Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Kuliner Purwokerto yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
28 Juli 2025
A A
5 Kuliner Purwokerto yang Dilirik Wisatawan, tapi Justru Dihindari Warga LokalĀ Mojok.co

5 Kuliner Purwokerto yang Dilirik Wisatawan, tapi Justru Dihindari Warga LokalĀ  (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap daerah di Indonesia punya kekayaan kuliner yang khas. Tidak melulu datang dari resep nenek moyang, ada pula kuliner khas yang berasal dari inovasi. Begitu juga denganĀ kuliner Purwokerto.

Kota kecil nan bersahaja di kaki Gunung Slamet ini juga punya ragam makanan khas. Nama makanan-makanan tersebut akan muncul tiap kali kita mengetikkan kata kunci ā€œkuliner khas Purwokertoā€ di Google. Itu sebabnya, banyak wisatawan jadi tergoda untuk mencicipi.

Uniknya, beberapa kuliner yang sering jadi buruan para wisatawan ini justru jarang dilirik, apalagi dibeli oleh warga lokalnya sendiri. Bukan karena nggak enak, ya, tapi… Ah, baca sendiri, deh.

#1 Soto Jalan Bank, kuliner Purwokerto untuk YTTA alias Yang Turis-Turis Aja

Ketika orang berkunjung ke Purwokerto, salah satu kuliner yang ingin dicicipi pastilah soto Sokaraja. Dan, jika referensinya adalah Google, maka soto yang ada di Jalan Bank Purwokerto Barat akan muncul di daftar rekomendasi. Alhasil, banyak wisatawan yang tertarik untuk makan soto di sini.

Akan tetapi, tidak demikian dengan warga lokal. Warlok yang pengin makan soto tidak akan pergi ke Jalan Bank. Mereka akan mampir ke tukang Soto lain yang mungkin namanya tidak tercatat di Google.Ā 

Alasannya sederhana saja. Harga seporsi soto di Jalan Bank sungguh tidak UMR-friendly. Bayangkan, 2 porsi soto plus es teh, harganya bisa mencapai 81 ribu! Itu mengapa, Soto Jalan Bank untuk YTTA. Bukan ā€œYang Tahu-Tahu Ajaā€, tapi lebih pada ā€œYang Turis-Turis Ajaā€.

#2 Nopia memang kuliner Purwokerto, tapi tidak untuk camilan harian

Kuliner Purwokerto selanjutnya yang jarang dilirik oleh warga lokal adalah nopia. Banyak orang tahu jika nopia ini asli Purwokerto, itu betul. Tetapi, bukan berarti toples di rumah orang Purwokerto itu isinya nopia, ya. Nggak gitu.

Toples di rumah mereka tetap saja isinya seperti toples kebanyakan: kalau nggak kacang ya keripik. Pasalnya, nopia ini terlalu berat untuk dijadikan camilan harian. Akhirnya, warlok baru beli nopia kalau ada saudara dari luar kota datang. Itupun, buat oleh-oleh. Alias, nggak dicemilin bareng sambil nonton Family 100. Sudah mblenger warga lokal tuh sama nopia~

Baca Juga:

Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin ā€œTerbangā€ dari Bandara YIA

5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

#3 Sate Kelinci penuh ketidakpastian, bikin males

Sate kelinci juga termasuk kuliner yang jarang dilirik oleh warga lokal. Menurut penuturan warga lokal yang saya wawancarai, sate kelinci di Purwokerto itu penuh ketidakpastian. Kadang dagingnya lembut, kadang pula keras kayak karet penghapus. Bumbunya pun kadang enak banget, kadang juga hambar kayak air bekas cuci piring.

Jujur saya ngekek waktu mereka mengumpamakan rasa bumbu sate kelinci ini dengan rasa air bekas cuci piring. Seolah, mereka ini pernah nyobain rasa air bekas cuci piring. Tapi, yah, tentu kita tahu apa yang mereka maksudkan.

Sederhananya, beli sate kelinci di Purwokerto itu udah kayak gambling. Akhirnya, daripada beli terus zonk, mending dihindari.

#4 Restoran dan kafe mahal, masih jadi misteri ngapain mereka buka di Purwokerto

Terakhir, kuliner yang jarang dilirik oleh warga lokal Purwokerto adalah makanan-makanan yang dijual di restoran mewah dan cafe estetik kekinian.

