Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kue Adrem, Kue Khas Bantul yang Tenggelam di Antara Camilan Kekinian 

Arnufan Deni Marwanto oleh Arnufan Deni Marwanto
25 Agustus 2025
A A
Kue Adrem, Kue Khas Bantul yang Tenggelam di Antara Camilan Kekinian Mojok.co

Kue Adrem, Kue Khas Bantul yang Tenggelam di Antara Camilan Kekinian (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Di tengah banyaknya tulisan soal makanan khas suatu daerah di Terminal Mojok, ada satu camilan yang jarang disinggung, kue adrem. Kue yang terbuat dari tepung beras dan gula jawa merah ini berasal dari Bantul, Yogyakarta. Namanya mungkin terdengar asing saat ini, tapi dahulu kue ini cukup populer dan digemari. 

Perkenalan saya dengan kue adrem berkat ibu yang kerap mengajak saya belanja di pasar. Saya ingat betul, di tengah hiruk pikuk pedagang dan aroma jajanan tradisional yang semerbak, ibu selalu mampir ke satu penjual makanan. Penjual ini menjajakan kue bulat pipih berwarna cokelat. Ibu menjelaskan bahwa makanan itu adalah kue adrem yang berasal asli dari Bantul. Kenangan itu terpatri dalam ingatan saya. 

ADVERTISEMENT

Kue sederhana yang kaya rasa dan kenangan

Adrem memang nggak kelihatan mewah. Bahannya pun sederhana: tepung beras, kelapa parut, dan gula jawa. Tapi, justru dari kesederhanaan itu lahir rasa yang unik. Begitu digigit, renyah di luar, lembut di dalam. Lalu manis gurihnya gula jawa bercampur dengan wangi kelapa. Rasanya bikin nagih, apalagi kalau dimakan sambil minum teh hangat di pagi hari.

Buatku, adrem bukan sekadar camilan pasar. Ada kenangan yang ikut menempel di setiap gigitannya. Aku masih ingat bagaimana ibu sering membelikan adrem sebagai “hadiah kecil” setelah aku sabar menunggu di pasar. Setiap kali melihat bungkus plastik berisi adrem, aku langsung merasa senang, seolah ada kebahagiaan sederhana yang nggak bisa dibeli dengan camilan modern sekalipun.

Kue Adrem satu hal yang selalu saya cari di Bantul

Setelah tumbuh dewasa, adrem selalu punya tempat khusus di hati ini. Itu mengapa, tiap kali ada kesempatan pulang ke Bantul, satu hal yang saya cari adalah kue ini. Saya tahu Bantul kini begitu menggeliat sehingga banyak tempat atau spot baru untuk dikulik. Namun, hati ini selalu mencari kue adrem terlebih dahulu. 

Bukan sekadar camilan. Bagi saya, kue adrem adalah nostalgia kebersamaan keluarga dan kehangatan kampung halaman. Kadang saya khawatir bagaimana kalau suatu saat jajanan ini punah. Bukan tidak mungkin lho, sebab semakin banyak warga lokal yang nggak kenal kue adrem. 

Melansir laman resmi Kabupaten Bantul, camilan yang begitu populer di era 80-an hingga 90-an ini tenggelam di antara kemunculan kue-kue dan camilan lain. Penjualnya pun kian sedikit. Saat ini kue adrem hanya bisa dijumpai di beberapa pasar tradisional di Kecamatan Sanden, Srandakan, Pandak, dan Kretek. 

Jangan sampai deh kue adrem benar-benar musnah. Semoga warlok dan pemerintah setempat punya cukup perhatian untuk camilan sederhana ini. Saya yakin, di luar sana banyak juga penyuka kue adrem seperti saya. Penggemar yang turut menyimpan banyak memori di baliknya. 

Baca Juga:

Menikmati hari Minggu di Sewon: Alternatif wisata underrated Jogja

Sebagai warga Jogja, pantai Bantul lebih menarik untuk dikunjungi dibanding pantai Gunungkidul

Penulis: Arnufan Deni
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 6 Dosa Penjual Gudeg Jogja yang Sulit Dimaafkan Pembeli.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Agustus 2025 oleh

Tags: Bantulcamilan bantulcamilan tradisionalKue AdremKue Adrem bantulkue bantulkue tradisionalmakanan khas bantul
Arnufan Deni Marwanto

Arnufan Deni Marwanto

Mahasiswa yang punya nilai juang tinggi untuk menggapai cita-cita.

ArtikelTerkait

Godean Krisis Identitas, Terlalu Bantul untuk Jadi Sleman

Godean Krisis Identitas, Terlalu Bantul untuk Jadi Sleman

25 Juli 2024
9 Kuliner Khas Bantul yang Perlu Dicoba terminal mojok.co

9 Kuliner Khas Bantul yang Perlu Dicoba

8 Februari 2022
7 Warung Mangut Lele Istimewa yang Ada di Bantul Terminal Mojok.co

7 Warung Mangut Lele Istimewa yang Ada di Bantul

22 Februari 2022
Jalan Dingkikan Bantul Menguji Nyali Pengendara. Jangan Lewat Sini Sendirian di Malam Hari!

Jalan Dingkikan Bantul Menguji Nyali Pengendara. Jangan Lewat Sini Sendirian di Malam Hari!

19 September 2024
3 Jalan di Jogja yang Tidak Boleh Dilewati Pengantin Baru Terminal Mojok

3 Jalan di Jogja yang Tidak Boleh Dilewati Pengantin Baru

24 Februari 2022
Sedayu Tempat Slow Living Terbaik, Mengalahkan Jogja dan Daerah-Daerah Lain Mojok.co

Sedayu Tempat Slow Living Terbaik, Mengalahkan Jogja dan Daerah-Daerah Lain

2 April 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026
Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda Mojok.co

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda

18 Agustus 2026
Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa (Unsplash)

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

17 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.