.