Harus diakui, dalam beberapa tahun belakangan, banyak restoran mewah bermunculan di Purwokerto. Interiornya cakep, lampunya hangat, plating makanannya rapi. Kalau difoto dan diunggah di Instagram juga nggak malu-maluin. Tapi, soal rasa? Hmm, biasa aja. Bahkan, kadang lebih berkesan nasi goreng yang dijual abang-abang gerobakan.

Soal banyaknya resto mewah ini, masih jadi misteri kenapa banyak pemilik modal yang mau-maunya buka cabang di Purwokerto. Sudah tahu UMK Purwokerto cuma Rp2,3 jutaan. Lha kok disuguhi makanan yang satu harga satu porsinya lebih mahal daripada jatah belanja dapur harian? Ya jelas sepi. Anehnya, restoran-restoran ini tetap bertahan lama.

#5 Niwo dan kampel, duo gorengan yang mulai jarang ditemukan

Dua camilan gorengan ini sebenarnya jarang dicicipi oleh siapa saja, entah warga lokal maupun wisatawan. Niwo adalah makanan ringan khas Banyumas yang terbuat dari ampas tahu yang digoreng. Sering pula disebut sebagai ranjem atau templek.

Dulu, niwo ini gampang ditemui di pasar tradisional, warung kecil ataupun di abang-abang penjual gorengan pinggir jalan. Seiring waktu, peminat niwo makin terbatas. Yang masih doyan niwo biasanya orang-orang yang sudah sepuh. Anak muda? Paling banter cuma lihat, terus melewati begitu saja. Persaingan niwo dengan gorengan pun semakin berat. Akhirnya, niwo kalah pamor lalu perlahan lenyap.

Yang satu nasib dengan niwo adalah kampel. Dia malah lebih miris lagi. Bayangkan, saking jarangnya warlok beli kampel, banyak warga lokal Purwokerto yang nggak tahu apa itu kampel.

Itulah 5 jenis makanan yang jarang dilirik oleh warga lokal Purwokerto. Jadi, kalau kalian main ke Purwokerto dan lihat ada tempat kulineran yang ramai pengunjung, belum tentu itu warga lokal. Paling juga warga pendatang yang datang karena bisikan Google.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Alasan Orang Semarang seperti Saya Berpikir Dua Kali sebelum Jajan ke Es Puter Conglik yang Legendaris Itu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2025 oleh

Tags: Kulinerkuliner purwokertopurwokertowisatawa purwokerto
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

3 Warung Makan Dekat UIN SAIZU Purwokerto, Pemadam Kelaparan Ramah Kantong Mahasiswa Terminal Mojok

3 Warung Makan Dekat UIN SAIZU Purwokerto, Pemadam Kelaparan Ramah Kantong Mahasiswa

27 November 2022
Unsoed Purwokerto, Kampus Negeri Tidak Ramah Pejalan Kaki

Unsoed Purwokerto, Kampus Negeri Tidak Ramah Pejalan Kaki

19 Juni 2025
Nasi Goreng Paling Enak Tercipta dari Olahan Nasi Sisa Semalam terminal mojok.co

Nasi Goreng Jadi Menu Sarapan Itu Aturan dari Mana, sih?

8 September 2020
Ekspansi Restoran di Baturraden, Bom Waktu Kerusakan Alam yang Detiknya Makin Kencang

Ekspansi Restoran di Baturraden, Bom Waktu Kerusakan Alam yang Detiknya Makin Kencang

18 Oktober 2023
17 Rekomendasi Street Food di Jakarta, biar Duit Cekak Tetap Bisa Makan Enak (Bagian 1) Terminal Mojok

17 Rekomendasi Street Food di Jakarta: Duit Cekak Tetap Bisa Makan Enak (Bagian 1)

6 Juli 2022
Jalur Gumilir Banyumas di Bendungan Gerak Serayu Mencekam (Unsplash)

Tikungan Tajam dan Geng Motor Membuat Resah Pengguna Jalur Gumilir Banyumas di Sekitar Bendungan Gerak Serayu

5 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Hal Unik yang Lumrah Terjadi di Perkampungan Padat Penduduk Kota Jogja, dari yang Biasa Saja sampai yang Menyebalkan

8 Januari 2026
Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

8 Januari 2026
Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

5 Januari 2026
Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

6 Januari 2026
Cerita Kawan Saya Seorang OB selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

Cerita Kawan Saya Seorang OB Selama 4 Tahun: Dijanjikan Naik Jabatan dan Gaji, tapi Ternyata Itu Semua Hanyalah Bualan Direksi

10 Januari 2026
5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi ā€œBebanā€ bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News MojokĀ  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

Ā© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

Ā© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.