Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Krisis Identitas Kawasaki Brusky 125: Mencoba Terjun di Pasar Matic, tapi Blunder. Jiplaknya Kebangetan!

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
13 Juni 2026
A A
Krisis Identitas Kawasaki Brusky 125: Mencoba Terjun di Pasar Matic, tapi Blunder. Jiplaknya Kebangetan!

Krisis Identitas Kawasaki Brusky 125: Mencoba Terjun di Pasar Matic, tapi Blunder. Jiplaknya Kebangetan! (Jonathan Weiss via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kawasaki Brusky 125 mungkin memang belum atau bahkan tidak menjadi jawaban sempurna. Tapi, coba lihat nanti, siapa tahu, mereka berbenah

Menggunakan motor matic bagi saya memang menawarkan kenyamanan yang sulit diperdebatkan. Sebagai pengendara, kita tak perlu lagi repot memainkan tuas kopling atau sibuk memindahkan gigi ketika menghadapi kemacetan kota. Tinggal putar gas dan tekan rem, mobilitas harian menjadi jauh lebih praktis.

Saya tentu tidak sendirian merasakan kenyamanan tersebut. Tren motor matic di Indonesia memang sudah bukan sekadar fenomena, melainkan telah menjadi budaya berkendara baru.

Berdasarkan laporan Jakpat bertajuk Behaviour and Preferences of Motorcycle Users and Buyers pada Oktober 2025 yang melibatkan 1.137 responden pemilik sepeda motor, sebanyak 58 persen responden memilih motor matic sebagai kendaraan sehari-hari. Angka tersebut menjadikan matic sebagai jenis motor paling populer di Indonesia.

Tidak mengherankan jika kemudian hampir seluruh pabrikan otomotif berlomba masuk ke segmen ini. Motor matic bukan lagi sekadar kendaraan praktis, tetapi telah menjadi pasar paling gemuk yang sulit diabaikan.

Peluang ini tampaknya juga dibaca oleh Kawasaki, merek yang selama ini dikenal dengan citra motor sport berperforma tinggi, akhirnya ikut terjun di pasar matic melalui Kawasaki Brusky 125.

Desain Kawasaki Brusky 125 yang sebenarnya sudah amat familiar

Kawasaki Brusky 125 hadir membawa konsep “Color Your Lifestyle”. Namun, entah warna gaya hidup seperti apa yang ingin ditawarkan Kawasaki, sebab dari sisi desain menurut hemat saya justru terasa seperti sedang mengulang konsep yang sudah pernah ada.

Tak banyak kebaruan yang benar-benar menonjol dari motor ini. Dari bagian depan hingga sisi bodi, Brusky 125 justru berusaha mengingatkan saya pada Honda Vario generasi kedua. Desain knalpotnya pun amat familiar dengan skutik Honda di kelas serupa. Yang membedakan hanya di bagian belakang sih, karena membawa nuansa Yamaha NMAX. Hadeuh.

Baca Juga:

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

Honda Vario 125 Generasi Keenam, Motor dengan Desain Gagah tapi Kualitasnya Ampas

Tak terelakkan, industri otomotif memang tidak pernah benar-benar lepas dari tren dan referensi desain kompetitornya. Namun untuk merek sebesar Kawasaki, yang selama ini dikenal punya karakter kuat dan elegan, pertanyaan mendasarnya di mana letak identitas Kawasaki dalam Brusky 125? Sebab dalam marketing mengikuti tren itu amat wajar, tetapi kehilangan ciri khas adalah persoalan lain.

Fiturnya memang ada pembeda tapi juga tak seberapa

Kalau urusan fitur, Kawasaki Modenas Brusky 125 sebenarnya tidak datang dengan tangan kosong. Skutik ini sudah dibekali Dual LED Headlights dengan DRL, lampu belakang LED, bagasi 14 liter, kompartemen depan dengan USB Power Socket, tombol pembuka jok terintegrasi, hingga lampu hazard.

Namun, mari bersepakat bahwa fitur-fitur tersebut juga bukan sesuatu yang benar-benar baru di kelas motor matic. Sebagian besar kompetitor bahkan sudah lebih dulu menawarkan kelengkapan serupa. Sehingga Brusky 125 bagi saya belum memberikan alasan kuat untuk disebut berbeda.

