Di kepala banyak orang, kos putri adalah sebuah oasis yang wangi, rapi, dihiasi lampu tumblr, dan estetik ala-ala konten room tour di TikTok atau Pinterest. Sebagai orang yang sudah menghabiskan waktu selama tujuh tahun berpindah-pindah kos mulai dari yang harga 400 ribuan sampai sejutaan, izinkan saya tertawa getir.
Saya akui, saya ini bukan tipe cewek rajin yang hobi deep cleaning kamar setiap subuh. Saya ini cewek mager sejati. Tapi, semager-magernya saya, saya masih punya harga diri dan standar kewarasan minimal: kasur nggak boleh ngeres, sampah harus masuk tongnya, dan peletakan barang di kamar sepetak, meski penuh dan susah dibikin estetik, setidaknya tidak karut-marut kayak kapal pecah.
Tapi begitu kita keluar dari pintu kamar dan melihat area bersama, ceritanya beda. Ya Allah, iman dan ketabahan Anda akan langsung teruji. Kalian harus tahu kelakuan para penghuni kos putri yang joroknya sudah di luar nalar manusia beradab.
BACA JUGA: Ada Apa dengan Kos-kosan Putri yang Eksklusif dan Bebas di Jogja?
Kamar mandi dan dapur, titik kumpul masalah di kos putri
Dosa kolektif pertama dan paling sering bikin elus dada adalah urusan kamar mandi bersama. Sumpah, saya nggak habis pikir dengan cewek-cewek yang kalau mandi. Sisa busa sabun atau potongan bungkus sampo saset bisa hanyut dan mengapung dengan tenang di dalam bak air, lalu dibiarkan begitu saja. Nggak ada yang punya inisiatif buat bersihin.
Apalagi kalau kos putri tersebut tipe ekonomis yang nggak punya fasilitas tukang bebersih harian. Kamar mandi bersama itu dalam hitungan minggu bakal bertransformasi jadi mirip wahana rumah hantu. Apakah mereka tidak merasa geli saat menyiram badan pakai air dari bak yang ekosistemnya sudah mirip rawa-rawa begitu?
Mau tidak mau, kalau tiba giliran mandi, sepaket dengan bersih-bersih dulu. Sialnya, kalau sudah dibersihkan, kekacauan itu kembali terulang.
Penderitaan tidak berhenti di situ. Pindah ke bagian dapur, kalian akan melihat kekacauan yang lebih tidak masuk akal. Di wastafel, piring, wajan penuh minyak, dan mangkuk sisa mie instan bisa menumpuk berhari-hari bahkan sampai seminggu lebih, tanpa ada yang mau menyentuhnya. Aromanya sudah sampai di tahap membusuk. Kalau kamarmu kebetulan dekat dapur, selamat menikmati aroma terapi gratis yang bikin nafsu makan hilang seketika.
Parkir motor kos putri yang kacaunya minta ampun
Hal ajaib berikutnya yang bikin saya heran sampai ke ubun-ubun adalah urusan parkir motor. Logikanya, mengendarai motor itu sepaket dengan kemampuan memarkirkannya. Tapi di kos putri, hal tersebut menguap begitu saja.
Coba lihat area parkir kos putri, setidaknya di kos saya. Parkir miring, nutupin jalan, atau memakai tiga space sekaligus. Mau heran tapi kenyataan, tapi kok ya aneh banget.
Belum lagi kalau kita bicara soal etika bertetangga. Selalu ada saja oknum penghuni kos yang kalau ngobrol atau teleponan ramean itu suaranya kencang banget. Ajaibnya, begitu ditegur baik-baik oleh penghuni kamar sebelah karena mengganggu waktu istirahat, mereka malah lebih nyolot. Lah, dipikir semua manusia di kos putri itu nganggur?
Jangan bawa kebiasaan jorokmu ke ruang bersama!
Sebenarnya, kamar jorok itu nggak masalah. Itu hak prerogatif pemilik kamar. Tapi ingat, jangan bawa hal tersebut ke ruang bersama, kayak dapur, kamar mandi, jangan kau kotori dengan tingkah lakumu. Inilah masalah utama di kos putri yang sering saya temui.
Tujuh tahun ngekos mengajarkan saya satu hal: gender sama sekali bukan jaminan kebersihan seseorang. Melihat kenyataan pahit ini, cita-cita saya punya kosan di masa depan saya mantapkan untuk bikin kosan cowok saja. Nggak ribet, nggak banyak drama birokrasi dapur bersama, dan yang pasti, isi parkirannya nggak bakal bikin senam jantung tiap hari.
Yuk lah, penghuni kos putri, kurangi estetika fana di media sosial dan mari beralih ke aksi nyata. Jangan biarkan piring menumpuk di wastafel, jangan biarkan sabun sisa berenang ke sana ke mari, yang jelas, jangan kemproh!
Penulis: Ferika Sandra
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Hidup di Kos Putri Mengajarkan Saya Bahwa Sabar Itu Memang Tidak Ada Batasnya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.













