Kucing Anggora dan Kucing Persia Itu Beda, Tolong Jangan Keliru

Artikel

Avatar

Kebanyakan masyarakat yang masih awam soal ras kucing suka menggeneralisasikan semuanya dengan sebutan kucing anggora. Apa pun jenisnya, asal bulunya lebat dan penampakannya tidak seperti kucing kampung berarti kucing anggora. Kadang banyak juga yang terbolak-balik membedakan kucing anggora dan persia.

Sebenarnya kalau ditelaah lebih dalam lagi, kucing persia dan anggora ini memiliki begitu banyak perbedaan mendasar yang bisa dilihat secara kasat mata. Tapi, orang kebanyakan nggak tahu dan secara sekilas akan melihat keduanya sama. 

#1 Asal usul keduanya

Kucing anggora atau turkish angora sebenarnya berasal dari Ankara, Turki. Saya pernah membaca beberapa artikel yang menyatakan bahwa kucing anggora ini merupakan ras kucing tertua di dunia sehingga wajar kenapa masyarakat kita sangat fasih dalam menggeneralisasikan kucing ras dengan sebutan kucing anggora. Motto masyarakat kita itu kan, “Apa pun yang pertama pasti akan selalu melekat dalam ingatan.”

Kucing persia sendiri berasal dari Negara Persia atau yang sekarang dikenal dengan negara Iran. Oleh karena itu kucing persia kerap disebut dengan nama iranian cat atau shirazi cat. Soalnya, asal kucing satu ini memang dari kota Shirazi, Iran.

#2 Bentuk anggota tubuh kucing

Kucing anggora memiliki bentuk wajah yang berbentuk segitiga. Pipinya tirus, tidak cabi seperti kucing persia yang cenderung bulat dan pipinya macam bakpau. Hidung anggora juga relatif mancung, sedangkan si persia ini memiliki dua macam jenis hidung. Flatnose untuk kucing berhidung datar dan peaknose untuk kucing dengan hidung mancung ke dalam. Namun, secara keseluruhan kucing persia memang berhidung pesek.

Bulu di tubuh kucing anggora relatif tipis dan hanya tebal di bagian ekornya yang menyerupai kemoceng. Sedangkan pada kucing persia, ketebalan bulunya itu merata, namun untuk bagian ekor lebih tebal si kucing dari Turki itu.

Kuping pada kucing anggora runcing atau lancip ke atas, sedangkan pada kucing persia bentuk kupingnya agak oval. Bentuk tubuh keduanya pun sangat bertolak belakang. Si anggora memiliki bentuk tubuh yang tinggi, langsing namun berisi. Bisa dibilang body goals alias ideal. Bertolak belakang dengan bentuk tubuh temannya ini yang sering overweight. Gemuk alias penuh lemak dan pendek. 

Anehnya meski tubuh kucing persia ini pendek, gemuk, dan hidungnya pesek, namun justru itulah aset berharga yang bikin ia terlihat lucu. Menggemaskan dan uwu-uwu sekali. Semoga saja para kucing persia ini tidak insecure saat becermin ya. Hehehe.

#3 Karakter dan sifat

Tubuh ideal diperoleh dari kebiasaan yang sehat. Ungkapan ini ternyata berlaku juga untuk kaum kucing. Oleh karena kebiasaannya yang super aktif, suka main, dan bergerak, wajar kalau kucing anggora memiliki tubuh yang ideal. Berbeda dengan kucing persia yang kerjaannya cuma malas-malasan sepanjang hari. Gegoleran serta rebahan tanpa mau beraktifitas kecuali makan. Nggak heran kan?

Sifat keduanya sama-sama memiliki karakter manja, hanya saja tingkat kemanjaan kucing persia ini suka over. Manjanya nggak ketulungan. Tapi beberapa pemilik malah lebih suka tipe kucing manja begini. Aduh, aduh.

#4 Keaslian bibit, bebet, dan bobot

Sebenarnya hanya ada beberapa kucing anggora yang ada di Indonesia, itu pun harganya kisaran Rp100-200 juta per ekornya. Tidak sembarangan orang bisa memiliki kucing ini, harus bersertifikat. Biasanya, saat mendapatkan kucing ini, mereka sudah dikebiri terlebih dahulu. Sehingga tidak merusak silsilah keturunan yang tidak diharapkan.

Kucing yang sering kita lihat selama ini sebenarnya bukan anggora yang asli. Bisa jadi, ia lahir dari perselingkuhan antara kucing persia dengan kucing kampung. Sebab, sudah kadung cinta, mereka tidak lagi memandang asal usul ataupun perbedaan bulu sehingga lahirlah kucing-kucing baru perpaduan antara ras persia dan domestik. Inilah anggora kw yang sering kita lihat, tubuhnya relatif kurus seperti kucing kampung, bentuk wajahnya juga kecil dengan hidung lancip, lalu bulunya lebat.

Sebenarnya dalam dunia perkucingan, menyilangkan dua jenis ras yang berbeda itu sangat dilarang. Jenis kucing ras ori juga sangat ketat penjualannya. Jika ketahuan menyilangkan kucing bersertifikat ini, bisa ada dendanya lho. Soalnya bakal mempersulit identifikasi kewarganegaraan dan asal usul si kucing. Biar nggak bingung membedakan KNI (Kucing Negara Indonesia) dan KNA (Kucing Negara Asing).

BACA JUGA Memangnya kalau Lajang Terus Duitnya Banyak? Belum Tentu! dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Baca Juga:  Kenapa Orang Meninggal Harus Diazani?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
10


Komentar

Comments are closed.