Begitu pula dengan sektor mesin. Mengandalkan mesin 125 cc SOHC satu silinder berpendingin udara dengan sistem injeksi, Brusky 125 mampu menghasilkan tenaga 7,0 kW atau sekitar 9,3 TK pada 7.500 rpm dan torsi 10 Nm pada 6.000 rpm. Kapasitas tangki 5,1 liter memang menjadi salah satu nilai tambah karena cukup besar untuk kebutuhan harian.

Secara spesifikasi, Brusky 125 memang cukup layak sebagai kendaraan komuter. Namun lagi-lagi persoalannya bukan sekadar soal kemampuan teknis. Di pasar matic yang sudah penuh sesak seperti sekarang ini, fitur lengkap dan mesin irit hanyalah tiket masuk. Yang membuat sebuah motor laku adalah inovasi desain agar karakternya mudah diingat dan melekat.

Namanya juga baru pertama produksi motor matic

Sebelum terlalu jauh menghakimi Kawasaki Brusky 125, ada satu hal yang perlu diingat: produk tersebut adalah langkah awal bagi Kawasaki untuk bermain di pasar motor matic.

Tidak adil juga jika sebuah produk debut langsung dibandingkan dengan pemain yang sudah puluhan tahun membangun pengalaman di segmen ini.

Bagaimanapun, Kawasaki memiliki keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Merek yang selama ini identik dengan motor sport akhirnya mencoba membaca perubahan perilaku konsumen yang semakin bergeser ke kendaraan praktis untuk mobilitas harian.

Kawasaki Brusky 125 mungkin memang belum atau bahkan tidak menjadi jawaban sempurna. Yang menjadi catatan, Kawasaki jangan sampai berhenti pada tahap “anuk grubyuk” atau sekedar ikut-ikatan. Kawasaki perlu membawa inovasi terbaru yang membuat garapan motor maticnya punya alasan untuk dipilih konsumen.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Suzuki Burgman 150 Terbaru yang Rilis di Kolombia Jadi Bukti Bahwa Suzuki Makin Persetan dengan Penjualan dan Tampilan. Desainnya Jelek Banget!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2026 oleh

Tags: honda variokawasaki brusky 125motor kawasaki
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Saya Nggak Menyesal Membeli Honda Vario 125 2013

Honda Vario 125 2013, Motor yang Nggak Saya Sesali Pembeliannya

24 Juli 2023
Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Betapa Susahnya Hidup dengan Daihatsu Sigra Saat Mentalmu Masih Mental Honda Vario

30 November 2023
Vario 125, Motor Honda yang Bikin Sesal, tapi Nggak Tergantikan (Wikimedia Commons)

Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

1 Mei 2026
Motor Honda Vario Merah Pemkot Semarang dan Hal-hal yang Perlu Diluruskan biar Nggak Salah Paham

Motor Honda Vario Merah Pemkot Semarang dan Hal-hal yang Perlu Diluruskan biar Nggak Salah Paham

7 Desember 2023
honda vario 125 cbs iss fitur baru idling stop sistem rem pakem mojok.co

Rem Honda Vario Itu Bukan Nggak Pakem, tapi Karakternya Memang Seperti Itu

21 Oktober 2021
Motor Honda Supra X 125, Motor Minoritas tapi Anti Penyesalan (Foto milik penulis)

Motor Honda Supra X 125 Boleh Menjadi Motor Minoritas di Tengah Matik, tapi Ia Adalah Motor Anti Penyesalan

15 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warteg, Gambaran Soal Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar Mojok.co

Warteg, Representasi Tegal Paling Ideal yang Ada di Kota-Kota Besar

9 Juni 2026
Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan  Terminal

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

8 Juni 2026
Feeder BRT Semarang, Murahnya Bikin Ikhlas, Kurangnya Bikin Tertawa

Dear Driver Feeder BRT Semarang, Tobatlah untuk Ngebut di Jalanan, Kalian Bukan Pembalap!

11 Juni 2026
5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya Mojok.co

5 Stereotipe Purwokerto yang Sudah “Kedaluwarsa”, tapi Masih Saja Banyak Dipercaya

8 Juni 2026
Aturan Tidak Tertulis Melewati Jembatan Suramadu Madura, Area Rawan yang Mengancam Keselamatan Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Melewati Jembatan Suramadu Madura, Area Rawan yang Mengancam Keselamatan

12 Juni 2026
10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh Mojok.co

10 Hari di Taiwan Bikin Sadar kalau Kualitas Hidup di Indonesia Sudah Tertinggal Jauh

10 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.